Usai Disanksi KPI, Inilah Respon Sinetron Anak Jalanan

image

Beberapa hari lalu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan sanksi kepada RCTI dengan siaran sinetron Anak Jalanan berupa teguran tertulis. Dalam sanksi tersebut disebutkan jika dalam beberapa episode penayangan Anak Jalanan terdapat beberapa adegan dan dialog yang tidak pantas. Mendapat teguran itu, RCTI akhirnya memberikan respon.

Baca:
[display-posts tag=”anak-jalanan” posts_per_page=”2″]

Adegan dan kata-kata tersebut dianggap berpotensi ditiru oleh remaja dan pastinya akan berdampak negatif bagi penonton. Hal tersebut masuk dalam kategori pelanggaran perlindungan remaja dan penggolongan program siaran. Sehingga jika RCTI ngotot tidak melakukan ubahan pada sinetron populernya tersebut maka opsi yang harus diambil adalah memindahkan jam tayang ke jam dewasa antara pukul 22.00 s.d. 03.00. Kalau ini yang dipilih RCTI dijamin penonton bakal sepi, rating turun, sinetron akan mati dengan sendirinya.

Menghindari ladang uangnya berkurang atau bahkan mati, pihak RCTI dan rumah produksi Anak Jalanan akhirnya mengambil opsi berikutnya yakni merubah alur cerita. Laman bintang mengatakan bahwa di episode tersebut adegan-adegan kekerasan, penggunaan kata-kata tidak pantas serta adegan pornoaksi dikurangi kadarnya. Seperti nampak pada tayangan episode Rabu tanggal 13 Januari lalu. Adegan cinta cuma secara verbal tanpa ada sentuhan fisik. Adegan berkelahi dikurangi dan cerita drama jadi lebih manis. Rating sinetron Anak Jalanan juga masih tetap tinggi di peringkat pertama.

Baca Juga:
[display-posts tag=”ragam” posts_per_page=”4″]

Teguran sudah dilayangkan, sanksi sudah diberikan, pihak terlapor akhirnya memberikan respon, cerita dipermanis namun muaranya adalah sinetron Anak Jalanan tetap tayang dengan cerita tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Masih ada geng-geng motor, masih ada adegan gaya hidup mewah, masih ada dialog yang mencerminkan tidak menghargai orang yang lebih tua. Intinya, sinetron Anak Jalanan masih merupakan pengaruh buruk bagi penonton kalangan anak muda, anak sekolahan yang cenderung menelan mentah-mentah apa yang dilihat. Namun, bagaimanapun di negeri ini memang televisi terlalu mudah menyiarkan hal-hal yang kurang mendidik, bagi mereka selama itu menjadi sumber uang kenapa harus dihindari. Para pemegang kekuasaan negeri inipun setali tiga uang. Kepentingan generasi muda yang sehat dan bermental bagus bukanlah prioritas,  mereka terlalu lemah untuk membuat masa depan negeri ini kuat!

Advertisements

5 Comments

  1. solusinya ada 2 … jual tv dirumah atau belikan tv kabel biar anak2 nontonnya lebih bermutu seperti discovery channel… Ilangin acara tv local di channel TV kecuali Metrotv/TVone buat berita2 lokal…

    btw, sekarang Internet sudah meraja lela dan kebutuhan utama setiap orang, masi adakah orang modern sekarang yang masi nonton tv? saya pribadi ga pernah nonton TV sekarang…. pasangan saya aja yang punya tv kabel dirumah ga pernah ditonton…

    • saya juga dah ngak ada tv di rmh.

      tapi anak sd sekarang dah canggih om, dah punya hp android plus pulsa internet!

      itu deket rumah om

      ngak habis pikir ortunya ngak mikir nanti mencari dan tdk sengaja ketemu hal yg ndak baek?

      discovery chanel iklannya gimana? bisa diliat anak blm berumur?

      • wah ga mratiin iklan di discovery channel kalo saya bro….abis tiap iklan ganti channel… hahahhaa… tapi discovery channel isinya paling soal animal… atau trik trik unik, atau best life, dll…. bagus sih menurut saya…. mending daripada nonton GGS apa Anak Jalanan….

        Nah… betul tuh.. saya baru tau di youtube… anak jalanan di unggah lho ternyata… bisa nonton sebebas2nya walaupun tv dirumah dijual….

        wis… aman ya anak q tak beliin PS 4 aja…. saya ajarin main Final Fantasy atau Kingdom Hearts, mudah2an aman 😀 anak juga bahasa inggris nya jadi pinter… daripada masi under age uda pada pacaran gara2 diajarin sama Anak Jalanan.

Comments are closed.