Update MotoGP Indonesia, Status Kepemilikan Sentul Berpotensi Menjadi Masalah Besar… Hambat Terbitnya Keppres!

image
Status kepemilikan sentul belum jelas

MotoGP Indonesia masih jauh dari bikin lega pecinta MotoGP nih, brosis. Memang, letter of intention sudah ditandatangani Menpora dan Dorna, namun masih ada dua syarat lagi yang harus dipenuhi Indonesia, masterplan dan keputusan presiden (keppres). Dan ternyata, ada satu masalah lagi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan berujung fatal yakni soal kepemilikan status Sentul.

Bukan apa-apa, menyoal masalah kepemilikan ini bisa menjadi masalah berlarut-larut. Ego dan kepentingan personal menjadi dominan, apalagi jika kedua pemilik sah saat ini hanya mementingkan kepentingan pribadinya tidak kepentingan banyak orang dan bangsa. Lalu, siapa sih pemilik Sirkuit Sentul sebenarnya?

Jika selama proses MotoGP goes to Indonesia 2017 ini selalu disebut nama Tinton Soeprapto jika berhubungan dengan Sentul, ternyata masih ada satu nama lagi yang terkait Sentul. Ia adalah Tommy Soeharto atau pangeran Cendana pada masanya.

Menurut mas iwb yang dilansir dari sebuah media nasional, salah satu syarat penandatanganan keppres adalah soal status Tinton Soeprapto dan Tommy Soeharto. Siapa Direktur utamanya, siapa Komisaris Utamanya. Sebab, kejelasan itu berhubungan dengan tanggung jawab persiapan teknis dan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2017 nantinya. Biar tidak terjadi saling klaim kepemilikan lah. Tahu sendiri ajang sekelas MotoGP adalah even besar berbunyi ratusan miliar rupiah. Duit kagak ade sodaranyePesse tadhek taretanna kata Orang Madura. Dengan kata lain, sebelum Surat Pernyataan soal kepemilikan Sirkuit Sentul diserahkan ke pemerintah, kepress tidak akan ditandatangani.

“Jadi, mereka akan bertanggung jawab sekiranya ada kesalahan dan kebohongan publik dalam pernyataan itu, serta kalau ada persoalan hukum. Pemerintah tidak ingin mempersulit, tetapi dalam konteks aman. Jangan sampai sewaktu-waktu ternyata itu bukan milik Bapak Tinton tetapi pemegang saham yang lain” ujar Gatot juru bicara kemenpora.

Andaikan status Sentul jelas, maka kepress sudah bisa ditandatangani. Artinya, tinggal satu syarat lagi yang harus dipenuhi sebelum tenggat waktu akhir Januari ini, brosis yaitu masterplan. Duh, semoga segera diselesaikan lah, lha wong sekarang sudah 12 Januari, tinggal setengah bulan lagi waktu yang dimiliki Indonesia untuk menyelesaikan apa yang diminta Dorna. Kalau tidak, wassalam… Finlandia siap mencaplok.

monggo mampir ke:

Twitter @karismapr
Facebook Karis Mauyy
Blog sportupdate5 , rideralam , karismauyy

Advertisements

1 Comment

Comments are closed.