Wew… Susah Kejar Yamaha, Honda Minta MotoGP Ubah Regulasi. Kelakuan…!!!

image
Marc Marquez frustasi dengan buruknya akselerasi Honda RC213V, Ingin regulasi engine freeze dicabut

Honda mendesak pihak MotoGP melakukan revisi terhadap sebuah regulasi tentang engine freeze. Engine freeze adalah pembekuan pengembangan mesin di tengah musim. Dan Honda mendesak agar engine freeze segera dicabut.

Hal ini tidak lepas dari buruknya performa RC213V di Le Mans kemarin saat mengejar para rival, terutama Yamaha. Dikutip dari MCN, usai race Le Mans tim prinsipal Repsol Honda, Livio Suppo meminta MotoGP meninjau ulang regulasi tersebut.

Keinginan Honda tersebut merupakan akumulasi rasa frustasi atas buruknya akselerasi RC213V yang kalah jauh dari pesaing. Sebenarnya, masalah akselerasi ini sudah mengemuka sejak musim 2014. Kala itu Shuhei Nakamoto mengungkapkan bahwa RC213V sangat sulit dikendarai. Musim lalu menjawab kegelisahan Nakamoto, Marquez membenarkan bahwa akselerasi motornya buruk. Dan, puncaknya di awal musim ini. Bahkan, dalam sebuah wawancara, Marquez mengaku bahwa akselerasi terbaik saat ini adalah motor Ducati dan Yamaha. Honda bahkan masih kalah dari Suzuki.

Guna mengakali masalah tersebut, Honda sudah beberapa kali mencoba mencari jalan keluarnya. Mulai dari mengganti frame hingga mengikuti tren terbaru yakni menggunakan winglet. Tidak tanggung-tanggung, 3 pasang winglet kanan kiri nangkring di RC213V Marquez. Namun, semua itu dirasa masih belum mumpuni. Honda merasa sektor mesin yang harus mendapat upgrade. Sayangnya, regulasi engine freeze tidak memungkinkan mereka melakukan itu. Sehingga ide agar regulasi engine freeze dicabut muncul agar mampu mengejar para rival, khususnya Yamaha.

Di race Le Mans akhir pekan lalu, Honda RC213V Marquez terlihat memang kesulitan menghadapi masalah akselerasi. Makin nyata kala duel perebutan tempat kedua. Marquez yang bertarung dengan Dovi dan Rossi tidak mampu berbuat banyak. Akselerasi RC213V terlihat jelas inferior dibanding dua pesaingnya itu. Walaupun Marquez mengakali dengan mengatur titik pengereman, karena jumlah lap sangat banyak hingga 28 putaran, Marquez akhirnya terlihat memaksakan strateginya itu. Hasilnya, di lap 15 Marquez terjatuh.

Apakah keinginan Honda tersebut akan dikabulkan? Sebenarnya untuk merubah sebuah regulasi teknis MotoGP harus melalui persetujuan seluruh tim peserta MotoGP. Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) harus sepakat dalam satu suara dominan. Jika ada satu pabrikan dengan suara dominan yang tak setuju, maka perubahan regulasi tak akan disetujui. Nah, apa Yamaha mau merubah regulasi itu, apalagi ini Honda yang notabene musuh bebuyutan yang memintanya!?!?

Advertisements

13 Comments

  1. Dorna membuat Regulasi agar Honda tidak terlalu Superior dalam pengembangan Teknologi Prototypenya, Nilai positifnya jadi kompetisi MotoGP menjadi lebih menarik.
    Honda sebenarnya sdh memprotes sejak regulasi ECU disamakan, itu sama saja mengebiri Perkembangan Teknologi.

  2. lah itu ducati bisa kok minta dipensasi biar bisa kejer honda ama ymh,

    bisa saja maksundnya itu u/ aturan thn depan, bukan saat ini

Comments are closed.