Hadeeuuuhh… Si Oknum Polisi Berulah Lagi, Kali Ini Malah Nonjok Seorang Ibu Di Depan Anaknya

Entah mau sampai kapan pemberitaan ulah polisi bernama si oknum yang terus saja meresahkan warga. Muaranya selalu di tindakan penilangan yang akhirnya muncul akses kekecewaan warga. Terkini tengah menjadi viral di sosial media seorang ibu yang curhat usai ditonjok oleh oknum polisi.

surat laporan pengaduan

Ceritanya berlokasi di Klaten, saat hendak mengantar sang anak yang kebetulan sekolahnya berada di sebelah kanan jalan. Namun berhubung di depan ada razia, si ibu pelan-pean melipir ke kiri jalan melewati tempat razia. Ternyata ketika melewati tempat razia beliau ditonjok seorang polisi bernama Sriyanto. Padahal si ibu telah mengaku pelan-pelan melewatinya. Tonjokan si oknum mengenai helm si ibu. Namun, si pelaku justru tidak mau minta maaf malah menantang si ibu melaporkannya. Yang disesalkan adalah kejadian pemukulan dilakukan tepat di depan anak kecil yang masih berusia 2,3 tahun.

Berikut curhatan si ibu di facebook yang RA ambil dari grup Klithikan Karesidenan Solo.

curahan hati saya seorang ibu ditonjok polisi di hadapan anak balita (2,3 th) rifat namanya
tgl 15-02-2016
aq pagi jam 7 an ke RS kontrol sama anak saya (rifat) jam 9 an selesai dari RS aq langsung antar rifat (anak saya) sekolah di Alhasna . dr arah kota mampir di alfamart bendo gantungan klaten beli bekal sekolah rifat . keluar dr alfamart jalanan kosong saya ambil jalur mepet kanan karena sekolahan rifat kanan jalan. Aq liat didepan ada operasi kendaraan bermotor didepan ilham brajan. aq sambil boncengin rifat aq ati2 belok motor pelan ke kiri karena kiri penuh mobil lewat penuh di tempat razia polisi di laksanakan. pas di pembatas operasi saya masih pelan dan langsung di TONJOK bpk sriyanto kearah kepala kena helm saya (aq sentak bilang ama pak sriyanto jangan pakai tonjok dan tangan maju , nasehati saja bila saya salah ) sambil pegang dompet da tunjukin sim, stnk saya kepada polisi di depan saya. (polisi itu bilang sabar buk sabar…. maaf ya) saya bilang saya buru2 urusin anak pak , saya dr RS . trus saya lurus antar anak saya ke sekolah.


aq balik minta penjelasan kpd pak sriyanto kenapa tonjok saya . da pak sriyanto bilang ” klo gak terima laporkan saja nama saya ini (sambil tunjukin nama) pangkat saya ini (sambil tunjukin pangkat) dan aq bilang sombong sekali bapak dg jabatan dan pangkat . suatu saat anda purna apa anda akan sombong spt sekarang ?? didepan anak kecil tonjok seorg ibu apa itu sikap polisi yg melindungi dan mengayomi warganya bukan kekerasan. tp lagi2 malah pak sriyanto sombong dg berkata (silahkan laporkan saya ) . polisi lain dekati saya bilang : sabar buk sabar . polisi juga manusia . kami satuan anggota ini minta maaf kepada ibuk . smoga anak ibu cepat sembuh . sabar buk sabar. tp pak sriyanto polisi yg tonjok saya malah bilang klo gak terima laporkan saja dg nada sombong pangkat dan bilang sita saja sita . tp polisi lain bilang minta maaf dan sabar buk sabar. saya bilang : bpk gak salah knapa minta maaf seharusnya yg minta maaf pk sriyanto yg tonjok saya .lalu saya pulang dg nangis tersesak sesak . anak saya juga dirumah gak bisa tidur nyenyak merasa ketakutan.

Entah mengapa si polisi memperlakukan warga seperti itu. Apakah ia tidak punya istri yang bisa saja mendapat perlakuan serupa di jalan. Atau jangan-jangan si bapak lagi stress tidak mendapat “jatah” di rumah. Yang jelas, tindakan si oknum sangat tidak mencerminkan tugas dan fungsi polisi yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.

Janganlah mentang-mentang sedang punya jabatan, punya kuasa di jalan, berseragam malah semena-mena. Semua itu hanya titipan. Yang kita jaga adalah apa yang akan kita alami setelah semua titipan itu pergi.

Kita tunggu saja apa respon resmi kepolisian dengan kasus ini.

Advertisements

8 Comments

  1. Si oknum memang salah telah melakukan pemukulan tapi liat lagi si IBU udah tahu ada operasi kena melawan arus…. otaknya dmn apa jangan – jangan si IBU cari gara2 atau bisa jadi sim yang dia punya sim yg dia punya tidak lewat tes melainkan lewat jalur cepat alias bantuan calo….. si IBU perlu belajar lagi tentang aturan dan tanpa sadar dia mengajari anaknya untuk melanggar hukum….. jgn hanya menyalahkan satu pihak tp luat dulu permasalahannya. … dan belum tentu kalian2 bisa menjalankan tugas para polisi….. yang kalian tahu hanya kesalahannya saja yang baiknya kalian cuma diam…. so pikir lagi kl komentar dalam suatu permasalahan

Comments are closed.