10.000 km Bersama Genza (Zenith Black NMax Non ABS)

image
Genza a.k.a Yamaha NMax Zenith Black Non ABS

Tak terasa sudah 10.000 km lebih bersama Genza, NMax hitam kesayangan. Dipinang Oktober tahun lalu, kini tujuh bulan kemudian si Genza masih menemani aktivitas harian RA mencari sepiring berlian. Sebenarnya, rada males melakukan review motor harian, walaupun milik sendiri (apalagi dipinjemin :D), tapi koq ya eman kalau tidak dibagi pengalaman ini. Apalagi angkanya 10 ribu km, lumayan menarik angka 10 ribu ini. Sebelumnya, impresi yang RA tulis di sini hanya berdasarkan feeling yang RA rasakan. Tidak harus brosis sama-samain, pun tidak harus menolak jika memang sama.

Fisik Genza

Secara fisik, tidak ada perubahan yang dilakukan. Bukan karena tidak ingin, namun lebih ke keterbatasan finansial untuk melakukannya. Maklum bro, blogger masih mau mapan ya begini harus pintar-pintar menentukan prioritas pengeluaran. Malah curhat… :D. Sebenarnya sih tidak ada perubahan di sini maksudnya tidak ada modifikasi besar-besaran seperti pasang box kanan kiri atau pasang spion a la mobil dan sejenisnya.

image
Proses pengecatan smoke

Modifikasi yang RA lakukan hanya sekedarnya, seperti lampu belakang dan lampu sein yang dicat smoke hitam serta bodi samping kanan kiri yang dihitamkan juga dengan skotlet. Jadi, Genza terlihat nyaris berwarna hitam semua, kecuali rear hugger yang masih ori silver. Oh iya, perubahan fisik lainnya adalah pemasangan karpet plastik di dek kaki bertuliskan NMAX warna merah dan terakhir adalah pemasangan spatbor extension di depan dan mud flap di belakang. Semuanya murah meriah. Total dana untuk perubahan fisik Genza adalah sekitar 250 ribu.

image
Smoke

Ke depan, ada rencana untuk melapisi seluruh body Genza dengan cutting sticker untuk refresh tampilan sekaligus menutupi beberapa bagian yang baret-baret akibat ulah iseng orang tidak bertanggung jawab. Oh iya, si Genza sempat sekali ambruk gara-gara standar samping yang tidak napak sempurna hiks… beruntung, ambruknya tidak frontal langsung ke tanah, sempat tertahan batang pohon belimbing. Kasian tuh pohon ditimpa si jumbo hehehe

Jeroan Genza

Nah, untuk bagian satu ini nyaris tidak ada perubahan juga. Apalagi sektor mesin, no bore up no no no lainnya… alias masih standar ting ting. RA bukan biker aliran modif mesin nih (alesyan sih, bilang aja kagak ada duit :D). Lha ngapain ditulis? heemm… kalau pakai oli sesat dan pasang filter udara aftermarket apakah masuk modifikasi jeroan? Kalau tidak, ya sudahlah abaikan saja paragraf ini hehehe… kalau iya, oli yang dipakai Pertamina Fastron Techno (PFT) dan filter udaranya Ferrox hasil merayu om Kobay nih. Thx om… Untuk sektor ini dana yang telah dikeluarkan sekitar 400 ribuan.

Aksesoris Genza

image
Pasang klakson dan alarm by johnhendyofmars

Hanya ada dua aksesoris yang RA pasang di Genza, yakni klakson Denso dan Alarm Ride It. Klakson Denso untuk suara klakson mirip klakson mobil-mobil keluaran terbaru seperti klakson Mobilio contohnya. Alarm Ride It sebagai fitur keamanan tambahan. Untuk dua aksesoris ini RA harus mengeluarkan dana sekitar 350 ribuan.

Bahan Bakar Genza

image
Zenith Black NMax Non ABS

Pertamax adalah bahan bakar utama Genza sejak pertama kali pakai. Di awal-awal dari dealer jelas diisi premium dan itu adalah sekali-kalinya premium ngendon di tangki 6,6 liter Genza. Sempat mencoba Pertalite hanya untuk perbandingan dengan Pertamax dan Premium. Namun, yang RA rasakan adalah Pertamax is better than all untuk Genza yang memiliki rasio kompresi 10,5:1 ini. Untuk satu ini susah menentukan sudah berapa duit yang dikeluarkan, sepertinya sudah lebih dari sejuta.

Rute Harian Genza

image
Bokong semox

Genza ini adalah satu-satunya kendaraan operasional harian RA. Memang, sesekali pakai New Soul GT125 milik Ibu tapi sangat jarang. Jarak tempuh harian rata-rata 20 km/hari, sesekali bisa sampai 50 km/hari atau bahkan bisa hanya 5 km. Jalanan yang dilalui rata-rata sudah aspal hot mix khas perkotaan. Untuk rute never off road. Aspal kelas 3C alias jalanan desa lumayan sering. Intinya, rute harian Genza tidak banyak menyiksa mesin dan suspensi. Jarak terjauh yang ditempuh adalah 150 km yaitu Situbondo-Jember PP.

Rider Genza

image
Istri dan Rafif, keluarga besar

Bobot RA 100+ kg, Istri 80+ kg, Anak 10+ kg. Kebayang bukan bagaimana bergunanya suspensi keras Genza ketika kami boncengan, mantabs bro. Tapi, kalau naiknya sendirian, Yamaha memang kurang ajar untuk yang satu ini. Bikin tukang pijat laris.

Konsumsi BBM Genza

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahan bakar Genza adalah Pertamax alias Ron 92. Beruntung, untuk mengukur konsumsi bahan bakarnya tidak perlu isi full, jalan, isi full lagi, foto cekrek, kalkulator dan sejenisnya, namun cukup dengan melihat speedometer. Terima kasih Yamaha telah memberikan panel speedometer yang lengkap di NMax. Selama ini, dengan bobot pengendara Genza seperti disebutkan di atas, rata-rata konsumsi Pertamax Genza adalah di range 36 kpl – 41 kpl (kilometer per liter). Sedikit catatan, 41 kpl bisa didapat setelah cvt dibongkar total dan dibersihkan tepat di 10.000 km. Sejak pertama hingga kini rata-rata sih 38 kpl. Apakah ini irit? Entahlah…

Top Speed Genza

image
Tetot kalau ketemu motor ini ya

Rada males bahas satu ini. Bukan karena sok safety atau apalah, tapi RA memang gak suka bahas top speed. Memang, sesekali pernah mencoba top speed atau kecepatan Genza sampai gas mentok, namun terlalu beresiko kalau dilakukan di jalan raya. RA gak punya cukup nyali untuk itu. Beberapa klaim top speed NMax bisa mencapai 120-an kpj, bahkan RA pernah baca (entah dimana) sampai 130 kpj. Jujur, RA tidak pernah terobsesi dengan top speed Genza. RA tahu diri, dengan bobot jumbo mana mungkin Genza bisa mencapai top speed segitu. Sekali-kalinya nyoba maksimal di 105 kpj, itupun sudah tidak nyaman sama sekali naik Genza sampai sedemikian kencangnya. 60-70 kpj adalah kecepatan paling menyenangkan untuk naik Genza.

Akselerasi Genza

Untuk parameter satu ini subyektif sangat. Susah mengukurnya kecuali dengan feeling. Untuk Genza dan RA yang berbobot 100+ kg, akselerasi bawah Genza rada tertahan dikit, khususnya dari posisi diam ke gerak. Namun, untuk akselerasi menengah ke atas dua jempol rasanya masih kurang untuk Genza ini. Faktor VVA nampaknya sangat berperan di sini. Paling menyenangkan itu ketika di jalan tanjakan, bagi Genza seolah-olah tanjakan itu sangat enteng. Saat yang lain terengah-engah, Genza plus RA dan Istri melaju tak tertahan. Anteng bener… Bahkan setelah 10 ribu km kemudian, kondisi ini tidak banyak berubah. Makin jatuh hati dengan Genza nih… walau kangen lagi dengan sensasi kopling sport 😀

Suspensi Genza

image
Mud Flap

Bisa jadi, satu-satunya kelemahan si Genza adalah di suspensi. Silahkan serang sisi ini kalau memang anda fans boy sebelah, sebab suspensi Genza memang keras, bahkan untuk rider seberat RA. Kecuali jika sudah boncengan dengan istri baru terasa kelebihan suspensi kerasnya ini ketika melibas jalanan berkelok-kelok, tak ada gejala nge-buang. Sempat mencari-cari shock belakang yang lebih empuk, namun akhirnya keputusan tetap dengan shock ori. Untuk NMax generasi kedua (jika memang ada) bagian suspensi harus menjadi fokus utama Yamaha. Semoga NMax 250 atau XMax 250 tidak punya “fitur” keras ini.

Itu tadi sedikit yang bisa RA bagikan setelah 10.000 km bersama NMax, big scooter Yamaha yang menurut RA sih sangat value. Bagi orang dengan TB 190 cm, Bobot 100+ kg pilihan unit motor yang pas memang cukup terbatas. Ada sih, moge… tapi harga moge di Indonesia yang kurang ajar menjadikan itu bukan pilihan kebanyakan. Dan, RA rasa NMax sudah mendekati cocok untuk brosis yang berbodi bongsor. Sangat recomended untuk matik bongsor moge look seharga motor sport 150 cc.

image
Spatbor extension

Kira-kira itu dulu deh review 10.000 km bersama Genza, NMax hitam dari Yamaha. Kelebihan dan kekurangan silahkan disimpulkan sendiri. Tidak menutup kemungkinan artikel ini akan diupdate jika RA merasa ada yang kelupaan untuk diangkat.

Advertisements

11 Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Biaya Penggantian Fast Moving Part NMax Untuk Jarak Tempuh 15.000 km | rideralam.com

Comments are closed.