Keberadaan Kopilot Super Tucano Masih Misterius, Diduga Selamatkan Diri Dengan Kursi Pelontar!

image
Super Tucano

Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Marsekal Pertama Djoko Senoputra, mengatakan Tim SAR hingga kini terus mencari satu penumpang Super Tucano yang masih hilang. Penumpang tersebut atas nama Syaiful, kopilot Super Tucano.

Keberadaan Syaiful memang masih misterius. Sebab di lokasi jatuhnya pesawat hanya pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah yang ditemukan dalam keadaan tewas. Dugaan sementara adalah Syaiful selamat dengan menggunakan kursi pelontar.

[display-posts tag=”ragam” posts_per_page=”4″]

Indikasi Syaiful selamat, menurut Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Mayor Sus Hamdi Londong Allo SS, terlihat dari kursi Syaiful yang kosong saat bangkai pesawat dievakuasi. Selain itu, parasut tanpa awak juga sebelumnya ditemukan di Jalan Ikan Tombro, Lowokwaru, Kota Malang.

“Satu orang berhasil eject, belum ditemukan,” kata Djoko Senoputra kepada CNNIndonesia.com. Eject yang ia maksud ialah keluar dari pesawat dengan kursi pelontar. Menurut Djoko, hanya ada dua orang yang berada dalam pesawat Super Tucano itu, yakni pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan kopilot atau teknisi mesin Syaiful.

Super Tucano Jatuh Di Rumah Warga

Seperti diketahui, pesawat Super Tucano jatuh menimpa rumah warga usai menjalani perawatan. Super Tucano ditemukan menimpa rumah warga pada pukul 10.07 WIB setelah hilang kontak 10 menit sebelumnya, pukul 09.57 WIB. Pesawat jatuh di permukiman padat penduduk tak jauh dari Lanud Abdul Rachman Saleh. Tiga orang tewas akibat insiden tersebut yakni pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan dua orang warga sipil yang berada di dalam rumah. Sedangkan keberadaan kopilot sekaligus teknisi Syaiful masih terus dicari.

Advertisements

9 Comments

Comments are closed.