MotoGP 2017: Menunggu Kiprah Lorenzo, Vinales dan Iannone!

image

MotoGP 2017: Menunggu Kiprah Lorenzo, Vinales dan Iannone!

Brosis, tanpa mengesampingkan pembalap lain, perpindahan pembalap MotoGP musim 2017 akan fokus ke tiga nama berikut; Jorge Lorenzo, Maverick Vinales dan Andrea Iannone. Lorenzo di Ducati, Vinales ke Yamaha dan Iannone bersama Suzuki. Bukan tanpa alasan jika ketiganya akan menjadi pusat perhatian sebab sama-sama berpeluang mencetak prestasi spektakuler bersama tim barunya. Kira-kira siapa yang akan mencuri perhatian publik sebagai transfer tersukses?

Sukses dan spektakuler di sini jelas diantara ketiganya tidak bisa disama-ratakan. Lorenzo bersama Ducati parameter suksesnya jelas tidak sama dengan Iannone di Suzuki atau Vinales di Yamaha. Ekspektasi publik terhadap ketiganyapun di tahun debutnya bersama tim baru juga akan berbeda.

Lorenzo bisa jadi adalah yang paling banyak diharapkan bisa meraih prestasi optimal selayaknya ketika masih di Yamaha, juara dunia! Target juara dunia untuk Lorenzo sudah bisa terlihat dari finansial yang dikeluarkan Ducati untuk menggajinya. Konon kabarnya Lorenzo punya gaji lebih besar dari yang diterimanya di Yamaha, bahkan lebih besar dari gaji Valentino Rossi. Mengapa Ducati berani bayar mahal Lorenzo, sebab Ducati ingin juara dunia MotoGP tahun depan dari kubunya. So, jika Lorenzo tidak juara dunia di tahun pertamanya bersama Ducati, jelas sebuah kegagalan. Lho, kan masih adaptasi bro? Betul, adaptasi akan dilakoni Lorenzo bersama Desmosedici GP17 nanti, namun dengan skill dan pengalaman Lorenzo serta bagaimana jinaknya Desmosedici sekarang, rasanya adaptasi bisa dilakukan sampai 6 seri pertama musim depan.

image

Beda dengan Maverick Vinales di Yamaha. Vinales memang diproyeksikan menggantikan Lorenzo untuk mereplace juara dunia dengan calon juara dunia baru. Jadi, Vinales ke Yamaha di tahun perdananya tidak akan dibebani target juara. Walaupun motor Yamaha M1 sudah terbukti bisa juara dunia, namun pengalaman Vinales dalam hal mental bertarung memperebutkan itu masih belum teruji. Suzuki sebagai tim sebelumnya tidak punya target juara, hanya bagaimana agar progres motor berjalan dengan benar. So, Vinales masih belum teruji untuk head to head for world champions title. Target realistis Yamaha untuk Vinales adalah membawanya masuk jajaran pembalap elit MotoGP (baca para alien) dulu. Baru mencoba menariknya ke pusaran race to title di musim-musim selanjutnya. Tapi, andaikan di tahun debutnya nanti Vinales bisa mempersembahkan titel juara dunia… Wow!

image

Lalu, apa target paling realistis untuk Iannone dan Suzuki? Bertarung untuk podium. Bukan bermaksud mengecilkan kemampuan Iannone, namun kemampuan motor Suzuki memang masih berada di bawah Honda dan Yamaha. Kans untuk memperebutkan titel juara dunia masih kecil, walau kemungkinan itu tetap ada. Target paling masuk akal adalah bertarung untuk sesering mungkin naik podium dan bolehlah berharap sesekali juara seri. Tapi, Iannone di Ducati yang notabene punya motor lebih kencang daei Suzuki saja untuk meraih kemenangan seri saja sulitnya minta ampun. Jadi, target paling realiatis tetap di zona podium.

Bagaimana peluang pembalap anyar di tim anyar lainnya? Aprilia masih terus berjuang memghasilkan motor yang mampu bersaing dengan motor prototype lainnya. Sam Lowes yang diangkat dari Moto2 masih harus banyak belajar di kelas premier. KTM akan memulai debutnya bersama Bradley Smith dan (kemungkinan) Pol Espargaro, dua pembalap berpengalaman. Namun, tahun pertama bagi sebuah tim masuk MotoGP akan menemui banyak kesulitan untuk beradaptasi

MotoGP 2017: Menunggu Kiprah Lorenzo, Vinales dan Iannone!

Advertisements