Yamaha Xabre Berknalpot Underbelly, Opsi Terbuka broo…

image

Yamaha baru saja merilis resmi naked bike bergaya riding supermoto, Xabre 150 ke pasar tanah air. Desain ekstrem menjadi kelebihan si kuda besi. Mulai dari headlamp yang antimainstream bentuknya, tangki yang tinggi hingga suspensi depan pertama pakai upside down untuk sport 150 cc pabrikan Jepang di tanah air. Namun, seperti biasa dibalik keistimewaan desain Xabre masih aja ada suara minor tentang desain knalpot. Banyak yang menyayangkan mengapa Yamaha tidak mengaplikasikan knalpot underbelly alias knalpot kolong untuk Xabre, alih-alih knalpot model konvensional milik R15.

Nah, rasa penasaran itu akhirnya terjawab, ya walaupun setelah terjawab bikin penasaran yang lain muncul. Adalah om kobayogas yang akhirnya menanyakan perihal knalpot underbelly Xabre ke petinggi Yamaha Indonesia di sesi tanya jawab sebelum test ride di Sentul Kecil kemarin, Senin (1/2).

KBY: Bentuk knalpot Yamaha Xabre mengambil milik Yamaha R15, mengapa tidak dibuat underbelly agar lebih selaras dengan desain secara keseluruhan?

DB/M: Prioritas development Yamaha Xabre memang lebih ke desain, sehingga untuk mesin termasuk knalpot prioritasnya masih dibawah desain. Plus jika dibuat underbelly, Xabre 150 tidak akan hadir disini hari ini, butuh waktu lama lagi. Masukannya ditampung.

Jawabannya soal timeline produksi hingga peluncuran si Xabre, bro. Kalau dengan knalpot model underbelly si Xabre gak bakal meluncur secepat saat ini. Jika ini dilakukan, yakni mendesain knalpot underbelly yang tentu saja tidak sekedar menyelusup-nyelusupkan batang knalpot begitu saja ke bawah jok motor, butuh perhitungan dari sisi aerodinamika dan sebagainya, maka Xabre masih akan menjadi hot rumor terus. Implikasinya adalah Yamaha akan beresiko makin kalah inovasi dari kompetitor yang mulai menggerogoti marketshare sport 150 cc. Ya, walaupun Xabre bukanlah penerus Vixion dari sisi penjualan, namun setidaknya jika cepat dikeluarkan akan memecah konsentrasi calon konsumen. Yang awalnya sudah yakin bakal beli produk kompetitor, jadi berpikir ulang setelah melihat Xabre meluncur. Apalagi ini masih awal tahun yang berarti masih panjang waktu untuk menggolkan target penjualan tahunan. Masih banyak waktu untuk Xabre berkontribusi.

[display-posts tag=”xabre” posts_per_page=”4″]

Namun, tentu saja bukan berarti hal di atas tanpa kelemahan. Banyak blogger sepakat kalau Xabre bukanlah pengganti Vixion di kelas naked sport 150 cc, keduanya akan saling mengisi dengan ceruk Xabre lebih kecil dibanding Vixion. Om 7leopold7 termasuk yang beropini seperti itu. Artinya, Yamaha tidaklah terlalu mengejar target tinggi penjualan Xabre, sehingga justru akan lebih baik lagi kalau sekalian saja Xabre dijadikan flagship naked sport 150 dengan segala kesempurnaan desain, termasuk desain knalpot underbelly. Xabre akan jadi makin ciamik, makin keren dan makin berkelas. Jika ini dilakukan, rasa-rasanya timing agak lama untuk diluncurkan juga gak akan terlalu bermasalah. Imho

Terbuka Kemungkinan Update Xabre Underbelly
image

Dari jawaban petinggi Yamaha Indonesia di atas, tidak menutup kemungkinan Xabre akan mengalami upgrade signifikan pada sisi knalpot. Ya, mungkin 2-3 tahun lagi, tidak secepat ganti striping misalnya. Tentu saja ini melihat situasi dan kondisi permintaan pasar. Jadi, Xabre underbelly? Nothing imposible

Advertisements

Comments are closed.