Meresahkan…!!! Komik Porno Dijual Bebas Kepada Santri TPQ Di Pasuruan

image
Ilustrasi komik dewasa Jepang

Warga Desa Madurejo, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan rrsah dengan ditemukannya peredaran komik berisi konten dewasa alias komik porno. Peredaran komik porno tersebut ternyata dijual bebas oleh pedagang asongan keliling yang ironisnya berjualan di Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Al Islah, Pasuruan.

Beredarnya komik porno tersebut diketahui oleh Ustadz Muji, salah seorang tenaga pengajar di TPQ tersebut. Ustadz Muji mendapatkannya dari salah seorang santrinya yang membeli dari pedagang keliling yang biasa mangkal di halaman Yayasan Al Islah Desa Wonorejo tersebut. Salah seorang warga setempat bernama Shobih Asrori mengatakan bahwa komik tersebut dijual oleh pedagang asongam keliling di halaman madrasah.

“Modelnya komik anak-anak, tapi salah satunya ada gambar porno adegan intim. Yang menjual semacam pedagang asongan keliling yang biasa berjualan di sekitar madrasah itu,” kata Shobih Asrori, Rabu, (03/02).

Sepintas komik yang dijual oleh para pedagang mainan tersebut tidak menunjukkan kejanggalan apapun, namun setelah dibuka dan dilihat isinya terdapat lembaran adegan porno seperti pemerkosaan dan juga hubungan layaknya suami istri yang dilakukan oleh para tokoh dalam kartun tersebut.

“Komiknya anak-anak, tapi ada gambar begituannya. Kan merusak anak-anak itu,” ujar Shobih.

[display-posts tag=”ragam” posts_per_page=”4″]

Komik berkonten pornografi tersebut ternyata komik dewasa Jepang. Entah dapat dari mana si pedagang, yang jelas ulah mereka sangat tidak bertanggung jawab. Timbul pertanyaan apakah si pedagang juga mengetahui isi komik tersebut atau tidak tahu menahu, pokoknya jualan? Miris seandainya mereka memang sudah tahu dan tetap dijual, bagaimana kalau anak mereka sendiri yang membelinya. Apalagi harga komik 20 halaman tersebut dijual murah 4 – 5 ribu Rupiah kepada anak-anak.

RA selaku orang tua sangat prihatin dengan kejadian ini. Pihak yayasan harus bekerjasama dengan pak RT dan kepolisian setempat untuk meminta keterangan si pedagang keliling tersebut perihal motif mereka jualan komik porno kepada anak-anak yang notabene generasi penerus bangsa. Jika ini dibiarkan, bangsa Indonesia terancam masa depannya. Kepada orang tua, bangunlah komunikasi yang intens dengan anak-anak kita tercinta. Dengarkan apa yang mereka ceritakan, tanyakan apa saja yang telah dibeli sepanjang di sekolah agar bahaya pornografi, radikalisasi hingga kekerasan bisa dideteksi sedini mungkin. Anak-anak kita adalah tanggung jawab kita. Hitam putihnya mereka bergantung usaha dan doa kita sebagai orang tua.

Sumber: elshinta.com

Advertisements

Comments are closed.