Gerhana Matahari Dan Nyepi Potret Toleransi Rakyat Indonesia Sebenarnya!

Gerhana Matahari tahun ini yang baru kemarin pagi, Rabu (9/3) terjadi menjadi saksi bisu betapa toleransi umat beragama di negeri ini masih sangat tinggi. Gerhana Matahari bagi umat muslim ada sebuah sunnatullah untuk menjalankan sholat gerhana yang biasanya dilakukan berjamaah di masjid. Nah, kebetulan proses astronomi langka tersebut bertepatan dengan tahun baru saka yang salah satu ritualnya adalah melakukan nyepi, Hari Raya Nyepi. Di sinilah toleransi antar umat beragama di Indonesia diuji.

Bali menjadi pusat perhatian pada hari Rabu kemarin, selain 12 provinsi dan beberapa kota yang mengalami Gerhana Matahari Total. Pasalnya, Bali identik dengan Hari Raya Nyepi yang berarti tanpa aktivitas apapun di luar rumah termasuk walaupun hanya keluar rumah. Lalu, bagaimana dengan umat Islam yang hendak melaksanakan sholat gerhana di masjid saat Nyepi?

image

image

Subhanallah, luar biasa… Di Bali selama Nyepi kemarin umat Islam yang hendak melaksanakan sholat gerhana di luar rumah tetap diperbolehkan melakukan aktivitas itu. Toleransi masih terjaga harmonis antara umat Hindu dan Islam. Hal itu nampak dari foto-foto yang diunggah di artikel viwimoto dimana seorang pecalang (satuan keamanan adat Bali) bersalaman dengan seorang muslim di pinggir jalan.

image

Di foto lain beberapa pecalang terlihat bersalaman dengan muslim yang hendak melaksanakan sholat gerhana. Masya Allah… Indah benar dilihat.

Inilah identitas Indonesia sebenarnya, brosis. Sebuah negara dengan kemajemukan unat beragama yang saling bertoleransi, saling menjaga satu sama lain tanpa punya keinginan untuk menyakiti. Infiltrasi aliran-aliran sesat menciptakan manusia-manusia yang merasa paling benar membuat negeri ini semakin diambang perpecahan. Padahal, rakyat Indonesia punya karakter ramah dan toleran.

Salut untuk Bali, Salut untuk pecalang, Salut untuk Indonesia!

Advertisements

Comments are closed.