Rossi-Vinales-Iannone Front Row On Start and Silly Season

image

Hasil kualifikasi MotoGP Italia 2016 di Sirkuit Mugello menempatkan tiga pembalap dari tiga tim berbeda di depan. Valentino Rossi sebagai pole, Maverick Vinales runner up dan Andrea Iannone ketiga. Entah kebetulan atau tidak, ketiganya merupakan lakon utama perpindahan pembalap musim depan.

Lho, Rossi kan tidak pindah? Anda benar, The Doctor memang tidak pindah seperti Vinales atau Iannone, tapi perlu diingat “gara-gara” Rossi, kedua pembalap tersebut bisa pindah. Bijimana ceritanya bisa begitu?

Masih ingat bagaimana di bulan Maret Movistar Yamaha menyodorkan perpanjangan kontrak untuk dua pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi? Nah, kala itu tanpa banyak cincau, Rossi akhirnya menandatangani perpanjangan kontrak itu hingga 2018. Rossi dengan yakin meneruskan masa baktinya di Yamaha dua tahun ke depan. Nah, keputusan inilah yang membuat Lorenzo seperti merasa dinomorduakan. Menurut persaannya, Yamaha lebih memprioritaskan Rossi dibanding dirinya yang notabene juara dunia. Akhirnya, Lorenzo tidak mau segera tanda tangan, dan kita semua paham bahwa setelah itu x-fuera justru memilih tanda tangan 2 tahun kontrak di Ducati. Jorge Lorenzo pindah ke Ducati.

Dari sinilah efek bola salju mulai menimpa pembalap-pembalap dan tim lain. Lorenzo pindah ke Ducati, berarti Yamaha harus mencari penggantinya. Sempat ada nama Dani Pedrosa, namun akhirnya Lin Jarvis mengumumkan telah merekrut Maverick Vinales. Karir dan ambisi Vinales serta faktor Rossi sang idola di Yamaha menjadi alasan Vinales ke Yamaha. Deal, Vinales ke Yamaha, Yamaha punya line up baru untuk musim 2017, tapi tidak dengan Suzuki.

Kursi lowong yang ditinggalkan Vinales mau tidak mau membuat Suzuki harus mencari penggantinya. Nah, di sini cerita duo Andrea di Ducati menemukan benang merahnya. Lorenzo masuk tim merah Italia itu, berarti salah satu dari pembalap mereka saat ini harus ada yang dibuang untuk memberikan slot bagi sang juara dunia. Entah, apakah karena alasan lebih kalem, aman bagi Lorenzo atau karena kedekatannya dengan Rossi, sesuatu yang dibenci Lorenzo, Ducati akhirnya memilih Dovi dan melepas Iannone. Dan pucuk dicinta ulam tiba, Vinales pergi Iannone kosong. Suzuki segera bertindak cepat. Digaetlah Iannone ke tim biru Ecstar dengan durasi 2 tahun. Jarvis merasa Iannone klop dengan filosofi balap Suzuki. Skill Ian pun tidak main-main.

Akhirnya Rossi, Vinales dan Iannone menjadi topik utama silly season MotoGP 2016, tentu saja nama Jorge Lorenzo tidak bisa disingkirkan begitu saja. Saat ini, ketiganya seperti ingin “bermain-main” di lintasan membuktikan jika keputusan masa depan dirinya tepat, setidaknya hingga kualifikasi Mugello kemarin. Bahkan, Rossi dan Vinales sepertinya sudah mulai “kerjasama” sejak saat ini. Lihat bagaimana pengakuan Rossi yang memanfaatkan slipstrem di belakang motor Vinales hingga bisa meraih pole. Juga bagaimana “ngamuknya” Iannone di kandangnya dengan mendominasi sesi latihan bebas seolah-oleh membuktikan bahwa keputusan timnya salah telah membuangnya. Terbukti, ketika Ian start dar front row, Dovi justru gagal di kualifikasi pertama.

Ya, tiga pembalap start terdepan di race Mugello nanti telah membuktikan sesuatu kepada timnya yang baru, bahwa mereka pantas menjadi pilihan utama.

Advertisements

Comments are closed.