Tolak Sentul, Ini Lokasi Alternatif Pemerintah!

image

Brosis, usai memutuskan tidak akan menggunakan Sirkuit Sentul sebagai tuan rumah MotoGP Indonesia 2017, Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) kemudian harus mencari alternatif sirkuit baru. Pilihan adalah dengan membangun sirkuit baru, dimanakah lokasinya?

Beberapa nominasi muncul sebagai lokasi sirkuit baru yakni di Palembang, seputaran Gelora Bung Karno (GBK) dan satu lagi akan dibahas hari ini.

Palembang menjadi alternatif kuat untuk lokasi di luar Jakarta. Palembang memang biasanya selalu menjadi tempat alternatif beberapa event olah raga yang diadakan selain di Jakarta. Letak geografis yang berdekatan dengan pulau Jawa menjadi alasan. Selain itu, Palembang lebih komplit sarana dan prasarananya setelah Jakarta. Namun, untuk MotoGP pemilihan sirkuit di Palembang akan sedikit riskan sebab masih termasuk jauh jika dibandingkan dibuat di seputaran Jakarta. Artinya, walaupun terjangkau dengan pesawat, namun biaya yang harus dikeluarkan penonton dari pulau Jawa akan double, biaya tiket pesawat plus tiket MotoGP. Tiket pesawat lumayan menvura kantong, bro apalagi jika ada event sekelas MotoGP apa ada jaminan para maskapai tidak akan menaikkan harga. Padahal basis pecinta MotoGP paling besar ada di Pulau Jawa dibanding wilayah lain di Indonesia. Jangan bilang, penonton Indonesia di MotoGP Sepang banyak lho. Memang banyak, tapi itu acara di negeri orang yang notabene hanya orang-orang tertentu yang bisa ke sana (baca yang berduit melimpah atau menang kuis). Sedangkan MotoGP Indonesia akan dilaksanakan di negeri sendiri, jelas sasarannya adalah sebanyak mungkin warga negara Indonesia yang menonton dari semua kalangan.

[display-posts tag=”motogp-indonesia” posts_per_page=”4″]

Yang cukup mengkuatirkan adalah pemilihan GBK sebagai lokasi sirkuit. Kalau ini yang dipilih sudah pasti jenisnya adalah sirkuit jalan raya alias tidak permanen. Dari sisi biaya mungkin lebih murah dibanding bikin sirkuit permanen, namun lerlu dipikirkan juga jangka panjangnya. Pembangunan sirkuit permanen sangat dibutuhkan tidak hanya ketika event MotoGP berlangsung, namun pasca event juga masih akan dipakai untuk balapan-balapan kelas di bawahnya. Pengkaderan pembalap muda menjadi jawabannya. Semakin banyak sirkuit permanen jelas makin banyak kesempatan balapan di sirkuit sebenarnya yang akhirnya akan membuat pembalap terbiasa dengan suasana sirkuit berstandar internasional.

[display-posts tag=”sirkuit-sentul” posts_per_page=”4″]

Kalau boleh saran sebaiknya lokasinya masih di dekat Bandara Soekarno Hatta sebab inilah akses utama para tim MotoGP menuju sirkuit. Andai masih di Jakarta, sebenarnya beberapa waktu lalu Ahok selaku gubernur DKI pernah mengatakan akan membangun sirkuit berstandar Internasional di kawasan Jakarta Utara. Nah, itu bisa ditindak lanjuti. Atau kalau Jakarta sudah stuck dengan lokasi, bisa dialihkan ke wilayah penyangganya, bisa Tangerang, Bogor atau Bekasi. Namun, untuk wilayah-wilayah ini jelas tidak hanya sirkuit yang harus dibangun namun juga infrastruktur jalan raya. Jangan sampai para peserta MotoGP telat nyampe lokasi gara-gara macet. Gak lucu lagi…

Advertisements

7 Comments

Comments are closed.