Akibat Percikan Kembang Api Perayaan Malam Tahun Baru 2016, Rumah Sakit Dan Asrama Ludes Terbakar

Perayaan malam tahun baru biasanya identik dengan tiup terompet dan kembang api. Seperti yang terjadi hampir di seluruh wilayah nusantara semalam. Namun, efek negatif pembakaran kembang api menjadi pemberitaan yang selalu muncul pasca perayaan malam tahun baru. Setidaknya itu yang terjadi di dua tempat berbeda di Banjarmasin dan Makasar.

Rumah Sakit Dilalap Api Di Banjarmasin

image

Di Banjarmasin, sebanyak 17 ruangan di Rumah Sakit TPT dr Soeharsono Banjarmasin ludes dilalap si jago merah, diantaranya ruang rawat anak dan dewasa, kamar operasi, laboratorium, apotek, kantin, ruang koperasi, serta ruang administrasi.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui pasti, namun diduga terjadi akibat percikan kembang api dari perayaan malam tahun baru. Dugaan lain adalah karena konsleting arus listrik.

Asrama Mahasiswa Ludes Di Makasar

image

Sementara itu di Makasar, sebuah asrama mahasiswa asal Kalimantan Timur, di Jalan Cendrawasih 2, Makassar, Sulawesi Selatan, dini hari tadi ludes terbakar. Diduga kebakaran terjadi akibat percikan kembang api di malam pergantian tahun.

Penghuni Asrama yang tersisa, sebab sebagian besar ke pusat kota untuk merayakan malam pergantian tahun, panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang pribadi miliknya. Beruntung tidak ada korban jiwa di peristiwa tersebut dan kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Sungguh amat disayangkan ketika sebuah perayaan harus berubah menjadi musibah bagi sebagian orang. Jadi teringat bahwa di dalam Islam merayakan tahun baru dengan tiup terompet dan menyalakan kembang api dilarang, sebab selain karena menyerupai kaum lain (yahudi, majusi, dll) dan pemborosan juga berpotensi membahayakan orang lain.

Semoga kita semua dijauhi dari hal-hal yang mendekatkan kita ke kebathilan.

Advertisements

Comments are closed.