Suzuki Akan Duetkan Valentino Rossi dan Dani Pedrosa, Bagaimana Peluangnya? Simak Dulu Yuk…

Brosis, ini artikel pertama hari ini. Efek lagi mudik ke tanah kelahiran sinyal XL hilang blas, ganti telkomsel ada tapi di tempar-tempat tertentu saja. Ini ngetiknya di atas batu besar biar nemu sinyal inet. Menyebalkan dari sisi blogging activity dan online routinity, tapi seru akhirnya sehari bisa gak megang hp. Bisa juga ternyata walau terpaksa hahahaha… oke deh, langsung saja kali ini bahas tentang dua pembalap senior di kelas premier MotoGP. Yang satu dari Movistar Yamaha satunya lagi dari Repsol Honda. Dua tim yang sepertinya memang ditakdirkan untuk selalu bersaing. Namun, pernah terbayang gak kalau pembalap kedua tim justru bahu-membahu membela tim yang sama?

image
Suzuki akan duetkan Rossi dan Pedrosa

Agak susah sih membayangkan seorang Valentino Rossi berada satu tim dengan seorang Dani Pedrosa. Yup, dua pembalap itulah yang menjadi topik kita kali ini. Yang satu ikon Yamaha, lainnya sempat menjadi anak emas Honda sebelum kehadiran Marc Marquez. Jadi, rasanya mustahil jika Rossi kembali ke Honda dan bertandem dengan Pedrosa pun sebaliknya susah membayangkan Pedrosa berseragam biru sama dengan Rossi. Namun, bagaimana kansnya jika keduanya bertandem tapi di tim yang lain?

Berdoa saja brosis agar Suzuki bisa mewujudkan itu. Wow… Suzuki kan punya dua pembalap hebat pada sosok Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Rasanya keduanya masih akan menjadi andalan pabrikan berlogo “S” itu musim depan. Anda benar, musim depan line up Suzuki Ecstar masih akan sama dengan line up musim 2015. Pun demikian dengan tim Movistar Yamaha dan Repsol Honda. Namun, kita bicara tahun 2017. Tahun dimana banyak pembalap papan atas dari tim-tim besar sudah habis kontraknya dengan timnya saat ini. Nah, di sinilah peluang cukup besar dari upaya Suzuki seperti disebut di atas.

Seperti kita ketahui bersama, tahun 2016 akan menjadi tahun terakhir kontrak Valentino Rossi di Yamaha pun juga Dani Pedrosa di Honda. Artinya, jika tidak ada kesepakatan baru antara kedua pembalap dengan tim masing-masing hingga pertengahan musim 2016, bisa jadi 90% keduanya tidak akan punya tim untuk dibela. Suzuki membaca peluang itu dengan berusaha pedekate ke Rossi dan Pedrosa agar mau merapat untuk menggantikan duet Aleix dan Vinales.

Suzuki tidak pedekate hanya modal nekat. Mereka punya “senjata” untuk merayu Rossi dan Pedrosa. Untuk Rossi, Suzuki punya senjata bernama Davide Brivio dan Maverick Vinales. Brivio adalah mantan manajer Rossi di Yamaha, jadi ada kedekatan personal antara keduanya. Suzuki akan menggunakan Brivio untuk merayu Rossi. Selain Brivio, Suzuki punya Maverick Vinales. Telah ramai beredar jika Yamaha sedang memantau perkembangan Vinales, MotoGP rookie of the year 2015. Nah, Suzuki bisa tawarkan Vinales untuk mendapatkan Rossi. Berhasilkah? Kita tunggu.

Lalu, bagaimana dengan Pedrosa? Suzuki memang tidak ada senjata layaknya untuk mendekati Rossi. Namun, Suzuki bisa memanfaatkan situasi Pedrosa di Honda saat ini. Siapapun mafhum kalau sejak 2013 lalu hingga beberapa tahun ke depan Honda akan lebih mengandalkan Marc Marquez untuk meraup prestasi. Marquez telah menggeser status anak emasĀ  Honda dari Pedrosa. Sehingga, Pedrosa akan menjadi pembalap kedua bagi Honda. Jelas hal ini akan membuat Pedrosa makin kesulitan meraih titel juara dunia. Logikanya, dengan status anak emas yang berarti set up RC213V utama selalu menjadi miliknya saja gagal menjadi juara dunia, apalagi dengan status pembalap kedua. Nah, Suzuki bisa masuk nih untuk menawarkan sesuatu yang beda di timnya. Suzuki bisa menjadikan Pedrosa pembalap utama sejajar dengan Valentino Rossi. Pembagian tugasnya, Rossi mengangkat pamor Suzuki di dunia, Pedrosa dipush untuk juara dunia. Adil bukan? Imho

Namun, dengan mengabaikan senjata-senjata di atas, yang harus dilakukan Suzuki musim 2016 adalah membuktikan dan memamerkan prestasi atau setidaknya potensi bersaing di papan atas. Hal itu dimaksudkan agar Rossi (yang sudah terbiasa juara dunia alias di level atas) dan Pedrosa (yang berambisi menjadi juara dunia alias selalu butuh motor juara) mau mempertimbangkan pindah ke Suzuki. Walaupun mungkin kemampuan Rossi sudah kecil untuk juara dunia, misal lho ya, namun setidaknya di akhir karir tidak terlalu jauh dan jatuh ke tim yang geje. Kalau Pedrosa sih sudah pasti karena ambisinya meraih titel juara dunia maka tim yang ditujunya harus yang bisa mengakomodir ambisinya itu.

Namun, tetap saja usaha Suzuki ini tidak mudah. Rossi, walaupun secara prestasi sudah menurun, namun dari sisi marketing tetaplah nomor satu. Apa iya Yamaha mau melepas aset terbaiknya itu? Di samping itu, ambisi Rossi untuk beralih ke balap mobil usai “cukup” di MotoGP tidaklah surut. Bisa jadi selepas dari Yamaha, Rossi akan membalap di World Rally Championship misalnya. Jika keputusan ini diambil, jelas Suzuki harus gigit jari.

Pedrosa? Dibanding Rossi peluang mendapatkan Pedrosa dibilang lebih besar. Namun, apakah Honda mau melepasnya ke Suzuki lalu menarik Jorge Lorenzo misalnya? Pedrosa bagi Honda adalah kepingan puzzle untuk menjadi terdepan. Oke, Marquez jadi senjata utama namun peran Pedrosa merusak konsentrasi lawan yang berusaha menyerang Marquez masih dibutuhkan. Masih ingat dengan duelnya bersama Rossi di Jepang? Ketika Marquez tidak bisa berbuat banyak dan Rossi punya peluang juara justru Pedrosa hadir dengan mental yang tidak biasanya. Berani duel head to head dengan Rossi hingga akhirnya bisa finish depan pesaingnya itu, padahal tidak pernah dalam sejarahnya seorang Pedrosa mampu berduel lama bahkan hingga menang lawan Rossi. Yang ada malah sering kalah. Kondisi seperti inilah yang dibutuhkan Honda dari seorang Pedrosa.

Jadi, bagaimana peluang duet Rossi – Pedrosa di Suzuki? Kita tunggu saja musim 2016 khususnya saat silent season tengah musim saat dimana rumor dan gosip santer beredar. Oke?!

Advertisements

2 Comments

  1. setuju..suzuki harus meyakinkan pembalap dengan membuktikan performa motornya..
    bukan gak mungkin apalagi rossi yang udah mules dan mual lihat muka tandem + kompetitor setimnya..

Comments are closed.