Pemerintah Ajukan Penurunan Harga Premium dan Solar 200-400 Rupiah per Liter, Pelaku Bisnis Harus Ikut Menurunkan Harga Jual Produk dan Jasanya Nih!

image

Brosis, setelah tengah malam tadi Pertamina telah menurunkan harga jul Pertamax cs, maka tepat tengah malam nanti giliran Premium dan Solar yang akan mendapat giliran turun harga. Seiring makin lemahnya harga minyak dunia hingga di bawah US$40 per barel, Pemerintah melalui Pertamina harus ikut arus, menurunkan harga bahan bakar minyak di dalam negeri. Pengamat memperkirakan penurunan harga premium dan solar bisa hingga maksimal 1000 Rupiah per liter. Namun, ternyata Pemerintah hanya mengajukan besaran penurunan antara 200 – 400 Rupiah per liter.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, harga Premium untuk April nanti sebaiknya turun sekitar Rp 200 sampai Rp 400 per liter. Pertimbangannya adalah menjaga kestabilan harga BBM di masa mendatang. “Sudah kami survey. Masyarakat turun segitu saja sudah senang,” kata dia seusai acara sebuah diskusi tentang harga BBM di Jakarta, Selasa (29/3).

Pemerintah memandang penurunan harga premium dan solar yang tidak terlalu signifikan merupakan antisipasi dari kemungkinan harga minyak dunia kembali rebound ke angka yang lebih tinggi. Apalagi harga premium dan solar akan selalu dievaluasi tiap tiga bulan sehingga fluktuasi harga masih bisa terjadi. Lalu, bagaimana dengan kondisi di lapangan?

Suka tidak suka, memang benar saat ini masyarakat mulai terbiasa dengan naik turunnya harga bbm. Namun, masih perlu sedikit diberi ketegasan terhadap pelaku bisnis sehari-hari. Diharapkan penurunan harga bbm walaupun cukup kecil juga bisa mereka terapkan dalam penentuan harga produk atau jasa terbaru alias juga ikut diturunkan. Mereka harus adil dalam mengambil keputusan, jika selama ini ada kenaikan harga premium dan solar sedikit saja mereka sulit untuk dihalangi agar tidak menaikkan harga produk dan jasa mereka. Jadi, jika ada penurunan harga bbm, seharusnya mereka juga melakukan hal yang sama.

Mosok bbm naik mereka bisa menaikkan harga barang dan produk, giliran bbm turun banyak banget alasan untuk tidak menurunkan harga. Kampret bener bukan…

Advertisements

6 Comments

  1. Betul om.. giliran bbm turun, harga gak ikut turun.. tapi kan itu bersubsidi, biasanya walau minya naik, 2 sampai 3 bulan baru duliputuskan naik, gak kayak non subsidi.. alesan modus petromini aja itu om turun cuma 400 rupiah.. imho 😀

Comments are closed.