Murka Di Facebook, Mending Instropeksi Ke Dalam Dulu Sih…

Pagi-pagi sempat blogwalking ke indobikermags dan rada-rada takjub dengan judul artikelnya Ketika Pak Abidin Murka… Weiks… Penasaran langsung masuk dan baca (jadi belajar kalau judul memang sangat penting setidaknya agar pembaca mau masuk dan membaca tidak hanya lihat judul saja). Dan, ternyata isinya beneran lho pak Abidin Yamaha Indonesia ngamuk-ngamuk di aku facebooknya. Nih skrinsutnya tak upload lagi di sini.

image

image

Nah, lengkap tuh kayak bisul yang mateng trus pecah. Agak kaget juga sih orang sekelas pak Abidin bisa terbawa emosi seperti itu. Mungkin emosi di atas adalah pelampiasan dari akumulasi kekesalan selama ini akibat “ulah” beberapa blogger yang cenderung selalu memojokkan produk Yamaha. Mungkin saja termasuk blog rideralam ini.

Tapi, yang perlu diketahui adalah komentar atau opini atau tulisan apapun sifatnya, baik memuji atau mengkritisi sebuah produk motor oleh blogger-blogger otomotif roda dua sangatlah sulit untuk dikontrol. Di jaman serba internet begini, akses sangat terbuka lebar, kebebasan berpendapat di artikel juga masih sangat longgar, rasa-rasanya untuk mengontrol atau menyetir pemberitaan sesuai keinginan pak Abidin juga sulit. Apalagi si blogger pake gadget beli sendiri, komputer laptop beli sendiri, paketan internet beli sendiri hingga memikirkan kata demi kata juga sendiri, apa hak orang lain ngatur-ngatur. Kira-kira begitu. Kecuali beliau mau mengeluarkan dana sangat besar mbayari blogger-blogger semua fasilitas ngeblognya, bolehlah ngamuk-ngamuk kalau masih menyerang produknya. Tapi, itupun tidak akan mutlak bisa 100% ngontrol, gak semua blogger bisa dibayar dan bisa “dipelihara”.

[display-posts tag=”ragam” posts_per_page=”4″]

Kekesalan pak Abidin di atas seperti menyiratkan ada something wrong di jajaran internal Yamaha. Bisa jadi mereka memang panik dengan marketshare yang makin nyungsep atau apalah mereka yang lebih paham. Jangan-jangan pak Abidin kurang paham dengan kondisi riil hubungan main dealer di daerah dengan para blogger di sana. Misalnya, tahu tidak bagaimana hubungan main dealer Yamaha Jawa Timur dengan blogger Jatimotoblog? Apakah baik-baik saja atau bagaimana. Ini misal lho ya…

Mengapa itu jadi penting? Penting sebab hubungan antara main dealer dengan blogger di sebuah daerah akan menentukan opini publik. Apalagi jika komunitas blogger di daerah tersebut solid. Blogger akan menulis apa adanya, bagus ya bilang bagus, jelek ya bilang jelek, kecuali blogger ternakan yang mau jelek atau sangat jelek tetap dibilang bagus. Artinya, jika blogger diundang untuk menghadiri sebuah peluncuran produk bahkan sampai diijinkan test ride, maka ketika si blogger menemukan kekurangan di produk itu dan kemudian dipublish di blognya, ya jangan tersinggung apalagi sampai memblacklist si blogger. Bukannya sudah resiko ketika produknya dipamerkan ke publik, ada yang mereview? Pak Abidin paham gak ya kondisi seperti itu?

Jangan-jangan selama ini Pak Abidin merasa beliau sudah bekerja keras membuat program agar produknya laku, termasuk bagaimana menghadapi opini konsumen di dunia maya, namun ternyata oleh Yamaha daerah tidak dilaksanakan program itu sehingga di daerah muncul friksi. Parahnya lagi jika beliau menerima laporan everything is good dari bawahannya, padahal kenyataannya tidak begitu. Emosi lah dia melihat kenyataan sebenarnya. Laporan bagus lha koq ternyata di kenyataannya malah bertentangan dengan laporan.

Contoh tentang NMax. Banyak blogger yang menulis soal kerasnya shock belakang NMax, sebab memang sudah menjadi fakta di lapangan bahwa shock belakang NMax keras. Termasuk RA sendiri ikut menulis soal itu. Jadi wajar jika informasi yang disampaikan cenderung seperti direncanakan dan diatur agar temanya kompak dan serempak karena faktanya memang begitu. Nah, jangan-jangan pak Abidin tidak mendapat informasi sebenarnya soal ini dari bawahannya, sehingga laporan yang masuk ke meja beliau everything is oke soal NMax. Ketika beliau menyadari ternyata banyak yang menulis soal kerasnya shock belakang NMax, jelas di kaget lha wong laporan yang dia terima itu tidak ada. Makanya, jadi penting untuk juga memantau blog-blog kecil yang walau kecil jumlahnya massive. Bukannya uang receh jika jumlahnya banyak juga berarti banyak?

[display-posts tag=”yamaha” posts_per_page=”4″]

RA jadi curiga kenapa Yamaha selama ini terkesan budeg. Jangan-jangan (jangan bosan dengan kata ini ya) ya karena laporan yang masuk ke pusat semuanya baik-baik saja padahal di lapangan tidak begitu. Wah kalau sudah begini berarti harus ada perombakan manajemen internal hingga tingkat daerah tuh. Halah sok tau gw…

Tapi RA setuju dengan kekesalan beliau soal blogger yang banyak mem-bully produk Yamaha. Sebab, mem-bully bukanlah tindakan elegan. Beda pendapat sangat diperbolehkan, tapi berbeda pendapat sampai mem-bully bukanlah jiwa blogger sebenarnya. Mengkritik boleh sebab kritik biasanya disertakan pendapat konstruktif namun mem-bully biasanya hanya menjelekkan tanpa memberi solusi, terlepas dari apakah solusi itu akan dipakai atau tidak.

Namun, overall terlepas dari baner tidaknya isi “kemurkaan” di atas, rasa-rasanya agak kurang pantas jika kekesalan seorang petinggi pabrikan besar menjadi konsumsi publik, apalagi di share di sebuah sosial media sekelas facebook. Ada baiknya instropeksi dulu ke dalam sebelum pihak luar mengetahui semuanya. Blogger juga kudu instropeksi nih, RA juga ah… Imho

Advertisements

19 Comments

  1. yamaha nyungsep ms nya salah satunya karna mo beli cash dipersulit 😛 jujur dulu sebelum beli vario pingin beli vixion tpi karna nggak bisa cash dan nggak suka modelnya nmp jadilah beli vario

    • bener setuju gue

      cash di yamaha itu SUSAH

      tapi udah mendingan ada online sekarang walaupun ai belom beli :v

      nunggu R15 yang kata om ane (salah satu bagian kepala produksi yamaha) udah DOHC 😀

  2. nmax itu yg dibully bukan shock nya yg keras

    tapi karena waktu itu ada 1 blogger yg sok tau yg bilang pas 1 blogger itu liat blognya om leo ttg VVA di nmax

    judulnya klo ga salah gini “VVA di NMAX ? lamunan yg terlalu tinggi alias ngimpi”

    nah dari situ banyak yg bully, om leo jg kena bully

    akhirnya nmax bneran pakai VVA duarrr ! tuh blogger jd HITS sesaat :v

    n banyak lagi kok kasusnya

  3. ya karena cuma blogger yang bisa ungkapkan plus minus pruduk ke dunia ayam.. kalau media resmi sih paling ngritik dikit takut ngak di undang acara makan2.. blogger mah apa adanya… tidak ada kepentingan.

  4. emang di dunia bloger nggak memakai kode etik jurnalistik kah…terus bisa membuat tulisan sebebas bebasnya…bebas tanpa batas karena memakai biaya sendiri…terus bagaimana pertanggungjawabannya tentang informasi yg ditulis kalau salah atau hanya berdasar opini pribadi

Comments are closed.