Romansa Masa Lalu Membuat Pol Espargaro Hijrah Ke KTM

ktm indonesia

image

Romansa Masa Lalu Membuat Pol Espargaro Hijrah Ke KTM

Salah satu pembalap muda yang kenyang pengalaman di MotoGP adalah Pol Espargaro. Sempat “dibina” di tim satelit Yamaha, Tech 3, ternyata setelah dua musim “sekolah” kesempatan untuk “naik kelas” ke tim pabrikan tidak jua ada. Akhirnya, demi sebuah romansa masa lalu, Pol memutuskan enough “sekolah” dan pindah ke tim lain yang berstatus tim pabrikan, KTM.

Benar, romantisme masa lalu menjadi alasan utama kepindahan Pol ke tim pabrikan asal Austria itu. Romansa yang membuat dirinya bisa naik ke kelas premier. Romansa bernama prestasi di kelas 125 cc dan Moto2. Yup, di kelas Moto2 nama Pol sempat berkibar di puncak tertinggi sebagai pembalap terbaik. Kala itu adalah tahun 2013, tahun dimana Pol berhasil menyabet juara dunia Moto2.

Pol merasa dirinya mampu mengalahkan beberapa pembalap yang saat ini justru telah jauh meninggalkannya. Hal itu bisa terjadi karena dia hanya mendapatkan motor kelas dua. Walaupun Yamaha mengklaim motor Yamaha M1 di Tech 3 setara dengan yang di factory team, nyatanya support selanjutnya tidak didapatkan layaknya M1 Rossi dan Lorenzo. Alhasil, kecepatan Pol mentok dan harus puas hanya bertarung untuk papan tengah. Bukan bertarung memperebutkan kemenangan, sesuatu yang selalu dirasakannya kala masih di kelas Moto2.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat Pol harus membuat keputusan. Cukup di Tech 3, saatnya terbang lebih tinggi bersama tim pabrikan. Gayung bersambut. Tim pabrikan baru dengan sejarah hebat di olahraga motorsport dunia, KTM telah memutuskan ikut berkecimpung di kelas MotoGP. Mereka butuh pembalap muda, cepat dan berpengalaman untuk membangun tim. Satu nama telah mereka ikat, Bradley Smith yang notabene rekan setim Pol di Tech 3 dalam dua musim terakhir. Satu kursi lagi akhirnya telah diputuskan harus diisi oleh Pol Espargaro. Jadilah, KTM MotoGP 2017 beraroma Tech 3.

So, romansa masa lalu yang penuh kejayaan membuat Pol kangen untuk mengulanginya lagi. Dan hal itu bisa dilakukan jika hanya bersama tim pabrikan, setidaknya itu yang ada di benak pembalap 23 tahun itu. Namun, perlu diingatkan juga tim pabrikan dengan histori juara dunia dalam satu dekade terakhir hanyalah ada tiga, Ducati, Yamaha dan Honda. Bahkan, Ducati sejak terakhir juara dunia melalui Casey Stoner 2012 lalu, hingga kini masih kesulitan untuk mengulanginya lagi. Hanya Yamaha dan Honda yang konsisten terus mencetak juara dunia. MotoGP memang kejam, terutama untuk tim-tim baru. KTM boleh saja punya sejarah hebat di olahraga motorsport, tapi di MotoGP mereka baru sebatas hebat di kelas Moto2 atau Moto3. Di kelas para raja mereka masih anak bawang.

Semoga saja, dengan pengalaman yang melimpah di olahraga penuh kecepatan ini, KTM bisa cepat beradaptasi di MotoGP dan bahkan bisa meruntuhkan dominasi pabrikan asal negeri Jepang. Pol telah memutuskan masa depannya, kita tunggu saja apa yang bisa dilakukannya di musim depan bersama KTM.

Romansa Masa Lalu Membuat Pol Espargaro Hijrah Ke KTM

Advertisements

Comments are closed.