Jualan Tanpa Launching Dulu, Suzuki Gitu Lhoo…

image

Ada fenomena menarik yang terjadi akhir-akhir ini di jagad otomotif roda dua tanah air. Pelakunya adalah Suzuki dengan suspect Satria Injeksi. Apanya yang menarik? Strategi pemasarannya yang berbeda dibanding brand lain.

Jika selama ini brand seperti Yamaha, Honda bahkan Kawasaki dalam meluncurkan sebuah produk baru mesti menggunakan ritual seremonial peluncuran. Bisa di kalangan internal saja atau dengan besar-besaran mengundang pembalap MotoGP misalnya. Baru langkah selanjutnya menjual secara resmi produknya. Tapi, hal itu nampaknya tidak menarik bagi Suzuki.

Khusus untuk produk barunya, Satria Injeksi, Suzuki justru memilih jalan lain. Satria Injeksi hingga saat ini belum juga diluncurkan secara resmi. Bahkan, ketika mereka mengundang pembalap Suzuki Ecstar MotoGP, Aleix Espargaro, justru “hanya” dimanfaatkan untuk membuat iklan saja. Peluncurannya?

[display-posts tag=”satria-injeksi” posts_per_page=”4″]

Penjulannya sudah dimulai. Lho? Peluncuran belum, penjualan sudah. Sudah sampai konsumen malah. Apa yang terjadi dengan Suzuki? Sebenarnya sah-sah saja strategi model begitu dijalani. Selain irit biaya (seremoni peluncuran resmi bisa memakan biaya cukup besar) juga demi memuaskan “dahaga” konsumen yang ingin segera menikmati kedahsyatan si kuda besi.  Tapi, koq rada janggal ya. Bahkan pakar marketing Jatimotoblog dan pakar sotoshop asal Bali sepakat berpendapat ada sesuatu dengan Suzuki ini. Gerak cepat atau kehabisan dana?

Memang aneh si dengan Suzuki ini. Padahal Satria Injeksi sudah banyak yang paham baik wujud hingga spesifikasinya. Masyarakat juga sudah paham apa kelebihan si Satria injeksi ini dibanding rival. Apa susahnya memang untuk launching resmi. Jika memang dana menjadi kendala, adakan saja launching resmi dengan undangan terbatas. Kan masih pakai dana? Ya elaahh… hari gini mau serba gratisan, ngimpi!

[display-posts tag=”marketshare” posts_per_page=”4″]

Gebyar peluncuran sebuah produk jadi penting sebagai titik poin eksistensi sebuah produk. Apalagi di sini Suzuki sebagai pelakunya. Bukan meremehkan, namun nama Suzuki tidaklah secemerlang Yamaha apalagi Honda, sehingga jika pergerakan dilakukan diam-diam efeknya akan minimal. Honda tanpa rame-rame jualan pasti laku, lha Suzuki woro-woro saja belum tentu laris. Beda jika mereka melaunching besar-besaran. Bisa menjadi sebuah pengumuman ke khalayak “ini lho gw ada” sekaligus sebagai psywar bagi kompetitor. Imho

Advertisements

7 Comments

  1. Suzuki mencoba hal yang baru mas, dengan memanfaatkan media online, kalo sukses pasti ada pergeseran tapi kalo nggak sukses ya kembali ngiklan seperti biasanya

  2. Launching nya nunggu Aleix Espargaro..kemaren dijadwalin abis tes motogp Sepang tapi karena Suzuki motogp agak nemu banyak masalah pas test, Espargaro sama sama Vinales ke Jepang dulu ngetes motor di wind tunnel..abis itu ada tes Australia..sebelum ke Aussie, Espargaro keknya mampir indo buat launching..karena udah pada bocor semua n motor udah pada di distribusi ke dealer..dan dealernya udah gatel pengen jualan ya mau ga mau..

Comments are closed.