Pengakuan Mengejutkan ABK Rafelia II Sebelum Kapal Tenggelam!

image

Tenggelamnya kapal Rafelia II menyisakan pertanyaan apa yang menjadi penyebab tenggelamnya Rafelia II di Selat Bali yang kala itu bercuaca cerah. Hingga kini pihak berwenang masih terus menelusuri penyebabnya. Namun, dari penuturan Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat terungkap dua hal mengejutkan.

Ali Imron, Mualim 2 KMP Rafelia II saat diperiksa oleh penyidik Satpolair Banyuwangi menjelaskan jika seluruh truk tronton yang diangkut oleh KMP Rafelia II tidak dilakukan pengamanan berupa tali pengikat. Padahal memberikan pengamanan pengait di masing-masing kendaraan besar seperti tronton adalah salah satu SOP yang harus dikerjakan.

“Muatan memang tidak pernah di lasing (diberi pengikat tali di masing-masing sisi kendaraan besar). Saat kejadian juga kendaraan besar tidak ada yang di lasing,”¬†ujar Ali

Sementara itu Kelasi KMP Rafelia II, Martha Tri Handoko menambahkan meski saat peristiwa terjadi ia dalam kondisi istirahat ia sempat mengetahui jika kondisi kapal saat di tengah perairan Selat Bali sudah melebihi batas air yang telah ditentukan.

“Saya waktu itu sedang istirahat tidak sedang bertugas. Tapi saya sempat mengetahui jika kondisi kapal kelebihan batas air diatas 2 meter,” ujar Martha.

Waduh… Sebenarnya untuk kasus truk tronton yang tidak diikat, menurut tetangga RA yang pernah menjadi sopir rute Situbondo – Bima truk yang diangkut kapal penyeberangan tidak diikat hanya mengandalkan rem tangan dan batu sebagai penahan ban. SOP yang sudah bagus demi keamanan penyeberangan menjadi hanya hitam diatas putih tanpa dilaksanakan oleh petugas di lapangan. Jika sudah kejadian begini, baru SOP disebut-sebut. Kemana saja selama ini… Indonesia banget yak…

Semoga segera tuntas pengusutan penyebab karamnya KMP Rafelia II di Selat Bali agar kejadian serupa tidak terulang.

Credit: detik

Advertisements

Comments are closed.