Dibalik Menurunnya Penjualan New CB150R & Sonic 150, Keoknya Pamor DOHC Nearsquare?

image

Selain “perseteruan” New Vixion dan New CB150R yang “berdarah-darah”, di motor kelas 150 cc underbone juga tak kalah serunya mantengin adu senggol Sonic 150 dan Satria Injeksi. Apa persamaan persaingan segmen 150 cc beda kelas itu? Keoknya pamor mesin DOHC nearsquare dari Honda (jangan lupa baca AHM).

Kita simak dulu data distribusi motor berikut:

Januari 2016
New Vixion 13.340 unit
New CB150R 5.076 unit

Sonic 150 2.061 unit
Satria F150 2.976 unit

Februari 2016
New Vixion 21.139 unit
New CB150R 10.148 unit

Sonic 150 1.910 unit
Satria Injeksi 10.065 unit

New CB150R hadir dengan desain yang gak AHM banget, agresif, futuristik dan sporty untuk membendung New Vixion. Tidak lupa imej kencang pada mesin DOHC menjadi jualan utama. Sedangkan New Vixion masih setia dengan SOHC 4 klep yang sudah terkenal tangguh, kencang dan irit. Karena karakter SOHC yang nampol di tarikan bawah sehingga lebih irit bahan bakar, Honda akhirnya berani bertaruh dengan merubah karakter DOHC yang biasanya overbore menjadi overstroke guna mengejar performa di kitiran bawah. Di kemudian hari DOHC overstroke dirasa kurang menjual akhirnya menjadi DOHC nearsquare (padahal aslinya memang overstroke).

Hasilnya, memang sesuai apa yang dimau AHM dalam hal ini performa dan karakter mesin nearsquare-nya. Tarikan nampol, irit dan akselerasi joss. Bagaimana di penjualan? Gagal! New CB150R DOHC nearsquare masih belum bisa membelokkan mindset masyarakat dari kelebihan SOHC klan Vixion. New CB150R masih perlu extra effort untuk merayu calon konsumen.

Sebenarnya AHM sudah benar dengan membekali New CB150R dengan DOHC rasa overstroke guna memiripkannya dengan karakter SOHC Overstroke-nya Vixion. Sebab, di segmen ini faktor irit masih menjadi concern konsumen. Memang, PR AHM di segmen ini adalah bagaimana merubah mindset konsumen untuk melupakan Vixion. Bisakah? New CB150R punya bekal untuk itu, namun tidak sekarang.

image

Mirip dengan New CB150R dan New Vixion, Sonic 150 dan Satria F150 juga punya cerita nyaris sama. Seperti halnya New CB150R, Sonic juga dibekali mesin yang sama yakni DOHC Nearsquare a la AHM. Namun bedanya yang menjadi lawan adalah sama-sama DOHC. Satria FU menggendong mesin DOHC Overbore, teman-teman di Jatimotoblog menyebutnya sebagai the real DOHC merunut pada karakternya yang overbore.

Sonic sempat memimpin pasar di 5 bulan awal peluncurannya. Satria FU masih belum mendapat upgrade dari Suzuki. Walau DOHC Overbore, Satria FU Karbu masih kalah performa dari Sonic 150, ditambah produk baru yang fresh konsumen lebih memilih Sonic. Namun, keunggulan Sonic baru melawan Satria lawas. Jeggeerr… dan ketika Suzuki merilis Satria Injeksi dengan keunggulan nyaris di seluruh sisi, habislah Sonic. Lebay? Kalau lihat data AISI Februari di atas, wajar kalau lebay. Satria Injeksi unggul 10 kali lipat dari Sonic. Lebay?

Mengapa bisa begitu? Agak berbeda dengan kasus New Vixion vs New CB150R dimana nama besar klan Vixion memang terlalu tangguh buat dilawan dalam waktu sekejap, di Sonic vs Satria yang paling banyak diperbincangkan tidak lagi soal irit namun sudah speed, speed dan speed. Kencang… Kencang… dan Kencang! Ayago adalah bebek super, bebek super adalah performa ganas. Gak ada urusan dengan irit-iritan. Mau irit, pilih bebek Supra atau Revo sana. Dan Suzuki membaca hal ini. Makanya, mereka tidak latah ikut-ikutan merubah karakter DOHC Satria Injeksi menjadi overstroke, namun tetap konsisten dengan overborenya. Sehingga imej kencang tetap dan makin melekat erat pada klan Satria.

Konsumen kelas ayago ini adalah para abegeh dan alayers yang demen kebut-kebutan. Suka pamer kecepatan. Imej ayago sebagai motor kencang hanya mereka dapatkan pada Satria Injeksi. Jadi, tidak heran jika Sonic langsung ditinggalkan ketika Satria Injeksi hadir. Bicara ayago, bicara overbore.

Kita tunggu saja 3 bulan ke depan seperti apa penjualan Satria Injeksi, apakah bisa konsisten di angka 10 ribuan unit sesuai target Suzuki di awal peluncurannya atau ikut-ikutan tren sang rival yang makin ke sini makin berkurang peminatnya. Jika Sonic makin ambles penjualannya, akankah AHM mengembalikan “fitrah” Sonic sebagai ayago yang kencang bukan ayago irit saja?

Advertisements

18 Comments

  1. Motor yg paling banyak dan sering dipinjemin ke blogger2 ampe berhari2 ampe menghasilkan review paling sempurna ternyata keok. Ciakakakkakaa….

  2. Sekarang gak zamanny irit..klu mau irit.jual sepeda ontel aja di dealer honda/yamaha.ha ha ha.sekarang zamannya top speed.speed.speed. Buat Suzuki tetap jaga top speednya..karena sekarang semua orang tau ini bukan zaman irit.klu gk ada uang jgn beli motor top speed tinggi kayak motor suzuki. Karena motor suzuki hanya milik orang yg punya UANG…

Comments are closed.