Vinales Diincar Yamaha, Apa Suzuki Akan Ijinkan?

Itu pertanyaan yang pasti muncul di tengah isu ketertarikan Yamaha terhadap pembalap Spanyol berusia 21 tahun itu. Maverick Vinales memang dirasa profil yang pas untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang santer kabarnya pasti ke Ducati, hingga seorang Lin Jarvis tanpa sungkan pernah menyebut Yamaha sangat tertarik menggunakan servis Vinales. Namun, apakah semudah itu mendapatkan Vinales yang telah menjadi pembalap kesayangan Suzuki?

image

Team Principal Suzuki Ecstar, Davide Brivio dan seluruh elemen di Suzuki sangat mengharapkan rider muda asal Spanyol itu memutuskan untuk bertahan. Kaann… Aset masa depan gitu, pasti akan sangat diproteksi oleh timnya. Maverick Vinales sendiri akan habis masa kontraknya bersama tim yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang itu akhir musim ini, sama halnya dengan kontrak para pembalap top lainnya.

“Kami telah banyak berinvestasi pada Mack (Vinales). Dari presiden hingga para pekerja di markas tengah merasakan impian mereka terwujud, dan kami semua ingin Mack bertahan. Tapi Yamaha benar-benar merayunya,” tutur Brivio, seperti dimuat RACER, Minggu (17/4) yang dikutip dari Okezone.

Ada dua poin yang bisa kita ketahui dari pernyataan Brivio di atas. Pertama, Suzuki sangat berharap Vinales bertahan bersama mereka. Kedua, Vinales memang benar-benar dirayu Yamaha untuk pindah.

Selain sebagai aset Suzuki, Brivio beralasan mengapa Vinales harus bertahan yaitu tentang keseimbangan sebuah kompetisi. Brivio menyebut akan sangat penting jika setiap tim di MotoGP punya pembalap andalan yang fungsinya selain sebagai ikon, juga untuk pengembangan motor. Brivio lalu mencontohkan posisi Marc Marquez di Honda dan apa yang tengah dilakukan Ducati untuk menggaet Jorge Lorenzo.

Namun, walau sangat berusaha untuk mempertahankan Vinales, Brivio berujar bahwa semua keputusan kembali ada di pembalap. Jika si pembalap memang ingin pindah, apa boleh buat.

“Jika pembalap sudah terlanjur ingin pergi, bagaimana pun akan sulit memaksanya bertahan. Kami telah memberi Mack berbagai alasan agar bertahan, dan ia adalah kebanggaan kami sejak kami meraih gelar juara dunia lewat Kenny Roberts Jr pada 2000 silam,” pungkas Brivio.

image

Kalau sudah begini, maka keputusan sepenuhnya ada di tangan si pembalap. Maverick Vinales lah yang diharapkan bisa mengambil keputusan yang bijak dan menghadilkan ending yang happy bagi semua. Bagi dirinya, bagi Suzuki dan tentu saja bagi Yamaha. Bertahan di Suzuki dengan harapan bisa membuat sejarah sebagai pembalap Suzuki yang meraih gelar juara dunia pertama pasca era Kenny Robert Jr. tahun 2000, walau kemungkinannya tidak sebesar jika di Yamaha. Atau pindah ke Yamaha dengan peluang meraih titel juara lebih besar karena faktor motor yang lebih baik. Vinales yang punya kebingungan itu.

Advertisements

3 Comments

  1. Klo menilik kata Brivio emang bener, trekgandeng si Mack, tp emang tiap team harusnya punya rider Sandalan….. Biar imbang kekuatannya gak timpang… Cmiiw

Comments are closed.