Superior Di Awal Kemunculan, Kalah Pamor Bulan Berikutnya, Benarkah Satria Injeksi Tidak Sehebat Yang Digembar-Gemborkan Selama Ini?

ktm indonesia

image

Gebrakan Satria F150 Injeksi atau lebih dikenal dengan Satria Injeksi di awal kemunculannya memang cukup menggemparkan dunia roda dua tanah air khususnya kelas ayago. Sepanjang bulan Maret, jagad blogsphere disuguhi berita-berita superioritas Satria Injeksi. Pokoknya, gak ada jeleknya Satria Injeksi deh atau gak ada bagusnya Sonic 150 apalagi MX King deh. Euforia melanda Suzuki dan para pecinta merk bersimbol S itu. Inilah awal kebangkitan Suzuki setelah sekian lama hibernasi. Benarkah?

Jawabannya benar, jika melihat data AISI Februari 2016 serta kejuaraan balap road race sepanjang awal Maret lalu. Bayangkan, sepanjang 29 hari bulan Februari, Satria Injeksi mampu terdistribusi hingga lebih dari 10 ribu unit. Tepatnya 10.065 unit. Jumlah ini 5 kali lipat dari distribusi Sonic 150. Fenomenal bukan? Sonic hanya terdistribusi sebanyak 1.910 unit saja. Cukup? Belum…

Coba kita simak berita road race pamekasan dimana para tim yang menggunakan Sonic dan MX King pada protes kepada panitia bahwa lawan mereka, Satria Injeksi telah curang sehingga sulit dikejar. Boro-boro nyalip, mendekati saja susah. Kemudian seri Magetan adalah puncak “kehebatan” Satria Injeksi di ajang road race. Seluruh tim lawan memutuskan boikot balapan karena Satria Injeksi masih ikut. Wow… Luar biasa kehebatan Satria Injeksi sampai bikin jiper lawan.

Tapi, itu cerita di Maret lalu. Saat ini sudah April. Perlahan bisa brosis simak artikel-artikel di blog rekan-rekan yang membahas hasil balap Motoprix. Pamor Satria Injeksi perlahan pudar. Di beberapa seri Motoprix seperti di Malang dan Jambi Satria Injeksi kesulitan untuk bersaing dengan Sonic dan MX King. Di Malang Sonic berjaya, Satria Injeksi belakang-belakang. Di Jambi, giliran MX King podium teratas diikuti Sonic. Satria? Gagal finish! Intinya di ajang sekelas Motoprix, Satria Injeksi keok dari Sonic dan MX King.

Belum cukup pamor Satria Injeksi menurun di ajang Motoprix, giliran membaca Data AISI Maret 2016 distribusi si kuda besi makin menenggelamkan pamor Satria Injeksi. Bayangkan, sepanjang Maret 2016 Satria Injeksi hanya terdistribusi sebanyak 3.100 unit atau menurun 3 kali lipat dari capaian bulan sebelumnya. Sedangkan, sang kompetitor Sonic 150 justru mengalami kenaikan distribusi menjadi 3.899 unit. Naik sekitar 1.999 unit dibanding bulan Februari. Naik dua kali lipat. Pamor Satria Injeksi yang selalu unggul di balap maupun distribusi pada Februari mendadak berubah 180 derajad menjadi kalah segalanya. Ada apa?

Benarkah Satria Injeksi Memang Kalah Pamor?

Menjawab pertanyaan di atas boleh jadi jawabannya benar atau tidak benar. Dari hasil terawangan ngawur RA begini. Siapkan kopi dulu ya… Kacang juga boleh, udud gak usah lah :D.

Ada dua hal yang dibandingkan dari Satria Injeksi dan kompetitor. Balapan dan distribusi ke dealer. Di seri Pamekasan dan Magelang Satria Injeksi sangat mendominasi karena di kedua seri itu kategori balapnya adalah Bebek Standar 150 cc. Bebek standar lho… Jadi, dengan spesifikasi pabrikan Satria Injeksi yang sangat superior dari lawan terbukti di lintasan. Sama-sama kondisi standar, Satria Injeksi seng ada lawan. Tadhek mosona alias gak punya lawan sebanding. Apakah ini adil? Kalau urusan adil atau tidak biarkan regulasi yang menilai, namun disinilah Suzuki mau memberikan yang lebih kepada konsumen setianya berupa power dan torai melimpah ya g ada di Satria Injeksi. Giliran masuk balap Motoprix dimana regulasi mengatur kebebasan bersyarat bagi tim-tim untuk memodifikasi tunggangan hingga batas yang ditentukan, maka riset menjadi sangat penting. Waktu riset yang dimiliki tim-tim penyemplak Satria Injeksi sangat pendek, wajar jika melawan Sonic yang sudah lebih dulu riset, apalagi MX King terpontang-panting. Untuk mengetahui hasil sebenarnya kita tunggu akhir tahun atau tahun depan dari ajang balap yang mempertemukan Satria Injeksi dan Sonic maupun MX King ketika riset mereka mulai berimbang. Imho

Lalu, bicara soal Data AISI Maret 2016 mengapa distribusi Satria Injeksi jauh menurun dibanding bulan Februari alasannya adalah soal waktu. Februari adalah waktu launching resmi Satria Injeksi, namun sejak akhir Januari distribusi ke dealer-dealer Suzuki seluruh daerah sudah berjalan. Masuk akal jika distribusi Satria Injeksi sangat banyak di bulan Februari karena mengisi kekosongan di dealer-dealer. Nah, Data AISI Maret yang merupakan hasil distribusi Februari menjadi angka real Satria Injeksi yang dibeli konsumen. Akan makin sahih perkiraan RA ini setelah melihat Data AISI April nanti apakah kembali melonjak ke angka 10 ribuan unit atau stabil di 3000an unit. Perkiraan sih akan stabil di angka 3000an plus minus 1000 unit.

So, menghakimi Satria Injeksi sudah menurun pamornya sangatlah prematur. Terlalu cepat mengambil kesimpulan itu. Apalagi kalau menyebut Satria Injeksi adalah produk gagal, jangan dulu. Kita lihat sepanjang tahun ini sejak Satria Injeksi diluncurkan. Jika distribusi dan penjualan makin menurun atau di balap-balap fullrace sekelas Motoprix tetap kalahan apalagi gagal finish, silahkan menghakimi. Namun, jika hingga akhir tahun ini Satria Injeksi masih bisa berbicara banyak, baik di ajang balap maupun penjualan, silahkan mengakui.

Kalau RA mau Satria Injeksi menangan atau kalahan gak ngaruh. Lha wong gak punya ayago itu, adanya cuma Genza bro hehehehhee… Udahan ah, kepanjangan plus ngawur analisanya koq. Bye…

Advertisements

6 Comments

  1. Orang yg beli suzuki sudah paham bro..!!!
    Mo sonic kualitas ahm / mx king bebek sambil terasi asap ngebul menang balap
    ora urus babar blass…!!!!
    Sing penting duit 22 jt dah dapat teknologi mesin + fitur serba baru dan teknologinya selangkah lebih maju dr ahm bossok & yimm bossok ngebul komstir oblag…!!!
    Karna yg beli suzuki & kymco ngerti kualitas bukan kuantitas…!!!

Comments are closed.