Valentino Rossi Bicara Tentang Kemenangan Favorit Dan Rival Berat Sepanjang Karirnya

image

Bagi penggemar Valentino Rossi, membicarakan sang idola dari sudut manapun tidak akan membosankan. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah kemenangan demi kemenangan seorang Rossi yang ternyata telah mencapai angka 113 kali. Luar biasa, pantas jika Valentino Rossi disebut legenda hidup MotoGP dan punya banyak penggemar di seluruh dunia. Lalu, diantara ratusan kemenangan itu, manakah yang paling favorit bagi The Doctor? Dan, siapa lawan berat yang menjadi rivalnya?

Menjawab pertanyaan itu, majalah Motorsport Magazine, Rabu (27/4) kemarin melakukan wawancara dengan pembalap 37 tahun tersebut. Bagi Rossi, ada sekitar 5 momen kemenangan yang bersejarah dan favorit, namun di antara itu semua kemenangan di Welkom 2004 adalah paling berkesan. Welkom 2004 adalah kemenangan perdana seorang Rossi muda bersama Yamaha yang baru saja dibelanya selepas dari Honda.

image
Kemenangan pertama Rossi bersama Yamaha di Welkom 2004

“Ada lima sampai enam balapan yang sangat penting dalam karier saya. Tapi Welkom 2004 sedikit lebih di atas, karena balapan itu begitu hebat, sangat penting dan tak terlupakan. Nomor satu!” ucap Rossi.

Rossi mampu “mengobati” Yamaha M1 menjadi motor juara setelah sebelum-sebelumnya selalu jadi pecundang. Bahkan, dalam autobiografinya, Rossi menyebut ketika dirinya masuk ke Yamaha, motor Yamaha M1 terasa sangat amburadul baik dari sisi aerodinamika maupun kecepatan dan akselerasi. Terasa mustahil baginya untuk bisa berbicara banyak di musim perdananya, apalagi untuk menang. Namun, di sinilah Valentino Rossi mendapat julukan The Doctor. Ia bisa mengobati motor lemot Yamaha menjadi motor juara. Sirkuit Welkom 2004 menjadi saksi kedahsyatan motor M1 racikan Rossi yang mampu melibas motor Honda yang ditunggangi Max Biaggi kala itu.

image
Rossi vs Biaggi Welkom 2004

Video kemenangan pertama Valentino Rossi bersama Yamaha di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan 2004 saat berduel dengan Max Biaggi

Itu tentang kemenangan favorit Rossi, lalu siapa lawan atau rival beratnya?

“Saya punya banyak rival tangguh. Yang paling tangguh adalah lawan-lawan dari beberapa tahun terakhir ini, yakni Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan Casey Stoner. Mereka sangat cepat. Tapi di masa lalu saya juga punya rivalitas hebat dengan Max Biaggi, Sete Gibernau dan Loris Capirossi,” beber Rossi.

Duel Rossi dan Biaggi di Sirkuit Pakhisa, Welkom Afrika Selatan adalah awal persaingan Rossi vs Biaggi. Namun, suasana panas dimulai di Mugello 2005. Kala itu Biaggi sempat “mendorong” Rossi ke gravel dengan menggunakan sikunya. Beruntung, Rossi bisa menghindar walau motor Yamahanya sempat turun ke rumput. Di lap berikutnya, Rossi acungkan jari tengah usai menyalip Biaggi tanda “perang” keduanya baru dimulai hingga beberapa tahun ke depan.

image
Rossi vs Gibernau Jerez 2005

Pun demikian dengan Sete Gibernau dan Loris Capirossi. Bahkan, Rossi pernah bersumpah tidak boleh kalah dari seorang Gibernau dalam karir balapnya. Insiden senggolan Rossi dan Gibernau di Jerez 2005 menjadi salah satu duel epic keduanya.

Insiden Senggolan Rossi vs Gibernau di Jerez 2005

Untuk rival masa kini, tidak usah kita bahas. Brosis pasti sudah mengerti semua bagaimana serunya pertarungan Rossi vs Stoner saat di Laguna Seca 2008 atau aksi saling overtake antara Rossi vs Lorenzo di Catalunya 2009 dan terkini pesaing paling berat pada sosok Marc Marquez, baik dari sisi balapan maupun “konspirasi” Spanyolnya di musim 2015 lalu.

Duel seru Rossi vs Stoner di Laguna Seca 2008

Semua perseteruan di atas adalah bumbu dalam MotoGP. Rivalitas antara Rossi dan pembalap-pembalap lain membuat MotoGP menjadi tontonan yang sangat seru dan menghibur. Sebab, balapan tidak hanya melulu soal finish duluan tapi bagaimana membuat sebuah balapan menjadi tontonan yang menghibur. Dan Valentino Rossi adalah paket sempurna semua itu yang belum mampu ditandingi pembalap manapun hingga saat ini.

Advertisements

2 Comments

  1. Rossi memang champion+entertainer.. benar2 mnghibur stiap kali duel.. yg bikin ane tanpa sadar jadi ngefans berat sejak duel Laguna Seca

Comments are closed.