Usai Tubruk Lorenzo, Iannone Harus Start Dari Posisi Buncit Di Assen 2016

image

Edisi momen cetar lainnya di MotoGP Catalunya 2016 adalah saat seorang Andrea Iannone kembali menyeruduk pembalap lain. Kali ini korbannya adalah Jorge Lorenzo, sang juara dunia bertahan yang kebetulan musim depan “mendepak” Iannone dari Ducati. Akibat insiden itu, kedua pembalap mengakhiri balapan lebih cepat.

Iannone tiba dari belakang dengan kecepatan tinggi, sementara itu di depannya Lorenzo telah ambil ancang-ancang belok ke kiri. Entah, apakah Iannone terlalu kencang dan telat ngerem, atau justru Lorenzo yang lamban mengingat usai disalip Rossi dari posisi pertama, posisinya terus menurun, yang jelas Desmosedici #29 langsung nyeruduk M1 #99. Akibat benturan itu, Lorenzo “terbang” dari M1 dan jatuh di tarmac run off.

Banyak pihak menduga insiden ini akan berbuntut panjang, sebab pihak Yamaha melalui Lin Jarvis langsung melaporkan Iannone ke pihak MotoGP untuk mendapatkan sanksi. Jarvis menilai Iannone harus diberi pelajaran agar tidak terus melakukan kesalahan seperti itu. Masuk akal juga apa yang dilakukan Jarvis, sebab di musim ini serudukan a la Iannone tidak kali ini saja. Di Argentina, seri ketiga, Iannone juga melakukan hal serupa dan korbannya adalah rekan setimnya di Ducati, Andrea Dovizioso. Akibat perbuatannya itu, mereka berdua gagal podium 2 dan 3 padahal finish sudah di depan mata.

image

Pihak MotoGP akhirnya mengeluarkan keputusan terkait insiden Lorenzo vs Iannone itu. Iannone mendapat sanksi berat yakni harus start dari posisi paling belakang di MotoGP seri berikutnya di Assen, Belanda 3 minggu lagi. Sebuah hukuman yang sangat berat. Iannone menjadi pembalap pertama yang mendapat sanksi start posisi buncit setelah Valentino Rossi mendapatkannya musim lalu usai insiden Sepang 2015.

Semoga Iannone alias si mister sruduk jera dengan sanksi ini.

Advertisements

Comments are closed.