Pembalap Terburuk F1 Ini Komentar Nyinyir Tentang Rio Haryanto!.

Formula One (F1) telah menghasilkan banyak pembalap terbaik di generasinya. Sepengetahuan RA yang mulai suka F1 di jaman keemasan Michael Schumacher bersama Ferrari, deretan pembalap terbaik sudah lahir sejak Schumi digdaya. Sebut saja rival terbesar Schumi dari McLaren kala itu Mika Hakkinen dan David Coulthard, kemudian ada Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, Sebastian Vettel hingga Lewis Hamilton semuanya bisa dibilang pembalap-pembalap terbaik yang lahir dari kancah F1. Namun, selain pembalap terbaik, F1 juga pernah melahirkan pembalap terburuk. Siapakah dia?

image

Dia adalah pembalap Jepang yang pernah bergabung dengan tim Footwork Hart tahun 1995, Taki Inoue. Yup, Taki Inoue dinobatkan sebagai pembalap terburuk F1 dalam 20 tahun terakhir. Salah satunya gara-gara insiden konyol yang dialaminya di GP Hungaria sehingga dirinya menjadi terkenal sepanjang sejarah F1. Awalnya dimulai dari mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan hingga berputar berkali-kali. Tak berapa lama muncul asap dari mobilnya tersebut. Inoue yang panik segera bergegas mengambil alat pemadam kebakaran. Namun, saat berlari membawa alat pemadam Ia terpental ditabrak mobil paramedis yang bermaksud menolongnya. Sebenarnya kecelakaan yang dialaminya tidak membuat dia cedera sedikitpun, namun justru gara-gara ditabrak mobil paramedis itulah cedera menimpa kakinya hingga Ia malah terkapar di rumput. Konyol bener, sebab biasanya pembalap yang mengalami crash justru akan berlari menghindari mobilnya yang mulai berasap, lha ini si Inoue malah sebaliknya. Eman kali ya :D. Nih videonya…

Taki Inoue dan Sandal Jepit

Ternyata, setelah lebih 20 tahun berlalu Inoue masih terus mengikuti perkembangan dunia yang telah memberinya gelar Pembalap Terburuk itu. Salah satu yang nyinyir Ia komentari adalah mengejek teknologi keselamatan baru F1. Menurutnya, teknologi Halo yang dibuat Federasi Automotif Internasional (FIA) mengadopsi bentuk dari sandal jepit.

image

Seperti kita ketahui, di sesi test pramusim Catalunya, Barcelona FIA melakukan percobaan fitur keselamatan terbaru di kokpit pembalap yakni HALO yang dipasang di mobil Ferrari Sebastian Vettel. Teknologi kokpit Halo diperkenalkan setelah meninggalnya salah satu pembalap muda, Jules Bianchi. Ia mengalami koma selama setahun lalu meninggal akibat terluka parah pada bagian kepalanya. Saat itu kepalanya terhantam serpihan mobil lain yang terbang ke arah kepalanya.

Dan menurut Inoue, kokpit Halo itu bersumber dari desain sandal jepit. โ€œDesain sandal Jepit diambil menjadi desain perlindungan terbaik F1,โ€ tulis Taki melalui akun resmi Twitter-nya, Jumat (25/3).

Somplak bener ya hahahhaa… Nampaknya Ia “balas dendam” dengan gelar “terhormatnya” itu ๐Ÿ˜€

Taki Inoue dan Rio Haryanto

Selain nyinyir dengan kokpit Halo, Inoue juga tidak luput mengomentari pembalap Asia satu-satunya dari Indonesia di F1 musim ini, Rio Haryanto. Inoue mengomentari insiden tabrakan Rio dan Grosjean. Rio memang terlihat menyenggol mobil pembalap Haas itu ketika baru keluar dari garasi menuju pit saat sesi kualifikasi F1 seri Melbourne pada Sabtu 19 Maret 2016. Akibat kejadian tersebut, pembalap asal Surakarta ini terpaksa harus menerima penalti dan start dari paling belakang.

image

Inoue, kembali melalui akun twitternya @takiinoue menyindir Rio sebagai pembalap muda yang sama bahkan lebih buruk darinya.

โ€œSaat ini kami memiliki Rio. Seumur hidup Taki Inoue tidak pernah menabrak siapapun di dalam pit. Ini merupakan bakat alami yang keluar dari seorang pemula,โ€ sindir Taki melalui akun Twitter-nya, Jumat (25/3).

Sebelum mengomentari Rio, Inoue juga pernah menyindir pembalap Venezuela yang pernah membela tim Lotus, Pastor Maldonado. Inoue menyebut Maldonado sama dengan dirinya yang sering keluar lintasan saat membalap di F1.

Busyet dah, nyinyir bener si Jepang satu ini. Kayaknya benar-benar dendam dengan F1 nih pasca gelar itu. Btw, tampang si Inoue emang nyebelin ya hahahahah

Credit: crash.net, okezone.com, f1.com

Advertisements

11 Comments

  1. nyindir di kalimat mananya sih kang? perasaan gak ada sindiran. sah saja mengkritik. pemula wajar saja melakukan hal semacam itu. tapi faktanya tim rio yang masih pemula. seolah aman saja sehingga gak perlu tukang parkir di sana buat kasih kode ke rio. ya namanya pemula gak merasa butuh tukang parkir. percaya aja kepada tim kalo disuruh keluar pit ya keluar. gak mau lah rio menyalahkan tim nya. ya gak ๐Ÿ˜‰

    dan kok konyol sih kalo mau memadamkan mobil f1 nya dengan alat pemadam. soalnya kan kalo cepat dipadamkan bisa mengurangi dampak kerusakan akibat kebakaran.

Comments are closed.