Gara-Gara Tanya Honor Yang Tiga Tahun Gak Dibayarkan, Guru Honorer Ini Dipecat Kepala Sekolah!

image
Ilustrasi Guru

Lagi ramai kabar dipecatnya seorang guru honorer di sebuah sekolah dasar gara-gara hanya bertanya honornya yang tiga tahun belum dibayarkan. Adalah Adi Meliyati Tameno, seorang sang guru honorer di SDN Oefafi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami nasib buruk itu.

Kronologinya adalah Adi mengirim sms ke bendahara dana BOS sekolah menanyakan perihal gajinya yang sudah 3 tahun belum dibayarkan. Ternyata sms itu diteruskan ke kepala sekolah. Namun, bukan mendapat jawaban yang diharapkan, Adi justru dipanggil kepala sekolah keesokan harinya dan tanpa ba bi bu si kepala sekolah memecatnya.

“SMS saya yang tujuannya kepada bendahara rupanya diteruskan kepada kepala sekolah sebagai pimpinan saya. Karena marah, keesokan harinya kepala sekolah mendatangi sekolah sambil marah-marah dan langsung melakukan pemecatan, tanpa melalui rapat ataupun dengan menggunakan surat tertulis,” kata Adi.

Kepada sejumlah wartawan, Sabtu (5/3/2016), Adi mengatakan selama tujuh tahun lamanya ia mengajar di sekolah itu. Ia biasa menerima gaji Rp 250.000 per bulan dan diterima setiap triwulan. Namun sejak kepala sekolah dihanti tiga tahun lalu, dia tidak pernah menerima haknya. Dia mengaku tidak bermaksud menyinggung perasaan kepala sekolah ataupun bendahara. Ia hanya bermaksud untuk meminta haknya selama tiga tahun.

Tidak hanya diberhentikan, rupanya Adi juga dilaporkan ke Kepolisian Resor Kupang oleh si kepala sekolah dengan tuduhan pencemaran nama baik. Byuuhh…

Sementara itu, Bendahara SDN Oefafi Aristus Benu mengaku sejak tiga bulan ini tidak pernah ada pembayaran honor ataupun insentif kepada guru honorer. 

Padahal, menurut dia, sejak adanya dana BOS, biasanya mereka menerima Rp 17,5 juta untuk setiap tiga bulan. 

Menurut dia, di sekolah tersebut terdapat tiga orang pegawai negeri sipil dan dua guru honorer. Kedua guru honorer ini tidak pernah diberikan upah karena semua dana BOS dikelola oleh kepala sekolah dan masuk ke rekening kepala sekolah.

Kasus ini sudah diketahui Bupati Kupang Ayub Titu Eki dan telah berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan setempat untuk tindakn selanjutnya. Kita tunggu saja bro apa yang akan dialami Adi dan kepala sekolah yang sewenang-wenang itu. Semoga ada jalan keluar yang baik untuk semuanya.

Credit: kompas

Advertisements

Comments are closed.