Ini Dugaan Penyebab Tenggelamnya Rafelia II

image

Tenggelamnya KMP Rafelia II di Selat Bali pada Jumat (4/3) masih menyisakan misteri penyebabnya. Namun, dugaan sementara KMP Rafelia II mengalami kebocoran sebwlum akhirnya tenggelam dengan posisi baling-baling di atas.

Hal itu diutarakan oleh Kasat Reskrim Polres Jembarana, AKP Gusti Made Sudarma Putra saat ditanya oleh wartawan tentang penyebab tenggelamnya Rafelia II.

“Dari hasil konfirmasi, SPV ASDP Ketapang¬† bahwa tenggelamnya KMP Rafelia II diduga karena mengalami kebocoran dan miring pada posisi di belakang Hotel Banyuwangi Beach,” ujar Gusti Made.

KMP Rafelia II berangkat dari pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 13.16 WITA dan tiba di Ketapang pukul 13.52 WITA namun sudah dalam kondisi miring. Selanjutnya seperti yang kita ketahui Rafelia II akhirnya benar-benar terbalik dan tenggelam. Tenggelamnya Rafelia II sekitar pukul 14.09 WITA.

Dari informasi yang beredar, KMP Rafelia II membawa 2 unit truk besar,  1 unit Pikap, 4 unit tronton, 18 unit truk sedang dan 4 kendaraan kecil total 25 unit.

[display-posts tag=”rafelia-ii” posts_per_page=”4″]

Hingga saat ini jumlah korban meninggal atas tenggelamnya KMP Rafelia II adalah 5 orang, sedangkan 76 lainnya Alhamdulillah selamat. Hingga Senin siang (7/3) masih belum ditemukan satu orang yang diduga nakhoda Rafelia II.

Ijin Dicabut

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mencabut izin PT Darma Bahari Utama pemilik kapal feri Rafelia 2, yang tenggelam di saat menyebrang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, pekan lalu.

“Kami telah mencabut izin operasi PT Darma Bahari Utama, perusahaan pemilik kapal feri rafelia 2. Karena Rafelia 2, merupakan satu-satunya kapal milik Darma Bahari Utama, maka otomatis Darma Bahari Utama tidak lagi mempunyai izin beroperasi,” Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, J. A. Barata.

Kementerian koq kerjanya usai kejadian, andaikan mereka benar-benar mengontrol traffik penumpang dan angkutan di pelabuhan terkait manifes pemberangkatan, mungkin kejadian seperti tenggelamnya KMP Rafelia II bisa diminimalisir. Mosok selalu berulang; kejadian dulu, ada korban, bertindak, adem ayem lagi, lengah, kejadian lagi, ada korban, bertindak dan begitu seterusnya. Tindakan pencegahannya itu mana?

Credit: bbcindonesia, sindonews

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Akhirnya, Jenazah Nakhoda KMP Rafelia II Ditemukan! | rideralam.com

Comments are closed.