Ada Indikasi Balas Dendam, Bos Gojek Tulis Himbauan Ini. Merinding Bacanya!

image

Aksi demonstrasi sopir taksi Blu*ebird beberapa waktu lalu ikut menyeret ojek online Go-Jek ke dalamnya. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba para Go-Jek dipukuli oleh massa berseragam biru. Sehingga, kejadian tersebut memicu aksi solidaritas driver Go-Jek lainnya untuk membantu. Terjadilah aksi kekerasan di dalam aksi tersebut. Mengetahui ada rekan-rekannya yang menjadi kebrutalan massa, para driver Go-Jek disinyalir tengah “menghimpun” kekuatan untuk melakukan aksi balasan. Mendengar desas-desus tersebut, CEO Go-Jek Nadiem Makarim langsung mengeluarkan himbauan untuk mitra Go-Jeknya yang cukup menggetarkan hati jika membacanya.

Rekan Driver yang tercinta,

Saya mendengar informasi bahwa terdapat rekan driver yang berkumpul dan merencanakan aksi tandingan karena kekerasan yang dialami beberapa driver GoJek.

Saya pun sedih melihat rekan kami menjadi korban kekerasan ini, tapi tolong diingat. Kekerasan tidak akan menguntungkan siapapun dan hanya akan merugikan diri kita sendiri dan keluarga.

Jika Anda bangga menjadi Karya Anak Bangsa, hindari kekerasan. Jika Anda ingin terus menjadi pahlawan jalanan senusantara, hindari kekerasan. Jika Anda mencintai keluarga Anda dan masa depan mereka, hindari kekerasan.

Kami sudah berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan daerah-daerah rawan. Jangan ambil tindakan sendiri. Sekali lagi, saya mengecam semua tindakan kekerasan. Dan saya akan membantu menindaki semua pelaku kekerasan, termasuk kalau dilakukan mitra GoJek

Nama GoJek berkibar merah putih sejak kita berdiri. Saat ada terrorisme, kami membantu mengungsikan orang. Saat Jakarta banjir, kami ada untuk masyarakat. Janganlah nama tersebut dinodai dengan kekerasan.

Saat-saat kritis inilah yang menguji kemanusiaan kita. Rekan-rekan driver yang tercinta, damaikanlah hati.”.

Salam satu aspal

Nadiem Makarim

Memang benar apa yang dikatakan Makarim, kekerasan akan merugikan siapapun yang terlibat di dalamnya. Andaikan seluruh pelaku transportasi memahami arti dan makna rejeki sudah ada yang mengatur, rasa-rasanya kejadian demonstrasi dan kekerasan tidak akan terjadi.

Di jaman yang serba dinamis ini siapa yang tidak bisa membaca peluang, tidak mengikuti arus teknologi siap-siaplah akan kalah bersaing. Apalagi jika mereka masih terjebak dalam nostalgia masa keemasan yang pernah dialaminya, kemudian kini setelah bangun tidur mereka sadar bahwa zaman telah menggerogoti keemasannya, maka hal itu menandakan sudah saatnya berbenah. Konsolidasi internal, perbaiki visi misi dan manajemen perusahaan hingga peningkatan pelayan menjadi solusi. Bukan malah iri dengki dengan keberhasilan orang lain yang pandai memanfaatkan dinamika jaman. Toh, rejeki sudah ada yang mengatur. Kita tinggal menjemputnya masing-masing. Tidak usah khawatir rejeki kita diambil orang lain, sebab kalau itu terjadi berarti itu memang rejeki dia bukan kita.

Sekali lagi kekerasan adalah teman utama syetan. Manusia yang menyukasi kekerasan tidak lain adalah wujud lain dari syetan. Kita harus melawan segala macam kekerasan. Bukan dengan kekerasan namun dengan prestasi yang elegan, istiqomah di pekerjaan, bersungguh-sungguh dan terus jujur.

Advertisements

Comments are closed.