Lagi Ramai Di Internet, Hardcopy Skripsi Dibuang Pihak Kampus Di Makasar… Netizen Geram!

ktm indonesia

skripsi dibuang5

Hardcopy skripsi tampak banyak berserakan di sebuah gedung yang diduga sebuah perpustakaan kampus di Makasar. Skripsi-skripsi itu nampaknya sengaja dibuang sebab tampak dua orang yang mengangkut dan memasukkannya ke dalam karung. Kemudian dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka. 

Jika dilihat lebih dekat, skripsi-skripsi itu berasal dari sebuah kampus di Makasar. Tidak diketahui apa maksud dibuangnya skripsi-skripsi yang merupakan hasil kerja keras mahasiswa untuk lulus mendapat gelar sarjana.

skripsi dibuang3

skripsi dibuang6

Gambar-gambar tersebut diunggah ke media sosial oleh akun facebook Otodidak. Sehingga langsung menghadirkan respon dari netizen. Seperti yang ditulis akun Bayhaki Keyzanet yang mengatakan “MIRIS sekali padahal membuatnya DEngan SUSAH PAYAH….”. Akun Abid juga mengatakan “kalau begitu sekarang bikin peraturan baru aja, kuliah nggak usah pakai nulis skripsi, mahasiswa seneng bisa cepet lulus, kampus juga seneng nggak perlu nyimpen ribuan skripsi yang mangkrak gak dibaca…”

Akun Lisa Vonclair bahkan sampai akan menghubungi kampusnya seteah melihat foto-foto di atas. “Kalo skripsi saya kena digituin sih… tetep aja sakit ati cry emoticonbiaya cetak mahal, proses bikin hardcover aja uda ribet print ber kali2 kalo ada revisi. Selain itu juga saya bikin skripsi saya berwarna. Dan di dalamnya ada gambar2 yg saya buat. Gara2 liat post ini, saya jadi mau kontak tempat kuliah saya frown”

Tetapi, akun dengan nama Quraisy Mathar membantah telah membuang ribuan skripsi tersebut. Dia mengklaim sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembuangan skripsi-skripsi tersebut. Menurutnya, kata yang lebih tepat adalah menyiangi.

“Kebijakan ini bukan utk membuang skripsi, melainkan menyiangi (selving). Setiap tahun pasca 2010, kita menerima lebih dari 7000an karya ilmiah (belum termasuk makalah dan hasil penelitian. Koleksi tsb ditempatkan di lantai 4. Jika 4 tahun ke depan tdk kita siangi dari sekarang, maka karya ilmiah yg sekarang masih di rak, plus 34.000an yang akan masuk. Maka ada resiko over load koleksi. Kebijakan menyiangi tdk berarti memusnahkan hasil kerja ilmiah seluruh penulis (khususnya adik mahasiswa). Kami hanya menyiangi fisiknya setelah mengkonversi ke file pdf dan insyaAllah akan bisa diakses via website perpustakaan. Jadi tenanglah dinda, karya kalian tentu tdk akan dibuang, hanya dialih mediakan. Skripsi adinda semua sebetulnya juga ada di fakultas dan jurusan, namun biasanya tak dikelola dgn baik. Penyiangan di UPT Perpustakaan insyaAllah juga menjadi awal pemberdayaan perpustakaan fakultas secara lebih optimal, khususnya uyk layanan karya ilmiah.”

skripsi dibuang4

Namun, penjelasan tersebut masih juga ditanggapi dengan agak sinis. jika skripsi digital adalah solusi agar pengelolaan arsip lebih mudah, mengapa selama ini pihak kampus masih menerapkan kebijakan penggarapan skripsi dengan menggunakan kertas. Jika pada akhirnya dibuang, bukankah itu mubazir?

Heemm… sebagai orang yang pernah menjadi mahasiswa, juga pernah membuat skripsi dengan sebenar-benarnya, juga pernah bahkan sering menghadap dosen hanya untuk nge-draft, memang penampakan gambar di atas bikin miris, bro. Namun, kuaitas kita tidak akan berkurang hanya gara-gara skrpsi kita dibakar, dibuang atau dimusnahkan. Cmiiw

Advertisements

9 Comments

  1. Kalo gak dibuang atau dijual bisa penuh tuh kampus haha
    Kalo di kampus saya dulu ada softcopy nya, bisa diakses oleh umum malah via website.

  2. biasa aja sih..
    di kampus ane ngumpulinnya juga trmasuk softcopy nya yg bisa mudah diakses..
    mungkin suatu saat skripsi bentuknya softcopy saja..
    go green 😀

Comments are closed.