Cemerlangnya Ducati Di MotoGP 2015 Manyisakan Penyesalan

image

Ducati menjadi tim yang punya progress mencengangkan di MotoGP musim 2015. Dua pembalapnya mampu bersaing bahkan mengalahkan pembalap-pembalap Yamaha dan Honda, sesuatu yang sulit dibayangkan terjadi musim-musim sebelumnya. Namun, ternyata dibalik cemerlangnya performa tim asal Bologna, Italia itu terbersit satu penyesalan yang diungkap sang big boss.

General Manager Tim Ducati Corse, Luigi “Gigi” Dall’Igna mengaku senang dengan fakta bahwa timnya banyak dibicarakan oleh pecinta dan pengamat MotoGP. Namun, ada satu yang bikin kecewa yakni kegagalan merebut satupun kemenangan di 18 seri yang dilombakan. Yup, sepanjang 18 seri MotoGP musim 2015 Ducati hanya meraih hasil maksimal runner up atau podium kedua. Dovizioso 3 kali dan Iannone sekali. Padahal di awal musim Ducati punya target setidaknya mampu menjuarai 1 seri.

Gigi berharap di musim 2016 nanti Dovi dan Iannone bisa lebih baik lagi. Target yang dicanangkan masih sama, memenangi minimal 1 seri. Iannone yang mengejutkan di musim 2015 diharapkan mampu meneruskan penampilan konsistennya dan terus bertarung di depan untuk podium satu. Sedangkan Dovi yang sempat menjanjikan di awal musim 2015 dengan 3 kali berturut-turut podium 2, namun malah menurun setelahnya diharapkan memperbaiki penampilannya.

Mumpung musim 2016 regulasi baru, semua pakai ECU sama, ban baru berarti sama-sama dari nol, maka inilah kesempatan Ducati memenuhi targetnya atau bahkan melebihinya. Bisakah?

Advertisements

Comments are closed.