Untung Dorna Hanya Tolak Sentul, Ayo Dong Bergerak!

Mosok yang begini ini gak mau ada di Indonesia

Sempat kaget dengan surat penolakan Dorna atas penyelenggaraan MotoGP di Indonesia tahun depan. Kaget kirain Indonesia batal dipilih menjadi tuan rumah, beruntung ternyata yang dibatalkan adalah Sentul sebagai home race MotoGP Indonesia. Syukur… Masih ada kesempatan berarti. Dan benar saja, dalam suratnya yang ditujukan ke Kemenpora, Dorna menyebut Jakabaring, Palembang punya kesempatan take over MotoGP Indonesia tapi tahun 2018.

Tidak masalah sebenarnya MotoGP Indonesia masu diselenggarakan dimana, yang terpenting adalah tetap terselenggara di Indonesia. Jangan sampai terlepas kesempatan emas ini hanya gara-gara miss koordinasi atau kemalasan kita memenuhi persyaratan yang diminta mereka. Sentul atau Jakabaring atau bahkan siapa tahu akan diselenggarakan di Brebes misalnya, tidak masalah sebab semua lokasi itu masih dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yang bikin miris dari surat Dorna itu adalah mereka menyebut soal masterplan yang sama sekali tidak pernah dikirimkan oleh pihak Sentul sebagai salah satu syarat menyelenggarakan MotoGP. Padahal, masterplan boleh dibilang tidak seruwet membuat sirkuit baru dari sisi dana dan peran serta seluruh komponen penyelenggara. Toh, tinggal panggil konsultan sirkuit dunia, bicarakan apa yang diinginkan kita selaku tuan rumah, sesuaikan dengan budget kemudian biarkan si konsultan yang bekerja. Bayar, selesai.

Mudah jika seluruh pihak satu visi soal penyelenggaraan MotoGP di negeri tercinta ini. Tidak usah merasa paling berjasa, paling berkuasa atau paling memegang peranan penting. Semuanya harus duduk bersama satukan visi demi terselenggaranya ajang balap MotoGP di negeri ini. Malu lho negara sebesar dan sekaya Indonesia untuk sekedar bikin sirkuit 1-2 Triliun saja tidak bisa. Malaysia bisa, Thailand bisa, Singapura juga bisa, mengapa Indonesia tidak? Toh mereka negara-negara yang tidak sekaya dan sebesar kita. Abaikan soal mental pejabatnya ya hehehehe

So, mumpung Dorna masih baik hati memberi kesempatan negeri ini untuk menjadi salah satu dari belasan tuan rumah MotoGP, ayo ambil segera kesempatan itu. Kalau dia sudah berubah pikiran, susah lho dapat kesempatan emas begini lagi. Abaikan saja suara-suara minor dan sumbing soal kemampuan negeri ini menyelenggarakan event besar, kalau tidak dicoba terus kapan lagi bisa. Tahun 2018 tidak lama lagi. Saat ini hampir mendekati akhir 2016. Membangun sirkuit butuh waktu lumayan lama, lebih lama lagi membangun sarana pendukungnya seperti akses transportasi dan sebagainya. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak di Palembang di mana lagi? #halah

Advertisements

2 Comments

  1. Yakin ke kejar di 2017?? Ko saya ragu YAAA”..
    Soalnya gak ada perkembangan.. santai mulu, dia pikir gampang ap ye.. bikin SIRKUIT,kaya bikin donat

Comments are closed.