Dituduh Memukul Pengendara, Ini Tanggapan Pihak Polres Tangsel! Bohong Gak Ya…???

image

Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan tiga oknum anggota Polantas di Perempatan Duren, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan terhadap seorang pengendara motor Wisnuhandy mendapat tanggapan dari pihak kepolisian resort Tangsel. Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Prayogo membantah bahwa anggotanya telah melakukan pemukulan. Nah lho

Dikutip dari detikcom, AKP Prayogo mengklarifikasi curhatan Wisnuhandy di akun facebooknya soal pemukulan oleh 3 oknum polantas gara-gara hanya bertanya soal surat tugas razia. Prayogo membantah kalau anggotanya melakukan pemukulan terhadap Wisnu dan justru menuduh Wisnu yang terlalu agresif terhadap petugas.

“Kebenarannya, tidak ada pemukulan. Dia yang agresif, bukan kami membela diri,” tegas Kasat Lantas Wilayah Tangsel Ajun Komisaris Prayogo, Senin (16/5) malam.

Namun, tidak disebutkan mengapa ketika hanya ditanya soal, surat tugas razia, oknum tersebut naik darah. Tidak disebutkan oleh beliau.

Prayogo kemudian menjelaskan kronologi kejadian di lapangan, tentu saja berdasarkan informasi yang beliau terima dari anggotanya. Kejadian berawal dari ketika anak buahnya yang tengah melakukan pemeriksaan memberhentikan Wisnu.

“Sesuai pernyataan di lapangan, dia diberhentikan, malah dia memaki-maki dengan alasan keluarga aparat, terus maki-maki. Karena alasan itu malah berlanjut, akhirnya dilepas daripada ribut di jalanan,” jelas Prayogo.

Heemm… Entah siapa yang benar, namun andaikan salah satu dari kedua pihak telah berbohong dengan memutar-balikkan fakta di lapangan, telah jadi apa negeri ini. Berbohong di ranah publik “hanya” dengan harapan dirinya dianggap tidak bersalah, berarti telah hilang urat malunya.

Wisnuhandy atau Pihak Kepolisian yang telah berbohong? Susah ya menemukannya kalau kedua belah pihak tidak dikonfrontir langsung di hadapan pihak yang netral dan terbuka untuk publik. Kita tunggu saja kelanjutan kasus ini ya…

Advertisements

11 Comments

  1. Banyak pengendara juga yg nakal klo kena razia ngaku2 keluarganya atau kenal pejabat dan org penting lainnya dg harapan bakal lolos hukum, pdhl mungkin asal nyeplos. Klo ada yg videion bakal ketahuan pihak mana yg salah spt kasus anak SMA di medan yg maki2 polwan tuh 😀 .

  2. Jangan gegabah menuduh, kita juga gak tau sebenarnya siapa yang salah. Pertanyaan simple adalah, saat polisi melihat secara langsung pelanggaran apa dia tidak punya wewenang menilang? Apakah harus pakai surat tugas? Apakah seorang polisi tidak berhak menangkap pecuri yg brda di depan mata?

Comments are closed.