2 Tewas Dalam Balapan Bupati Sidoarjo Cup, Kejadian Yang Selalu Berulang Di Negeri Ini!!!!

ktm indonesia

Entah mau sampai kapan kejadian tragis di dunia balap tanah air akan berlangsung. Kabar terkini dari rekan Jatimotoblog yang meliput Kejuaraan Road Race Bupati Sidoarjo Cup Supermoto menyebutkan jika balapan di sirkuit dadakan itu telah memakan korban jiwa sebanyak 2 orang dan 3 lainnya luka-luka.

Kronologi kejadian ditulis oleh motorrio usai meliput sebagai berikut:

Sepengetahuan MR, kronologisnya kurang lebih seperti ini: sesaat setelah melalui U turn sekitar 300 m setelah garis start, Andy langsung gas pol motornya, dan sepertinya mungkin ada yg salah dengan motornya atau mencoba melihat seberapa jauh motor lawan dibelakangnya, konsentrasinya terpecah, dan selang beberapa milidetik, motor Yamaha Jupiter yang melaju dengan kecepatan tinggi itu langsung menghantam pagar pembatas, nahasnya helm Andy menabrak ujung pagar besinya!!

Andy langsung tersimpuh dan kepala yang masih berhelm menunduk kebawah sampai terengah-engah!!
MR awalnya menduga kaki atau tangannya patah, namun ternyata jauh lebih horor…..dahi Andy bolong dan mulai mengucurkan darah yang membasahi visor helmnya dan mengalir deras ke aspal!!!

Seketika itu juga penonton mencoba menolongnya, namun pihak panitia tidak ada yang berada didekat lokasi insiden, walhasil butuh waktu untuk berlari ke lokasi. Parahnya lagi pihak panitia tidak menaruh ambulans maupun tandu di beberapa titik di sirkuit dadakan ini, hanya ada di dekat start-finish line saja, astagaaa!!!

Andy sempat terengah-engah meregang nyawa sekitar 15 menit-an sambil lukanya ditutupi oleh kru tim, namun darah tetap mengalir deras!! Saat tandu tiba, kondisi Andy sudah parah, dan kabar terakhir saat MR pulang dan melewati pick up yang membawa motornya, MR mendapat kabar kalau Andy meninggal dunia…innalillahi wa innalillahi rojiuunn….

image

Ngeri bro, RA yang tidak melihat langsung kejadian saja sudah bisa membayangkan bagaimana paniknya kondisi pasca insiden, apalagi MR yang baru pertama kali meliput langsung menyaksikan banyak tubuh bergelimpangan. Dan ternyata tidak sampai disitu, di seri Supermoto korban kembali jatuh kali ini adalah penonton yang nekad menyeberang ketika balapan masih berlangsung. Alhasil tubuhnya disambar motor-motor berpower besar. Meninggal di lokasi.

Entah apa yang terjadi dengan negeri ini. Banyak kejadian sama terus berulang tanpa pernah bisa dan mau mencegahnya. Sudah rahasia umum jika balapan lokal nyaris selalu di sirkuit pasar senggol. Sirkuit dadakan yang berasal dari jalan raya yang diberi ban agar terlihat sebagai sirkuit. Masih hangat di ingatan bagaimana seorang penonton balapan sejenis di Ponorogo tewas usai terkena magnet motor yang terlepas atau kejadian di Sulawesi dimana seorang pembalap muda harus meregang nyawa di lintasan.

Jika membaca komentar rekan-rekan yang meliput sepertinya untuk kejadian di Sidoarjo ini akibat ketidakcakapan panitia dalam menyelenggarakan sebuah even balap resmi yang memang sangat beresiko dengan nyawa. Misalnya,

1. Ketiadaan ambulans yang stand bye di beberapa titik sirkuit. Menurut MR ambulans hanya ada di titik start

2. Ketidaksiapan tim medis menghadapi kejadian atau insiden. Padahal balapan sangat rentan akan insiden kecelakaan. Hal ini terbukti dari penanganan almarhum Andi CK yang baru 20 menit usai insiden ditangani. Telat!

3. Sirkuit yang tidak memenuhi syarat. Ini sebenarnya masalah klasik. Indonesia itu tinggi akan peminat balapnya sehingga banyak even untuk mengakomodir itu dengan asal-asalan. Disulaplah jalan raya menjadi sirkuit pasar senggol hanya dengan modal ban bekas dan pagar minimalis.

Yang bikin ironis juga adalah balapan itu bernama Bupati Sidoarjo Cup. Ini bisa diartikan bahwa event tersebut selain resmi juga sudah diketahui Bupati terkait, paling tidak ada tim dari Bupati yang meninjau lokasi sehingga bisa memberikan rekomendasi apakah event itu layak atau tidak menyandang nama Bupati Cup. Sebab, jika sudah begini kejadiannya ada korban tewas, seharusnya tidak hanya panitia yang bertanggung jawab, namun Bupati Sidoarjo juga harus bertanggung jawab. Bagaimana?

Ke depan, sebaiknya jika memang hendak mengadakan even balap pastikan sirkuit memang aman dari sisi aspal maupun pagar pengaman untuk penonton. Pastikan juga peserta sesuai regulasi yang dibuat panitia, misal syarat maksimal motor 250 cc, ya jangan menerima motor 450 cc. Selain itu, siagakan tim medis sebanyak mungkin di beberapa titik sirkuit beserta ambulans. Jika semua itu dirasa berat untuk disiapkan, tidak usahlah sok-sok-an menyelenggarakan balapan, walaupun keuntungan finansial besar sudah di depan mata. Mosok nyawa ditukar uang…

Bagi tim dan pembalap, okelah pengalaman bertanding semakin sering akan semakin baik bagi pembalap dan mekanik dalam hal meningkatkan skill. Namun, ada baiknya jika bermaksud mengikuti even balap di daerah pastikan keselamatan pembalapnya menjadi prioritas. Bentuklah tim safety race yang tugasnya menganalisa kondisi sirkuit sebelum sang pembalap berlaga. Jika dirasa membahayakan, kenapa tidak untuk dibatalkan keikutsertaannya. Lebih baik gagal bertanding sekali daripada dipaksakan namun malah gak bakal bisa bertanding selamanya.

Advertisements

Comments are closed.