Ini Skenario Rio Haryanto Jika Negara Tetap Pelit Membantunya Berlaga Di Formula One!

ktm indonesia

image

Upaya Rio Haryanto untuk berlaga di ajang Formula One terancam gagal. Dana menjadi handicap yang sampai saat ini masih menjadi kendala utama. Pemerintah telah membantu namun jumlahnya masih jauh daridana minimal yang dibutuhkan Rio untuk berlaga semusim penuh di tim Manor Racing.

Rio diharuskan membayar 15 juta euro atau Rp 228 miliar kepada Manor. Ini adalah biaya operasional balapan selama setahun. Duit 15 juta euro itu akan dibayar dalam lima kali cicilan. Setoran pertama, sebesar 3 juta euro, harus dibayar Rio setidaknya sebelum Manor memulai latihan musim ini, yaitu pada 21 Februari 2016.

Saat ini baru BUMN Pertamina yang menyanggupi mengucurkan dana sebesar 5 juta dollar Amerika. Artinya, Rio masih butuh 10 juta dollar lagi untuk mengunci posisinya di Manor. Sebuah angka nominal yang sangat besar namun menjadi kecil jika melihat efeknya mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Bendera merah putih akan berkibar jika Rio bisa meraih prestasi.

[display-posts tag=”f1″ posts_per_page=”4″]

Menyadari peluangnya berlaga di F1 menipis, Rio mencoba mencari alternatif lain agar bisa tetap berkompetisi di F1. Jika dana yang dibutuhkan tidak tersedia penuh, maka skenario yang bisa dilakukan adalah Rio tetap akan membalap di F1 namun hanya di beberapa seri saja sesuai kemampuannya membayar tim.

“Itu bisa terjadi dan sudah pernah dialami beberapa pembalap di Formula 1,” kata Rio. “Tapi mudah-mudahan bisa finis semusim penuh agar ke depannnya saya lebih berpengalaman. Dengan tampil semusim penuh, kesempatan mendapatkan tawaran dari tim-tim yang lain akan lebih besar.”

Sebenarnya Manor masih memprioritaskan Rio untuk mengisi satu kursi kosong mereka. Buktinya pada 11 Februari lalu Direktur Pelaksana Manor Abdulla Boulsien datang ke Jakarta untuk menemui Rio dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

[display-posts tag=”rio-haryanto” posts_per_page=”4″]

Duuhh… Demi membela negara anak bangsa sampai harus mengemis-ngemis untuk mendapatkan dana yang tidaklah besar untuk sebuah pride alias kebanggaan nasionalisme bangsa di kancah internasional. BUMN-BUMN kenapa pada buta dan tuli dengan nasib Rio. Hei… Ini lho ada anak bangsamu yang akan mengharumkan negerimu, kamu hanya tinggal bantu dana, selebihnya serahkan pada dia yang dipastikan akan berjuang mati-matian membela bendera merah putih agar bisa berkibar di dunia. Masak 10 juta dollar saja gak mampu. Kemana itu 10 orang paling kaya di Indonesia, kemana itu para pejabat negara yang sudah menghisap uang rakyat, saatnya kini kalian menebus kesalahan itu.

Jadi gregetan deh… Sudah MotoGP bakal gagal, ini Rio juga sangat besar kemungkinan gagal pula meraih mimpi. Masalahnya sama pula yakni dana dan kemauan pejabat negeri ini untuk mengharumkan nama Indonesia yang sangat kecil. Masak kita rakyat kecil ini yang harus mengumpulkan koin demi nasionalisme? Ah…

Update:
Rio dikabarkan oleh Menpora dipastikan akan ikut balapan F1 musim ini. Sumbernya. Semoga pasti, bukan php ya…

Advertisements

5 Comments

Comments are closed.