Follower Yang Kurang Ajar!

ktm indonesia

image

Brosis, gambar di atas adalah sebuah siluet dari calon bebek super Honda, kabarnya sih akan diberi label Supra X 150. Heemm… Supra bakal naik kelas dari motor bapak-bapak menjadi motor abegeh. Tapi bukan itu yang akan kita bahas. Namun, yang menarik adalah pergerakan Honda (baca AHM) di pasar motor nasional dalam beberapa tahun terakhir. Honda adalah menjadi follower yang “kurang ajar”. Kurang Ajar di sini pakai tanda kutip ya.

EitsGak usah esmosi dulu wahai kalian para epbeha. Kita lihat dulu yuk beberapa jenis motor berikut…

1. Vixion vs CB150R
2. R15 vs CBR150R Lokal
3. Satria FU vs Sonic 150
4. MX King vs Supra X 150
5. NMax vs Forza/PCX Lokal

Tiga nomor pertama sudah beredar dua-duanya di pasar dan juga sudah saling “membunuh”. Dua nomor terakhir masih wacana yang tinggal nunggu waktu saja untuk segera mentas.

Vixion vs CB150R

image

Kita lihat Vixion vs CB150R. Bukan rahasia lagi jika Honda begitu nafsu untuk menguasai semua segmen, termasuk sport. Sejak kehadiran Vixion di 2007, praktis Yamaha sangat dominan di segmen ini. Kelebihan yang ditawarkan Vixion seolah membuat naked sport 150 cc penguasa sebelumnya menjadi jadul. Tidak mau membiarkan Vixion melaju sendirian, Honda merilis CB150R dengan desain 11 12 dengan Vixion. Namun, Honda kecele. Yamaha keburu memfacelift total tampilan si deltabox dengan New Vixion. Usaha Honda gagal. Lantas, bukan Honda jika tidak tinggal diam. Segera para insinyur AHM meriset New CB150R. Jegeerr… Dengan semua kelebihan sumber daya yang nyaris tak terbatas, Honda menghadirkan New CB150R yang mampu menandingi New Vixion dari segala sisi. Bahkan, dengan value lebih tinggi pada sisi fitur LED dan mesin DOHC. Terbukti, New CB150R membuat New Vixion klepek-klepek setidaknya dalam 3 bulan terakhir tahun 2015. Honda memang kurang ajar.

[display-posts tag=”vixion” posts_per_page=”4″]

R15 vs CBR150R

image

Kemudian di sport fairing 150 cc. Hadirnya R15 yang dilokalkan serta merta membuat pecinta motor sarungan harga terjangkau kesemsem. Yamaha pandai membaca peluang pasar. R15 sukses diterima pasar. Melihat hal itu, Honda tak terima. Waahh… Bisa makin susah nih rebut segmen sport jika R15 makin laris. Alhasil, persiapan melawan R15 segera dilakukan. CBR150R cbu Thailand sebenarnya lawan pas untuk R15, namun kondisi CBU membuat CBR150R susah bersaing dari sisi harga. Keputusan diambil, CBR150R harus dilokalkan. Tak peduli bagaimana perasaan pemilik CBR150R Thailand yang melihat motor kesayangan seharga 30 jutaan dipangkas di bawah 30 juta demi menghabiskan stok dan memberi ruang bagi CBR150R murah ke pasar. Dan jegeeerr… Kemunculan CBR150R Lokal dengan mesin downgrade CBR150R Thailand yang disesuaikan dan rangka teralis sukses membuat R15 berada di posisi kedua. Lagi, Honda kurang ajar lagi.

[display-posts tag=”r15″ posts_per_page=”4″]

Satria FU vs Sonic 150

image

Beralih ke Satria FU vs Sonic 150. Sebenarnya Honda pernah bermain di segmen ini dengan Sonic CBU di akhir 90an. Namun, entah karena merasa kurang laku Honda menghentikan penjualan si ayago. Hingga akhirnya Suzuki hadir dengan revolusioner dari Satria 2 tak dalam wujud Satria F150 atau lebih dikenal FU. Motor bebek, performa sport dengan desain sporty dan sangat cocok dengan para abegeh. Sontak, FU menjadi sangat populer. Bertahun-tahun Suzuki menikmati kue ayago sendirian. Melihat hal itu, Honda (jangan lupa bacanya AHM ya) terusik juga. Riset segera dilakukan. Sonic harus dihidupkan lagi dengan produksi lokal. Jegeeerrr… Sonic 150 muncul ke pasar tawarkan fitur LED dan nama besar Honda, laris manis. Dengan segera Sonic sudah mampu merebut kekuasaan Satria FU. Lagi-lagi Honda kurang ajar.

[display-posts tag=”sonic-150″ posts_per_page=”4″]

Duel Selanjutnya

image

Dan seperti di kalimat pembuka artikel ini, Honda juga tengah mempersiapkan bebek super untuk melawan penguasa bernama MX King 150. Siluet penampakan si bebek super sudah disebar. Respon pemerhati dunia motor langsung terfokus ke calon bebek super Honda itu. Ada yang bilang lawan berat MX King ada juga yang berpendapat desain oke, model pas namun kenapa memilih nama Supra. Oke, abaikan saja dulu itu. Kita intip rencana Honda untuk melawan big skutik fenomenal bernama NMax. Honda sebenarnya sudah bermain di segmen big skutik ini lewat PCX 125 yang kemudian diupgrade menjadi PCX 150 seperti saat ini. Namun, lagi-lagi soal CBU membuat PCX hanya menjadi motor eksklusif. Honda mana mau motornya jadi eksklusif begini, jualan ya kudu laris manis tanjung kimpul. Alhasil, senjata anyar disiapkan. Jika PCX dilokalkan terasa mustahil, masih ada Forza yang akan melawannya. Syaratnya tentu saja harus dilokalkan dulu. Bisa? Lho… Honda koq ditanya bisa, yo bisa banget lah… Apalagi saat ini NMax tengah menjadi primadona pecinta skutik rasa beda. Kita tunggu saja apakah kekurangajaran Honda akan berlanjut di segmen bebek super dan big skutik menyusul segmen sport dan ayago? Kemungkinannya cukup besar.

[display-posts tag=”nmax” posts_per_page=”4″]

Follower Kurang Ajar

Lalu, apa sih yang bisa ditarik. dari cerita di atas. Benang merahnya adalah Honda menjadi follower sebelum akhirnya justru lebih sukses dari yang diikutinya. Salah? Gak lah, masak jadi follower salah lha wong twitter saja ada fitur following dan followernya. Cuma, yang menjadi pertanyaan apakah tim riset pasar atau insinyur Honda (tetep baca AHM ya) tidak bisa membuat produk yang menjadi trend setter para kompetitor, mosok akan jadi follower terus, mau sampai kapan?! Hahahaha…. Ssstttt

Advertisements

17 Comments

  1. Memang goblok honda..!! Licik, rakus dan biadab..!!
    Saya dari tahun 2005an memang ga respek ma pabrikan satu ini.. Mikirnya jualan aja tp ga mikir kemacetan, banyaknya orang (banyak anak alay dijalan) biasa punya banyak motor honda hanya dgn mudahnya mendapatkan unitnya..

  2. sebenarnya menjadi follower itu merupakan trik untuk menghemat sumber daya.. Jika ditanya sampai kapan menjadi follower ? ya jawabannya ketika sudah memimpin & ingin mempertahankan market 😀

  3. Gak ada yang salah & gak ada larangan koq jadi follower, namanya juga cari rezeki. Tetanggaku banyak yang usahanya jadi pembuat tempe, mereka pada hidup akur/rukun. Para FB aja yang pada lebay…!

Comments are closed.