Macet Horror Di Brebes Merenggut 12 Nyawa Pemudik, Kinerja Pemerintah Disorot! 

Mudik lebaran yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bisa berkumpul dengan sanak saudara berubah menjadi petaka layaknya sebuah thriller film horror. Penyebabnya adalah kemacetan parah yang terjadi di rute mudik Brebes, Jawa Tengah selama berjam-jam.

Dari detikcom dapat diketahui ternyata macet parah selama berjam-jam di Brebes telah mengakibatkan sekitar 12 pemudik kehilangan nyawa alias meninggal dunia. Rata-rata mereka yang meninggal diakibatkan kondisi kesehatan yang drop.

“Karena mungkin yang jelas sudah punya penyakit bawaan, kemudian diikuti perjalanan yang begitu bikin stres orang lebih dari 20 jam ke atas dari Jakarta sampai Brebes,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi Parwoko saat dikonfirmasi, Selasa (5/7).

Bayangkan, waktu tempuh 20 jam yang biasanya RA alami dari Situbondo-Bogor sekitar tahun 2010, di tahun mudik 2016 ini 20 jam hanya untuk menuju Brebes saja dari Jakarta. Tentu saja, kondisi ini membuat tubuh bisa drop, belum stress makin memperparah, ditambah pencemaran udara akibat racun karbonmonoksida dari pembakaran bahan bakar minyak kendaraan yang terjebak macet, plus penyakit bawaan yang diderita korban makin membuat situasi horror macet makin mematikan.

Kondisi diperparah dengan sulitnya ambulance untuk mengevakuasi korban karena memang macet sangat kronis. Masih menurut detikcom, sebagian besar korban tewas terjadi di luar jalan tol. Sungguh, kondisi ini sangat memprihatinkan.

Memang, terlalu naif juga jika menyalahkan pemerintah atas kondisi chaos yang terjadi sebab RA yakin pemerintah tidak mau kondisi ini terjadi. Namun, rasanya tidak mungkin juga untuk tidak melimpahkan kondisi buruk ini kepada kinerja pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan sebab ini memang area kerja mereka. Seolah-olah tidak ada antisipasi dengan kondisi yang terjadi. Padahal, beberapa waktu lalu ‘alam’ telah memberi kode saat liburan natal dan tahun baru awal tahun ini soal macet parah ini. Namun, nyatanya kembali terjadi dan makin parah. Kerja… Kerja… Kerja… Apa yang pemerintah kerjakan?! Membayangkan jika kondisi ini terjadi di Jepang misalnya, hampir bisa dipastikan bebrrapa jam kemudian akan muncul pemberitaan “sebagai imbas tewasnya pemudik, menteri transportasi Jepang mengundurkan diri dari jabatannya”. Ya, di Jepang… Di sini? Ah sudahlah… 

Berikut daftar 12 korban meninggal saat terjebak macet Brebes:

  1. Azizah (1) meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjung pada tanggal 3 Juli 2016. Dia diduga meninggal akibat keracunan karbon dioksida setelah mobil yang ditumpanginya terjebak macet lebih dari enam jam menjelang pintu keluar Tol Brebes Timur. 
  2. Yuni Yati (50), warga Magelang, meninggal dunia setelah dalam kondisi sakit keras terjebak macet di Tol Brebes, pada tanggal 3 Juli. Yuni sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Asih, namun tak tertolong.
  3. Turinah (53), warga Kebumen, meninggal di Rumah Makan Minang Karangbale pada tanggal 3 Juli 2016.
  4. Sundari (58), warga Kendal, meninggal dunia karena sakit di Bus Pahala Kencana yang terjebak macet pada tanggal 4 Juli 2016.
  5. Susyani (36), warga Bogor, pingsan saat turun dari Bus Rosalia Indah. Korban mengeluh pusing karena bus yang ia tumpangi kena macet di Tol Brebes. Susyani sempat dibawa ke Puskesmas Larangan sebelum meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
  6. Sariyem (45), warga Banyumas, diturunkan dari mobil travel di Klinik dr Desy Wanacala. Sariyem sebelumnya pingsan karena kelelahan, setelah itu diperiksa kemudian meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
  7. Suharyati (50) turun dari Bus Sumber Alam karena tidak kuat menghadapi macet. Saat turun, ia pingsan dan muntah-muntah. Dalam perjalanan ke rumah sakit dia meninggal pada 4 Juli 2016.
  8. Poniatun (46), warga Kebumen, turun dari Bus Zaki Trans di Rumah Makan Mustika Indah, Kecamatan Tonjong. Tak lama kemudian dirinya meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
  9. Rizaldi Wibowo (17), seorang warga Kendal, meninggal di dalam bus pada 5 Juli 2016.
  10. Sumiatun (67), warga Serpong, Tangerang, meninggal dunia di dalam bus pada 5 Juli 2016.
  11. Sri (40) warga Wonogiri, meninggal dalam perjalanan saat menggunakan mobil pribadi. Sri meninggal karena serangan jantung pada 4 Juli 2016.
  12. Suhartiningsih (49) warga Jakarta, meninggal di dalam mobil pribadi pada tanggal 5 Juli 2016

Semoga arwah seluruh korban diterima di sisi Allah SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. 

Advertisements

Comments are closed.