Menempuh Rute Situbondo-Jember pp Bersama NMax, Awas Menyesal!!!

ktm indonesia

image

Sebenarnya males mau nulis review-review motor walaupun itu motor sendiri. Suka bingung merangkai kata dengan istilah-istilah pe-review-an. Jadi, kalau sekarang RA menulis review impresi riding NMax ya karena bingung mau nulis apa ya di blog hahahahha… Ternyata bingungnya nulis masih kalah kuat dengan bingungnya gak ada ide. Sebenarnya ini lebih ke cerita membandingkan tiga performa motor yang pernah dan sedang RA miliki selama ini melintasi rute Situbondo – Jember dengan jarak sekitar 70 km. RA coba yuk…

Bagi yang pernah melintas di jalur Situbondo-Jember pasti laham seperti apa rutenya. Jalanan lurus lumayan panjang, tanjakan turunan dari yang tak terlihat hingga yang curam lengkap tersaji, kondisi aspal untungnya minim banget lubang hanya banyak tambalan sana-sini yang bikin suspensi moyor kerja ekstra keras, namun di beberapa lokasi aspal sudah mulus banget. Pokoknya, untuk mengetest performa motor komplit, bahkan untuk corneringpun, rute Situbondo-Jember layak diperhitungkan. Dengan jarak tempuh sekitar 70an km, waktu tempuh dengan motoran sekitar 1 jam sampai 1,5 jam. Jika bermobil bisa 2-2,5 jam tergantung waktu pemilihan riding dan drivingnya.

Oke, saat ini RA dalam posisi harus bolak balik Situbondo-Jember karena adik tersayang harus berbaring lemah di RS Dr. Soebandi, Jember akibat penyumbatan pembuluh darah ke otak. Sudah sekitar 11 harian opname. RA 2 hari sekali harus mondar-mandir. Dan inilah impresi numpak Genza.

Baca Juga:
[display-posts tag=”genza” posts_per_page=”4″]

Pertama kali berangkat dari Situbondo sekitar pukul 10.05 pagi. Kondisi lalu lintas relatif lengang hanya ramai di beberapa titik pasar dan persimpangan di daerah Kota Bondowoso. Kecepatan rata-rata susah menghitungnya namun paling mentok gaspol sekitar 101 kpj dan hanya sekitar 2 kali mencapai itu di jalan yang lurus sekitar 2 km. Lebih seringnya sih di kecepatan 70-80 kpj. Menurut RA itu sudah masuk kenceng.

Salah satu kekuatiran RA dengan NMax ini adalah akselerasi saat dari posisi santai ke posisi gas spontan untuk nyalip kendaraan di depan. RA kuatir tarikan lemot di putaran bawah akan menghambat upaya nyalip, namun bersyukur ternyata kekuatiran itu tidak terjadi. Genza lebih dari cukup memenuhi ekspektasi tarikan spontan walau tidak segalak Envilan atau Sipio. Kekuatiran berikutnya adalah soal suspensi Genza yang terkenal kueraaass khususnya bagian belakang. Kekuatiran ini sempat terbukti saat melibas jalanan penuh tambalan yang gronjal-gronjal, boyok keroso tuwek nek geber NMax di bawah kecepatan 60 kpj jika lewat jalanan begini. Namun, jika sudah melaju dengan kecepatan di atas 75 kpj suspensi yang keras mulai tak terasa. Motor serasa terbang bro. Jangan minta harus percaya dengan gambar atau foto ya, edian kalau masih harus moto tanpa action cam.

Rute Favorit

Nah, saat ketemu tanjakan inilah saat favorit numpak i Genza. Performa NMax bisa dibilang sangat kurang ajar. Ketika yang lain tengah ngos-ngosan mendaki bukit dan mulai atur nafas saat turunan, Genza mah lempeng banget. Asli ini rute favorit dengan Genza, tanjakan! Bahkan motor sekelas CB150R, NVL, BeAT hingga Vario terlihat cupu jika ketemu di tanjakan. Lebay? Biarin lah dibilang lebay, lha wong ini dari sisi RA. Sekali ketemu CB blar blar widiihh… Motor setan itu mah, lempeng banget nanjak. Entah apa ubahan yang dilakukan.

Waktu Tempuh

Alhasil, masuk parkiran RS Dr. Soebandi Patrang, Jember sekitar pukul 11.15 wib. Berarti perjalanan sekitar 70 menit atau 1 jam 10 menit. Sebagai informasi, rute dari Situbondo-Jember lebih dominan tanjakan, sebaliknya jika dari Jember ke Situbondo perjalanan RA bisa hanya 55 menit sebab lebih banyak turunan. Mungkin waktu tempuh yang RA lakukan masih kalah dengan brosis, namun dibanding saat masih dengan Envilan (NVL) dan sebelumnya dengan Sipio (New Scorpio Z) bersama Genza ini adalah rekor pribadi.

Baca Juga:
[display-posts tag=”yamaha” posts_per_page=”4″]

Memori Bersama Sipio

Masih ingat sekitar tahun 2012 saat masih dengan Sipio, RA ke Jember (juga dengan misi sama jenguk dan jaga adik yang sakit kala itu) perjalanan paling cepat 90 menit itupun performa Sipio terasa seperti kelelahan. Salah satu kelemahan Sipio adalah jika mesin sudah lanas tenaga akan drop. Dan itu RA rasakan betul kala riding bareng Sipio Situbondo menuju Jember. Awal-awal berangkat kecepatan bisa sampai 110 kpj, namun setelah 30 km kecepatan mulai susah nembus 100 kpj. Puncaknya saat sudah lebih dari separuh perjalanan Sipio seperti sudah ngos-ngosan. Sekali lagi ini versi RA. Jika brosis sebagai penunggang klan scorpio tidak merasakan yang RA rasakan ya wajar. Beda orang beda teknik riding, beda perlakuan motor pula. Lalu, bagaimana dengan NVL?

Sekilas Bersama Envilan

Envilan ini termasuk motor favorit RA. Selain performa relatif stabil juga getaran di stang sangat minim. Jangan tanya jika dibandingkan Sipio ya, langit dan bumi. Envilan pernah RA bawa solo riding ke Jember dari Situbondo yang jelas lebih nyaman dari Sipio. Tidak selelah ketika riding dengan Sipio, dan lebih nyaman dibanding Genza. Yap, ternyata posisi riding Envilan bagi RA dengan tinggi badan nyaris 2 meter (190an cm) lebih nyaman dibanding Genza. Tapi ini berlaku dengan perjalanan di atas 30 km ya. Performa mesin Envilan di rute Situbondo-Jember lumayan stabil namun terasa kurang saat di tanjakan. Masih kalah edan dari Genza.

Oh iya, RA tidak berbicara soal konsumsi bahan bakar ya, selain males juga lupa dengan konsumsi Sipio dulu, susah jadinya membandingkan jika yang dibandingkan datanya tidak lengkap. Oke deh, itu tadi review NMax (Genza) dalam melibas trek Situbondo –  Jember dengan sedikit pembanding dengan New Scorpio Z dan New Vixion Lightning milik pribadi. Kesimpulannya, RA bakal menyesal jika tidak pernah memilikinya #ApaSih

Advertisements

6 Comments

Comments are closed.