Kursi Rio Haryanto Aman Hingga Tengah Musim, Selanjutnya Terserah Bangsa Ini!

ktm indonesia
image
Rio Haryanto satu-satunya pembalap Indonesia dan Asia di F1 tahun ini

Akhirnya Indonesia punya pembalap di ajang sekelas Formula One (F1) pada sosok bernama Rio Haryanto (23 tahun). Setelah membayar uang muka 3 juta dollar Amerika, akhirnya Rio mendapat kursi di tim Manor Racing. Dan Rio-pun sudah melakukan debutnya bersama tim yang bermarkas di Inggris itu kemarin saat tes pramusim perdana F1 di sirkuit Catalunya, Barcelona Spanyol. Namun, walau sudah mendapat kursi, posisi Rio di Manor Racing sebenarnya tidaklah aman 100%.

Rio masih bisa terdepak dari tim berlivery mirip metromini itu. Penyebabnya adalah kembali soal finansial. Rio dan manajemen masih punya beban sisa dana yang harus dibayarkan ke tim Manor sebesar 7,5 juta dolar Amerika agar bisa terus membalap hingga akhir musim. Posisi Rio saat ini memang aman, namun itu hanya hingga tengah musim saja.

[display-posts tag=”rio-haryanto” posts_per_page=”4″]

“Sebenarnya masih dalam posisi aman untuk Rio, karena dengan sisa kekurangan sebesar 7,5 juta euro tersebut Rio (setidaknya) bisa mengikuti separuh musim. Dia juga masih punya waktu untuk mengejar kekurangannya dari tempat lain,” kata Wianda dalam pertemuan dengan wartawan di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat (26/2) demikian pernyataan Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro saat ditanya deadline pembayaran sisa dana Rio ke Manor dikutip dari detikcom.

image
Baru Pertamina yang ada di mobil Manor Rio

Sedangkan seperti yang kita ketahui, hingga saat ini baru Pertamina yang memberikan bantuan konkret untuk Rio. Pemerintah dan pihak lain masih terus ditunggu realisasinya untuk membantu pendanaan Rio. Pihak manajemen Rio masih menunggu realisasi janji Menpora yang akan menggunakan dana dari APBN. Selain itu Rio juga menunggu langkah konkret dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dalam statement-nya siap membantu dengan mengambil dana promosi pariwisata Indonesia. Dua kementerian itu harus segera merealisasikan janjinya sebab di luar sana sudah ada pihak asing yang siap mendanai Rio.

Selain Pertamina, sebenarnya Indonesia masih punya BUMN yang besar yang rasa-rasanya kalau hanya mengeluarkan dana 100 miliar Rupiah bukanlah hal berat, sebut saja Bank-Bank plat merah seperti BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI yang secara finansial sudah mapan. Tinggal bagaimana mereka menganggap posisi Rio saat ini. Duta bangsa di dunia Internasional atau hanya dianggap sebagai atlet biasa layaknya atlet-atlet Indonesia selama ini, diabaikan. Mosok mendanai tim-tim Liga Inggris saja bisa, koq yang satu ini tutup mata.

image
Bank BNI sponsori Chelsea

Kita juga menunggu apakah BUMN sekelas Garuda Indonesia akan sudi meneruskan investasi globalnya dengan membiayai Rio. Apalagi kabarnya mereka akan menghentikan sponsorsip untuk tim Liga Inggris Liverpool tengah tahun ini. Masa dananya tidak mau dialihkan ke Rio Haryanto. Padahal seharusnya Garuda Indonesia sangat punya kepentingan dengan Rio yang berlaga di sirkuit-sirkuit seluruh dunia yang berarti media promosi yang pas bagi Garuda untuk mengembangkan sayapnya di dunia.

image
Garuda Indonesia akan hentikan sponsori Liverpool, alihkan ke Rio dong

Dari pihak swasta juga harus diketuk nasionalismenya nih. Bank BCA sebagai bank swasta terbesar dengan omset triliunan Rupiah tiap tahun harus disenggol agar mau mengeluarkan dana yang paling hanya sebesar 1-2% dari keuntungan bersihnya. Masa hanya cari untung terus dari rakyat Indonesia, sekali-kali lah bantuin anak negeri ini berprestasi di dunia. Ngasih hadiah miliaran bisa, bantuin Rio masa gak mau. Atau bagaimana kalau kita ketuk hati petinggi-petinggi perusahaan sekelas Astra Motor Internasional. Helloo… Kalian selalu meraup untung dari konsumtifnya rakyat negeri ini, saatnya untuk membalas jasa dengan peduli terhadap Rio Haryanto.

[display-posts category=”ragam” posts_per_page=”4″]

image
Malaysia paling getol ingin danai Rio, Indonesia?

Ayolah… pemerintah dan swasta harus merapatkan barisan. Rio Haryanto ini adalah aset negeri. Dialah satu-satunya orang yang punya jalan, punya akses ke dunia luar untuk membuat nama Indonesia berkibar, bro tentu saja via F1. Jangan biarkan Ia berjuang sendirian, jangan biarkan konsentrasinya buyar hanya gara-gara mikirin dana, biarkan Ia mencetak sejarah demi sejarah bagi bangsa ini, tugas kita di belakang mensupportnya, mendanainya dan melindunginya dari pihak-pihak luar yang juga ingin meraup untung dari kiprahnya di F1. Ingat, di F1 tahun ini Rio Haryanto tidak saja menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang beradu skill di ajang balap jet darat itu, namun juga satu-satunya orang Asia yang berlaga. So, bisa dibayangkan betapa pentingnya posisi Rio di mata negara-negara Asia untuk menaikkan level negara mereka dengan cara membantu pendanaannya plus bonus nama negaranya ikut dipromosikan. Masa pembalap Indonesia yang ambil untung justru negara lain. Indonesia, c’mon wake up, bro! Masih ada waktuk koq untuk bergerak “selamatkan” aset bangsa ini.

Advertisements

Comments are closed.