Menebak Masa Depan Alex Rins Pasca Hengkang Ke Suzuki, Ikuti Jejak Vinales?

image
Alex Rins berpeluang ikuti jejak Maverick Vinales

Beberapa waktu lalu, ketika rumor kepindahan Maverick Vinales ke Yamaha masih gencar-gencarnya, berkembang opini bahwa Yamaha memang tengah mengincar dua pembalap muda Spanyol untuk memperkuat skuadnya. Vinales akan menggantikan Lorenzo di tim Movistar yang notabene tim factory Yamaha dan satu nama lagi akan memperkuat tim satelit Yamaha, Tech 3 yakni Alex Rins. Namun, kini semua tahu bahwa hanya soal Vinales yang menjadi kenyataan, Rins tidak.

Vinales benar-benar hengkang ke Movistar Yamaha mulai tahun 2017 nanti menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang hengkang ke Ducati dan Alex Rins justru tidak ke Tech 3 melainkan ke Suzuki. Hal tersebut bisa terjadi karena seorang Rins tidak menginginkan pindah atau naik kelas ke MotoGP bersama tim satelit, Ia lebih memilih menjadi pembalap tim pabrikan langsung. Keputusan Rins tersebut membuat Yamaha gigit jari. Padahal Rins diproyeksikan untuk menjadi tandem Vinales saat Valentino Rossi pensiun nanti. Tapi, apakah Yamaha akan benar-benar gigit jari soal Rins?

Jika acuannya saat ini, jawabannya memang iya. Rins lebih memilih Suzuki sebagai pelabuhan karir selanjutnya atau dua tahun ke depan. Namun, bukan berarti peluang Yamaha menggaet Rins pupus sudah, setidaknya dua tahun lagi hal itu bisa kembali dilakukan. Yamaha bisa belajar dari saga Vinales. Dua tahun ‘belajar’ di Suzuki, saat matang akhirnya digaet ke Movistar Yamaha. Bukan mustahil hal serupa akan dilakukan lagi kepada Alex Rins. Walaupun kondisinya bisa jadi tidak akan sama dua tahun lagi.

Peluang Yamaha menggaet Alex Rins dua tahun lagi sama besarnya dengan peluang Suzuki mempertahankan pembalap mudanya itu nanti. Syarat dan kondisi menentukan. Peluang Rins untuk mengikuti jejak Vinales gabung tim factory Yamaha terbuka lebar jika kondisi Suzuki minimal sama dengan saat ini atau makin menurun. Kondisi yang dimaksud adalah kesempatan menang kecil, kesempatan juara dunia kecil dan Suzuki masih terus menjadi tim kuda hitam, bukan tim calon penantang serius juara dunia. Jika ini yang terjadi, maka Rins kemungkinan besar akan hengkang. Dua tahun menimba ilmu di tim pabrikan dirasa cukup untuk kemudian mengembangkan sayap mengejar titel juara dunia MotoGP. Kebetulan, di sisi Yamaha satu slot kursi akan kosong pasca keputusan pensiun Rossi di akhir musim 2018. Maka, duet Vinales-Rins akan terbentuk di Yamaha Factory.

Sebaliknya, jika selama dua musim 2017 dan 2018 Suzuki bisa mengembangkan potensi GSX-RR menjadi kandidat juara dunia sejajar Yamaha, Honda atau minimal Ducati, maka peluang mengunci Rins menjadi ikon mereka di masa depan akan sangat terbuka lebar. Alex Rins akan merasa jika keluar dari Suzuki akan tidak menguntungkan karena titel juara dunia juga bisa diwujudkan bersama tim lamanya, ngapain juga harus pindah. Lagipula, kesempatan menjadi legenda di Suzuki jauh lebih besar dibanding hengkang ke Yamaha. Jika ini terjadi, jelas sebuah keuntungan bagi MotoGP dan para penikmat aksi-aksi para pembalap terkencang di kolong jagad ini.

image
MotoGP musim 2019 tidak akan ada lagi aksi legenda satu ini

Coba bayangkan ke musim 2019 nanti. Oke, ikon dan sekaligus legenda MotoGP Valentino Rossi pensiun. Publik tidak akan bisa lagi menikmati aksi-aksi menghiburnya di lintasan, namun hal itu bisa tergantikan dengan aksi-aksi memukau para pembalap dari beberapa tim pabrikan yang setara dalam peluang mengejar titel juara dunia. Sebut saja, Marc Marquez akan makin matang di Honda; Yamaha punya gacoan baru untuk meneruskan kejayaan pada sosok Maverick Vinales; Ducati masih tetap mengandalkan seorang juara dunia, Jorge Lorenzo dan Suzuki ikut bertarung di depan bersama Alex Rins. Pertarungan yang akan seru, walaupun agak disayangkan juga sebab semuanya spaniard.

Last, Alex Rins telah memilih Suzuki untjk dua tahun ke depan. Namun, peluang dirinya hijrah ke Yamaha atau bahkan Honda dua tahun lagi sangat terbuka lebar. Syarat pertama, Yamaha di akhir 2018 nanti akan kosong satu kursi, kemungkinan Honda juga akan sama (Pedrosa sangat kecil untuk dipertahankan jika masih belum juga juara dunia) dan Alex Rins bisa memilih kemana tujuan berikutnya. Syarat kedua, berdoa saja agar performa Suzuki tidak lebih baik dari saat ini 😀

Advertisements

Comments are closed.