Rideralam Ikut Saksikan Gerhana Matahari Di Situbondo, Tanpa Alat Apapun Alhasil Mata Jadi Buraammm…

Akhirnya momen gerhana matahari sudah usai. Jika di 12 provinsi sangat beruntung bisa menyaksikan gerhana matahari secara total, namun di tempat tinggal RA Situbondo gerhana matahari hanya parsial saja alias sebagian.

Sebenarnya RA tidak mau melewatkan momen ini, namun juga tidak terlalu mengharap juga sebab tidak ada kacamata khusus untuk melihat langsung, alhasil jadi pasrah. Pengen liat tapi gak terlihatpun gak masalah toh nantinya juga bisa menyaksikan di TV. Bangun tidur, RA langsung duduk-duduk di teras depan rumah. Kebetulan matahari pagi tidak terlihat akibat terhalang rumah tetangga. Dammnn… Gak jadi duduk-duduk, sekalian ajak istri dan si kecil MyRafif jalan-jalan pagi sambil cari sarapan.

Tujuannya adalah sarapan Tajin Palappa alias bubur sambal kacang. Makanan khas Situbondo nih bro. Alhamdulillah di sekitar lingkungan tempat tinggal ada sekitar 2 penjual. Walaupun makanan khas, namun keberadaan tajin palappa lumayan langka. Sudah sangat jarang ditemui penjualnya di pinggir jalan. Oke, sambil jalan kaki sekitar 500 meter, RA sesekali mendongakkan kepala ke atas melirik matahari. Saat itu sekitar pukul 06.50 wib. Wow… Sekilas nampak matahari tidak bulat utuh. Ada sedikit coakan di bagian bulatan atas kiri. Heemm… Gerhana mulai berlangsung.

Lho, RA melihatnya pakai apa? Pakai mata lah… Heheheh… Gak pakai alat apapun bro, hanya kacamata minum 3/4 yang setia menemani menjdi satu-satunya filter. Gak kuatir merusak retina? Gak sih, lha wong sedari kecil sudah sering melihat matahari langsung, berjam-jam malah saat main layangan. Cuma memang ada sedikit trik untuk melihat ke arah mataharinya langsung.

Triknya simpel, lihatlah tidak langsung ke matahari yang sangat menyilaukan itu namun lihatlah ke sekitar mataharinya. Sambil sesekali melirik ke pusat sinar matahari melalui ekor mata, yup melalui ekor mata. Sepintas dengan durasi kurang sedetik kita bisa melihat bahwa matahari sudah tidak bulat utuh pertanda prosea gerhana matahari telah berlangsung. Tapi, usai melirik ke matahari jangan heran kalau ketika melihat ke tempat lain akan terlihat gelap hehehe… Berbahayakah? Entahlah, yang jelas sekitar 1-2 menit kemudian mata kembali bisa melihat normal kembali (tidak gelap). Hal seperti itu RA lakukan sekitar 5 kali pagi tadi hingga sekitar jam 7.30 wib terakhir melirik matahari mulai kembali mendekati bulat sempurna lagi, artinya gerhana matahari akan segera usai.

Apakah RA mengabadikan gerhana matahari yang terlihat pagi tadi? Gak koq, biarlah tersimpan di memori otak ini. Alasan, padahal mikir juga mau moto pake apa, males pula hehehe…

Jadi, artikel ini no picture ya. Mau dibilang Hoax juga tidak apa-apa lah hehehhe…

Advertisements

11 Comments

  1. hihi.. udah biasa juga sih liat matahari langsung, cuma udah kena mindset kalo gerhana matahari bisa ngerusak mata.. jadi agak takut. ternyata gapapa too 😀
    ane malah pake dark visor helm :v

Comments are closed.