Pungutan Dana Ketahanan Energi Ditunda, Harga Premium Dan Solar Akan Turun Lebih Besar Dari Rencana Awal!

ktm indonesia

image

Brosis, akhir tahun lalu tepatnya 24 Desember 2015, pemerintah telah mengumumkan bahwa harga premium dan solar akan mengalami penurunan. Namun, penurunan harga kedua bahan bakar minyak tersebut dibarengi adanya pungutan yang katanya untuk dana ketahanan energi. Sehingga, penurunan premium dan solar menjadi sangat kecil. Alhasil, pungutan tersebut menjadi polemik di masyarakat. Setelah melalui berbagai pertimbangan, maka pemerintah akhirnya menunda (catat ya, hanya menunda) pungutan tersebut hingga pembahasan RAPBN 2016. Lalu, apa yang terjadi?

Akhirnya bisa dipastikan bahwa penurunan harga premium dan solar menjadi lebih besar lagi.

“Premium di luar Jawa-Madura-Bali dari Rp 7.300/liter turun menjadi Rp 6.950/liter. Sedangkan Premium di Jawa-Madura-Bali dari Rp 7.400/liter turun jadi Rp 7.050/liter,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (4/1). “Sedangkan untuk solar menjadi Rp 5.650/liter”, tambah Dwi.

Lebih jelasnya:
Premium turun Rp 350/liter
Solar turun Rp 1.050/liter

Jadi, biar brosis gak bingung berapa harga premium dan solar yang terbaru, ya brosis tinggal kurangi saja harga premium atau solar di spbu biasa brosis mengisi dengan besaran penurunan harga di atas.

Sebelumnya, dengan adanya pungutan dana ketahanan energi, penurunan premium hanya sebesar 200 Rupiah dan solar 300 Rupiah.

Selain premium dan solar, koreksi harga juga terjadi untuk pertamax, pertalite, pertamax plus, pertamina dex dan solar non pso dengan rincian:

Pertamax turun Rp 150/liter
Pertalite turun Rp 300/liter
Pertamax plus turun Rp 250/liter
Pertamina dex turun Rp 250/liter
Solar non PSO turun Rp 250/liter

Di Jawa Timur Pertamax turun dari Rp 8.750/liter menjadi Rp 8.600/liter.

Sementara itu untuk elpiji, pemerintah juga akan menurunkan harga jualnya. Untuk tabung 12 kg penurunannya adalah Rp 5.800/tabung untuk seluruh Indonesia, kecuali jabotabek Rp 5.600/tabung.

Dan, semua skema penurunan harga bahan bakar di atas efektif berlaku 5 Januari 2016 mulai tengah malam nanti pukul 00.00.

Advertisements

6 Comments

Comments are closed.