Benarkah Honda Total Di Segmen Sport?

image

Sebuah pertanyaan yang muncul saat memantau situasi terkini dan dihubungkan dengan kondisi sebelumnya. Kejadian negatif yang sejenis kembali terulang disaat mereka telah “berikrar” akan fokus dan total di segmen ini guna menghadang laju lawan yang masih sulit ditundukkan. Benarkah Honda memang serius akan total di segmen sport? Di saat berbagai masalah justru timbul dan berulang seolah tanpa antisipasi.

Apa sih momen negatif itu? Pertama suara klotok-klotok di CB150R generasi awal yang sempat bikin heboh. Walau bisa dibilang hanya kasuistik, tidak semua produk mengalaminya, namun efeknya sangat terasa apalagi ketika kejadian itu menjadi viral di sosisal media dan banyak blog-blog otomotif tanah air. Bisa ditebak, selain memang secara desain sudah ketinggalan dari kompetitor, masalah klotok-klotok makin menenggelamkan imej CB150R.

Kedua, baru seumur jagung dirilis, generasi kedua CB150R yakni All New CB150R juga kembali ditimpa masalah. Masalah yang mirip namun efeknya bisa berbahaya bagi masa depan si kuda besi dan segmen sport Honda pada umumnya. Silahkan brosis gugling apa yang dialami New CB150R. Cluenya rantai keteng. Oke, di sini tidak akan dibahas secara detil masalah-masalah itu, nanti dikira bece-lah, bla bla bla…

[display-posts tag=”marketshare” posts_per_page=”4″]

image

Yang menarik adalah bagaimana mungkin produsen sekelas AHM apalagi dengan fokus utama segmen sport, justru masalah sejenis selalu muncul di tiap produk sport barunya. “Ah, itu hanya ulah media bro yang terlalu membesar-besarkan” nah, justru itu di tengah semakin terbuka dan derasnya arus informasi, seharusnya hal itu menjadi perhatian produsen dalam memproduksi produk. Jangan sampai bikin produk yang di kemudian hari bisa menimbulkan pemberitaan negatif yang justru menyerang balik mereka. “Kan tidak ada produk yang sempurna, bro”. Siapa yang minta sempurna, yang dibutuhkan konsumen adalah produk yang masuk akal secara harga, fitur, desain, tidak menyusahkan dan membuat hati dan pikiran tenang setelah uang puluhan juta dikeluarkan untuk membeli motor baru. Kalau beli motor baru beberapa minggu atau beberapa bulan sudah muncul “keanehan” mana mungkin si konsumen tenang.

Sekali lagi, setelah aman menguasai segmen matik dan bebek, fokus Honda adalah ke sport. Totalitas dan fokus mereka sebenarnya sudah nampak di awal-awal yakni dengan membentuk tim SWAT segala. Sport Winning Army Team, nama yang keren bukan? Entahlah apa detil tugasnya, yang jelas tujuan akhirnya jelas untuk merebut dan menguasai segmen sport dari kompetitor. Sayang, keseriusan di lapangan tidak diimbangi dengan keseriusan di produksi.

[display-posts tag=”sport-honda” posts_per_page=”4″]

image

Padahal sebenarnya modal New CB150R sudah sangat kuat untuk melawan hegemoni sport kompetitor. Desain sudah oke, mesin DOHC, ada tim SWAT segala, harga bersaing, namun sayang kualitas daleman agak diabaikan. Sorry kalau menjudge begitu, sebab di lapangan muncul masalah yang seharusnya bisa diantisipasi. Tapi, kenapa berulang? Keseriusan seperti apa yang dimaksud? Totalitas bagaimana maksudnya?

Semoga produk-produk sport Honda makin tinggi kualitasnya dan mampu merebut hati konsumen. Tidak sekedar booming saat peluncuran dengan menggandeng banyak media, namun kenyataannya kopong.

Advertisements

7 Comments

  1. Artikel pembela konsumen,…Konsumen harus didahulukan dan dididik agar jangan jadi FB, Konsumen adalah Raja. kalo jadi FB malah bukan jadi raja. tapi jadi…. buta, tuli, dan bisu.

Comments are closed.