Are You A Green Driver?

ktm indonesia
image
Adek sepupu nih 😀

Cukup tertarik dengan artikel yang diterbitkan Otomania hari ini, Selasa (14/6) tentang Green Driver. Setelah membaca lebih detil, RA jadi tertarik untuk membandingkan isi artikel tersebut dengan RA sendiri. Maklum, RA termasuk green driver jika yang dimaksud memang seperti itu. Ingin mengukur sejauh apa tingkat ke-green driver-an RA.

Sebelumnya, Green Driver menurut Otomania adalah orang yang baru saja beralih menggunakan mobil setelah sebelumnya menggunakan sepeda motor. Pengemudi hijau atau pengemudi yang masih hijau atau belum berpengalaman kali ya. Nah, RA banget tuh hehehehe… Setahun terakhir mulai belajar nyetir mobil, jadi belum fasih bener.

Green Driver juga berarti sudah bisa mengemudi mobil tapi mental atau attitude masih rider motor. Masih menurut Otomania, berikut ciri-ciri Green Driver:

1. Sering terlihat kagok saat berkendara,
2. Suka mengerem mendadak,
3. Suka berpindah jalur,
4. Suka berjalan pelan bahkan saat berada di jalur cepat.
5. Suka bermanuver tanpa adanya aba-aba untuk pengguna jalan lain,
6. Kurang perhitungan, dan
7. Mudah panik.

Nah, brosis bisa mulai mengukur kemampuan drivingnya dengan patokan di atas. Jika jawabannya TIDAK maka abaikan saja, berarti brosis bukan Green Driver lagi. Sudah level di atasnya. Sekarang coba akan RA ukur dengan kemampuan RA sendiri sesuai 7 sifat green driver di atas.

1. Sering terlihat kagok saat berkendara
>> RA akan sangat tenang mengemudi jika jalanan tidak crowded alias lancar. Namun, ketika jalanan mulai tidak lancar atau macet, kagok pernah datang dan ini jelas tidak nyaman. Bikin keringetan dan deg-degan.

2. Suka mengerem mendadak
>> Sepanjang ingata RA mengemudi, baru sekali ngerem mendadak yakni saat tiba-tiba ada seekor kucing menyeberang tanpa tolah-toleh :D. Akibatnya, sebuah motor di belakang mobil gak sempat menghindar dan nabrak bamper belakang. Mungkin karena sama-sama panik, habis kejadian dua-duanya langsung tancap gas. RA jalan lagi, si rider juga tancap gas. Kocak… Sampai di rumah bamper melengkung ke dalam seukuran ban motor.

3. Suka berpindah jalur
>> Nah berhubung jalan di tempat tinggal RA gak gede-gede amat, ya hanya dua lajur, untuk satu ini agak jarang.

4. Suka berjalan pelan bahkan saat berada di jalur cepat
>> Kalau yang satu ini RA rasa tidaklah, masih paham kapan harus lambat kapan harus ngebut.

5. Suka bermanuver tanpa adanya aba-aba untuk pengguna jalan lain
>> Bukan bermaksud pamer, tapi memang pas motoranpun RA jarang sekali bermanuver tanpa aba-aba. Selalu berikan tanda sebelum belok atau pindah jalur. Nah, kebiasaan ini suka terbawa saat bawa mobil. Alhamdulillah

6. Kurang Perhitungan
>> Ini kelemahan RA saat parkir atau memundurkan mobil. Suka susah memperhitungkan jarak via spion. Ada solusi? Kalau RA sih langsung toleh belakang hehehehe

7. Mudah Panik
>> Jika lalin crowded, salah sambil lajur, harus putar arah di jalan dua lajur dan ketika lampu hijau tapi mesin tiba-tiba mati pas mau bergerak gara-gara kerendahan injak gas… Itu daftar hal-hal yang bikin RA panik saat nyetir mobil.

Apakah RA Green Driver? What about you?

Advertisements

6 Comments

  1. kirain pengemudi ramah lingkungan hehehe… yah biasa kalo masih baru pasti gitu dan sekarang jumlahnya banyak banget dijalanan karena mobil murah kali ya, bener bener membahayakan, coba regulasi sim kaya di jepang… semakin lama bawa mobil pasti akan semakin menyatu/menjiwai kata pak guru saya dulu.. tubuh bisa merasakan apa yg diluar kok, contohnya kalo ada sesuatu disamping aja bahu udh bis merasakan.. yg penting jangan panik dan kagetan..

Comments are closed.