Tips Inreyen Motor Baru, Sebelum 500 km Bro!

image
Ilustrasi Motor Baru BMW G310R20

Brosis, baru meminang motor baru? Belum 500 km bukan? Kebetulan mumpung belum 500 km odometer maka waktunya si kuda besi baru mengalami masa inreyen. Apa sih inreyen itu? Inreyen atau dalam bahasa Belanda “Inrijden” merupakan masa running-in. Agar mesin melakukan penyesuaian terhadap komponen-komponen logam di dalamnya. Lalu, mengapa harus 500 km? Tidak ada landasan yang baku harus berapa km sebenarnya, namun pabrikan paling banyak merekomendasikan di angka tersebut.

Nah, soal masa inreyen ini, akun facebook Suzuki Motor Indonesia memberikan tips bagaimana memperlakukan motor baru brosis sebelum menempuh jarak 500 km. Cekidot ya, langsung RA copas saja…

1. Pakai motor normal saja. Biarkan mesin bekerja bebas. Kecepatan rendah-sedang-tinggi divariasikan. Soal batasan RPM yang penting jangan sampai red line. Juga sebaiknya jangan penggunaan gigi tinggi pada kecepatan rendah.

2. Oper gigi/persneling secara halus jangan grasak grusuk dilepas secara tiba-tiba. Jangan juga menurunkan lebih dari satu gigi sekaligus dari kecepatan tinggi yang mengakibatkan over-rev (RPM ketinggian atau di atas batas aman) sehingga dapat merusak transmisi dan katup juga bisa bengkok. Jangan sering-sering angkat roda depan juga. Freestyle boleh tapi ntar tunggu motor lepas inreyen dulu lah. Beberapa motor, kalau kita angkat roda depan cukup lama menyebabkan oli menuju ke belakang crankcase sehingga sulit dijangkau mesin untuk disirkulasikan.

3. Inreyen jangan dilakukan dengan cara distandar tengah lalu mesin dihidupkan dan perseneling masuk dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut dapat merusak mesin.

4. Menghidupkan motor dari keadaan dingin. Oli masih sulit untuk bersirkulasi dan juga oli masih berada di bawah yaitu di bak oli. Untuk menolong hal ini, gunakan kick starter beberapa kali dalam keadaan mesin mati. Abis itu baru kontak ON, elektrik starter.

Nah, bagaimana brosis sudah jelas tipsnya bukan? Tapi andaikanpun brosis punya pendapat lain soal masa inreyen ini, seperti yang pernah RA dapatkan dari beberapa teman, bahwa di masa inreyen hajar saja motor sesuka hati agar mesin terbiasa sejak awal untuk kencang, ya monggo dilakukan asal brosis yakin dan tidak menyesal andaikan terjadi apa-apa dikemudian hari. Lagi pula itu motor motor brosis, hak brosis mau diapakan saja. Betul tidak? Saran di atas bisa benar bisa juga kurang tepat. Yang penting, brosis banyak membaca referensi sebelum melakukannya.

Advertisements

Comments are closed.