Belum Saatnya Ke Moto2 Atau CEV Eropa, Ini Yang Dibutuhkan Pembalap Indonesia Untuk Tembus MotoGP!

image
Mateo Guerinoni (kiri) bersama petinggi Yamaha

Judul di atas adalah cuplikan komentar seorang komentator MotoGP dan pengamat balap Matteo Guerinoni yang cukup peduli dengan keinginan masyarakat pecinta balap negeri ini untuk menyaksikan pemuda-pemuda bangsa berlaga di ajang MotoGP. Menurut Guerinoni bukan itu yang harus dilakukan, atau setidaknya belum sampai tahap itu.

Sebelum mengirim wakil ke Moto2 atau Moto3 atau ke CEV Eropa, ada baiknya Indonesia berbenah dahulu ke dalam. Perkuat dasar sebuah pembinaan yang dimulai dari menciptakan sarana dan prasarananya, pembangunan sirkuit baru misalnya. Saat ini Indonesia baru punya 1 sirkuit bertaraf internasional yakni Sentul International Circuit yang biasa digunakan sebagai venue puncak sebuah kompetisi balap nasional. Namun, 1 saja belum cukup.

ā€¯Indonesia hanya butuh tiga sirkuit dengan karakter berbeda. Ini sudah cukup untuk menciptakan rider yang kompetitif di level internasional,” ujar Guerinoni.

Tiga sirkuit dirasa cukup secara minimal untuk menciptakan iklim kompetisi yang tinggi dan menciptakan pembalap-pembalap kompetitif yang bisa bersaing di level internasional. Guerinoni sangat yakin bahwa satu-satunya jalan untuk menciptakan pembalap-pembalap berkaliber internasional adalah dengan kompetisi yang sehat dan sirkuit yang memadai.

Kompetisi yang sehat berarti tidak ada pendomplengan kepentingan politik disana. Baik politik secara umum maupun politik dagang dari ATPM. Kerjasama dibutuhkan bagi seluruh atpm guna terlibat dalam menciptakan kompetisi yang sehat. Tidak usah gontok-gontokan antar atpm, tidak usah saling klaim sebagai yang paling berkontribusi. Semua harus satu visi bagaimana menciptakan pembalap sekaliber MotoGP.

Nah, kalau kompetisi sudah berjalan benar dan sehat, jumlah sirkuit sudah memadai maka waktunya mengirim para bibit-bibit unggul yang bermunculan ke kompetisi internasional. Bolehlah kita berharap banyak di Moto3, Moto2, CEV Eropa, Word Supersports, WSBK atau bahkan MotoGP. Sebelum kompetisi berjalan normal, jumlah sirkuit masih sekelas pasar senggol, maka teruslah bermimpi saja seperti yang tengah kita alami saat ini.

Advertisements

9 Comments

  1. udah deh AHM sedikit demi sedikit sudah melakukan langkah yang cemerlang. bak rio haryanto kompetisinya di luar. pengilahan fisik, mental, dan pengalaman jauh lebih bagus jika hanya berada di dalam negeri. ya faktanya pesepak bola kita deh. dikirim ke luar negeri, hidup di sana bisa menjadikan kemampuan setara pembalap luar. lingkungan, pola makan, pola hidup di luar bisa mencetak atlet yang dahsyat. tinggal di indonesia buat jalan aja bisa stress di jalan. lingkungannya gak sehat.

  2. Mau ngomong yg sebenarnya tapi takut baju biru yg disamping, ah sudahlah cukup sunday race aja, ngah ngah ngah

Comments are closed.