Xabre Nama Yang Jelek Dan Susah Dibaca? Belum Terbiasa Kali…

image

Sebelum resmi diluncurkan Valentino Rossi di Bali, Selasa (26/1) kemarin, Yamaha Xabre sebenarnya sempat menjadi topik hangat pembicaraan para blogger dan komentator. Adalah MT-15 yang semula diprediksi akan menjadi nama sang naked sport 150 cc tersebut. Namun, seiring kemunculan motor sejenis di Thailand dengan nama M-Slaz, sontak kekuatiran muncul. Jangan-jangan di Indonesia akan mengusung nama yang sama yang akhirnya saat itu terpilih sebagai nama jelek sebuah motor.

Namun, harapan soal nama MT-15 masih optimis diapungkan di tanah air. Maklum, antara Thailand dan Indonesia memang seringkali memiliki nama berbeda untuk produk motor sejenis. Hingga akhirnya suatu ketika, entah lupa pastinya apakah di tmcblog atau iwanbanaran, yang pertama kali membocorkan bahwa nama M-Slaz di tanah air akan berganti Xabre. What?

[display-posts tag=”xabre” posts_per_page=”4″]

Bisa ditebak, publik akhirnya kecewa. Nama Xabre dianggap buruk dan tidak lebih baik dari M-Slaz. Banyak blogger, komentator hingga rekan RA mengatakan pemilihan nama Xabre salah. Nama yang jelek, susah dibaca dan terdengar seperti nama abegeh cewek yang bisa dibawa kemana-mana (baca cabe-cabean). Bahkan dari berbagai polling nama Xabre selalu kalah banyak yang memilih dibanding MT-15. Namun, RA justru berpendapat berbeda. Xabre tidaklah seburuk yang dipikirkan.

Mengapa terdengar seperti sebuah nama yang jelek, karena publik belum terbiasa mendengar nama itu, apalagi nama tersebut menempel pada sebuah produk yang belum diluncurkan dan belum menjadi motor sejuta ummat. Tahun 2007 bisa menjadi contoh bagaimana nama V-Ixion begitu susah dieja dan diucapkan, tapi apa yang terjadi setelah itu? Brosis bisa menjawabnya sendiri.

[display-posts tag=”yamaha” posts_per_page=”4″]

image

Jadi, keputusan Yamaha memilih nama Xabre bukanlah sekonyong-konyong. Apalagi pasca diluncurkan mereka menjelaskan filosofi arti nama Xabre yang ternyata berarti cahaya pedang. Kita tunggu saja apakah Xabre akan sesukses V-Ixion nantinya. Andaikan Xabre tidak secemerlang V-Ixion rasanya bukan karena pemilihan nama Xabre penyebabnya, tapi bisa jadi karena harga yang ditawarkan terlalu mahal atau kompetitor mampu meng-counter Xabre dengan produk sejenis yang lebih value namun lebih murah.

Menurut brosis bagaimana?

Advertisements

Comments are closed.