Legenda Ini Tak Mau Vinales Ke Yamaha, Valentino Rossi Alasannya!

Legenda Suzuki MotoGP yang baru saja disalip Marc Marquez jumlah kemenangannya, Kevin Schwantz angkat bicara soal isu ketertarikan Yamaha kepada pembalap Suzuki Ecstar Maverick Vinales. Schwantz menilai Vinales akan mengalami masa sulit jika memutuskan hengkang dan berduet dengan Valentino Rossi.

Vinales memang diisukan akan mengisi tempat Jorge Lorenzo di Movistar Yamaha jika sang juara bertahan tersebut jadi hengkang ke Ducati. Vinales sendiri memang nampaknya tidak keberatan berduet dengan sang idola di Yamaha. Namun, melihat kondisi itu Schwantz yang pernah membawa Suzuki juara dunia kelas 500 cc menilai sebaiknya Vinales berpikir ulang.

image
Maverick Vinales

“Saya selalu berpikir hal yang sama soal fakta pindah tim. Jika saya pergi ke Yamaha, ada Wayne Rainey yang selalu jadi percontohan pertama dan dia akan diatur untuk mengikutinya dan saya tidak suka sebab akan jadi tahun yang sulit. Anda bisa khawatir soal apakah itu kompetitif atau tidak, saya paham bahwa sebagai pembalap tentu ingin motor yang terbaik. Suzuki sudah menunjukkannya tahun lalu di mana mereka bisa bersaing,” ujar Schwantz membandingkan kondisi Vinales dan dirinya saat itu.

image

Schwantz menilai di Yamaha Valentino Rossi adalah nomor satu, sama halnya posisi Marc Marquez di Honda. Jadi, jika Vinales pindah ke salah satunya maka dia harus menerima menjadi nomor dua. Kecuali dia menang terus menerus.

“Jika ke Honda, anda akan selalu jadi pembalap nomor dua setelah Marquez. Jika Anda pergi ke Yamaha, anda akan jadi nomor dua setelah Valentino kecuali anda bisa menang terus-menerus. Itu memang keputusan yang sulit,” tambah Schwantz.

“Jika dia ke Yamaha, dia harus mengubah setting motor agar sesuai gayanya. Motor ini sangat sulit untuk dibawa, sangat tidak nyaman dan tidak konsisten. Jika Valentino dan Jorge mesti susah payah, saya tak bisa membayangkan betapa sulitnya motor itu,” analisa Schwantz.

Opini
Apa yang dikatakan Schwantz boleh jadi memang benar. Bagi Yamaha, Rossi adalah nomor satu. Jadi, pembalap tandemnya akan menjadi nomor dua. Bahkan, seorang Jorge Lorenzopun yang notabene telah 3 kali membawa Yamaha juara dunia masih selalu dinomorduakan. Namun, Vinales bukanlah Lorenzo. Apalagi jika tahun depan Vinales gabung Yamaha, masa edar Rossi sebagai pembalap di tim garputala hanya tinggal dua tahun. Kemungkinan besar setelah kontraknta selesai tahun 2018, Rossi memilih pensiun untuk lebih mengurus Sky Racing VR46 atau masuk ke jajaran manajemen Yamaha.

image
Rossi dan Vinales

Jadi, dua tahun duet dengan Rossi bagi Vinales harus dimanfaatkan untuk mencuri semua ilmu the doctor guna melanjutkan tongkat estafet legenda Yamaha berikutnya. Istilahnya, tidak apa-apalah merendahkan diri dulu dua tahun untuk menjadi juara dunia di tahun berikutnya saat Rossi sudah tidak lagi aktif. Atau, andaikan di tahun pertamanya gabung Yamaha tiba-tiba Vinales juara dunia, RA yakin Rossi gak bakal memusuhinya, Yamahapun akan makin menyayanginya sambil tetap berharap Rossi masih menjadi beand ambassador produk Yamaha di dunia.

Advertisements

7 Comments

  1. “Jika dia ke Yamaha, dia harus mengubah setting motor agar sesuai gayanya. Motor ini sangat sulit untuk dibawa, sangat tidak nyaman dan tidak konsisten”

    Bukannya yamaha motor yg paling ramah buat pembalap ya?

    CMIIW

Comments are closed.