Maverick Vinales Bantah Minta Gaji Besar Ke Yamaha, Ini Alasannya!

vinales-suzuki.jpg.jpegAwal pekan ini berhembus kencang rumor perpindahan pembalap yang nyaris tidak terpikir selama ini, anak emas Honda Dani Pedrosa akan menyeberang ke Movistar Yamaha guna menjadi duet Valentino Rossi. Sontak, rumor yang dihembuskan MCN tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, salah satunya adalah apakah Yamaha telah gagal mendapatkan Maverick Vinales dari Suzuki Ecstar? Ada apa gerangan? 

Pertanyaan masuk akal, sebab selama ini paling santer berkembang adalah soal pedekate Yamaha terhadap pembalap 21 tahun asal Spanyol itu guna menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang hengkang ke Ducati musim depan. MCN menyebutkan bahwa Vinales gagal ke Yanaha karena masalah gaji yang tidak menemukan titik temu. Disinyalir, kubu Vinales meminta gaji besar diluar budget yang disediakan Yamaha. Apakah benar?

Ternyata ketika wawancara dengan crash.net, Maverick Vinales membantah dirinya telah menolak tawaran Yamaha Motor Racing, dan secara tegas membantah adanya konflik negosiasi soal nilai gaji. Vinales juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mementingkan uang, Ia lebih memprioritaskan hasil balapan demi karirnya ke depan.

“Yang penting adalah hasil balap. Saya harus mematok target, karena saya datang ke MotoGP untuk menang. Dalam setahun, Suzuki telah mengalami langkah maju yang menakjubkan. Jika kami punya pekan balap yang sempurna, maka kami bisa naik podium. Ini membuat saya berpikir keras,” ujarnya.

Jelas, Vinales memang terlihat kesulitan dalam memilih tim masa depannya. Suzuki Ecstar, tim yang tengah dibelanya saat ini telah mengalami kemajuan signifikan dibanding musim lalu. Memperebutkan podium bukanlah mustahil di musim ini. Namun, Yamaha jelas sudah terbukti punya motor juara. YZR-M1 telah membuat seorang Jorge Lorenzo juara dunia setelah semusim penuh tahun lalu bersaing keras dengan Valentino Rossi yang juga naik M1. Lalu, pilih mana dong Vinales?

“Saya tak bisa bilang! Tapi suatu hari saya bangun tidur, mengambil kertas dan mulai menulis daftar apa saja yang saya butuhkan. Besoknya, saya menulisnya ulang! Saya harus punya daftar pro dan kontranya,” jawab Vinales saat ditanya pilihan akhirnya.

Jika mengacu pada pernyataan Vinales pekan lalu yang juga diangkat oleh blog ini, bahwa Vinales yang dimibta manajernya, Davide Brivio untuk menjawab masa depannya di Le Mans, maka kita tunggu saja hingga Minggu (8/5) besok usai race Le Mans. Apakah Vinales akan benar-benar memutuskan pilihan masa depannya, Suzuki atau Yamaha?

Advertisements

Comments are closed.