TVS Apache 200 RTR Masih Karburator? Waah… Nekad Ini Mah!!

image

TVS sudah pastikan akan merilis secara resmi Apache 200 RTR 4V 20 Januari 2016 serentak di Indonesia dan India. Khusus di Indonesia sehari setelah rilis TVS mengundang awak media dan blogger untuk merasakan langsung performa RTR 4V di Sentul. Walau belum resmi rilis, sosok Apache 200 RTR sudah nampak jelas beredar di dunia maya, bahkan spesifikasi lengkapnyapun juga sudah ada. Membaca spesifikasi Apache 200 yang beredar, ada yang bikin terkejut sekaligus heran. Monggo disimak…

image

Seperti pada grafis di atas ada dua hal yang menarik untuk diamati. Pertama soal aplikasi rem Anti-lock Brake System (rem ABS) yang disematkan pada kuda besi berkubikasi 197,75 cc tersebut. Ini adalah prianti mahal namun sudah menjadi standar baku di negara-negara Eropa dan Amerika untuk motor berkubikasi di atas 150 cc. Di Indonesia masih menjadi fitur mewah. TVS berani memberi value lebih pada Apache 200 RTR nya ini. Tinggal kita tunggu berapa harga yang akan dibebankan pada Apache ini.

Hal menarik kedua adalah sistem pembakaran pada mesin yang ternyata masih karburator. Apache 200 RTR belum injeksi? Wow… TVS berani atau nekad ini? Apakah sudah lolos Euro3? Apa fitur atau teknologi yang diciptakan TVS tanpa injeksi bisa lolos Euro3, apakah triple spark seperti di Bajaj atau ada inovasi lain? Jujur, kalau masih teknologi karbu yang digunakan, berat rasanya apabila berharap Apache bisa berbicara banyak di pasar nasional. Tapi, nampaknya TVS bukan tanpa alasan masih mempertahankan teknologj jadul ini pada Apachenya.

Bukan rahasia lagi kalau pangsa pasar TVS di tanah air adalah di luar jawa khususnya di wilayah-wilayah dengan banyak perkebunan. Wajar jika TVS masih mempertahankan karburator sebab secara perawatan mudah, bengkel pinggir jalan semua bisa mengutak-atik motor karbu dibanding injeksi. Wilayah perkebunan jelas tidak tersedia fasilitas bengkel motor injeksi, kalaupun ada biasanya jauh di daerah kota.

image

Tapi, sekali lagi ini jadi wajar jika memang TVS hanya menargetkan wilayah perkebunan atau luar jawa. Tapi, andaikan TVS punya keinginan berbicara banyak di pasar domestik total, karbu adalah pilihan yang salah besar. Nekad ini mah namanya, tapi semoga RA juga salah beropini 😀

Advertisements