Regulasi Penalti Poin Diubah, Kesempatan Buat Curang Makin Banyak!

image

Regulasi baru MotoGP 2016 ternyata tidak hanya menyasar sisi teknis motor, namun juga hingga ke aturan hukuman penalti poin. Seperti yang baru diumumkan oleh FIM bahwa sanksi penalti poin akan berubah mulai musim ini.

Jika sebelumnya penalti poin ada 3 tahap yakni 4 poin, 7 poin dan klimaksnya 10 poin dengan sanksi berbeda, maka mulai tahun ini dua tahap awal yakni 4 poin dan 7 poin resmi dihilangkan. Sanksi penalti hanya berlaku untuk akumulasi 10 poin. Perubahan kedua menyangkut masa berlaku penalti poin. Jika sebelumnya berlaku full 2 musim berjalan, maka edisi terbaru hanya selama 1 tahun.

Perubahan regulasi penalti poin ini tidak lepas dari kontroversinya musim 2015 lalu. Kita ingat bagaimana seorang Valentino Rossi harus mendapat sanksi 3 penalti poin usai “menjatuhkan” Marc Marquez di Sepang, sehingga dengan tambahan poin itu Rossi sudah mendapat 4 penalti poin, artinya di seri berikutnya Ia harus start dari posisi buncit sesuai sanksi yang berlaku untuk akumulasi 4 poin. Gara-gara kondisi itulah, Rossi harus rela gelar juara dunia yang sudah di depan mata direbut rekan setimnya Jorge Lorenzo. Sebuah kondisi yang akhirnya membuat hubungan Rossi – Lorenzo memburuk dan Rossi – Marquez menjadi musuh bebuyutan setelah sebelum insiden saling mengagumi.

Dorna dan FIM nampaknya membaca situasi tersebut. Sehingga untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, diubahlah regulasi penalti poin seperti di atas. Seperti yang sudah-sudah, tentu saja ada baik dan buruknya perubahan regulasi ini.

Yang jelas, jika kondisi serupa terjadi di musim ini, perubahan regulasi akan membuat pembalap masih punya kesempatan untuk bertarung dengan adil di seri-seri penentu.

Regulasi Baru Bikin Kecurangan Makin Sering Terjadi?

Namun, perubahan ini juga membuat para pembalap merasa “aman” untuk melakukan kecurangan-kecurangan kecil. Misalnya menghambat laju pembalap lain dengan melaju pelan di racing line pembalap tersebut saat kualifikasi, akibatnya si pembalap yang dicurangi jadi tidak bisa membuat laptime tercepat. Sanksi seperti ini jika mengacu pada apa yang dilakukan Rossi di Misano saat menghambat laju Lorenzo adalah 1 penalti poin, maka pembalap punya kesempatan yang banyak untuk melakukan hal serupa. Lha wong masih harus mengumpulkan 10 penalti poin baru hukuman diberikan.

Kalau boleh berpendapat, seharusnya biarkan saja regulasi penalti poin tetap berlaku seperti sedia kala. 4 poin start paling belakang, 7 poin start di pit lane dan 10 poin dilarang start namun FIM ataupun Dorna atau siapapun yang memberikan hukuman lebih ketat dalam menjatuhkan besaran penalti poin. Hal ini untuk membuat pembalap tetap selalu waspada dan fair play. Imho

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. [MotoGP] Dendam Rossi pada Marquez, Akankah Membuat MotoGP Semakin Seru ? | motorgoodness

Comments are closed.